<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 2012, Indonesia Tumbuh di Kisaran 6,3-6,7%</title><description>Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun depan akan berada di antara 6,3-6,7 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539723/2012-indonesia-tumbuh-di-kisaran-6-3-6-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539723/2012-indonesia-tumbuh-di-kisaran-6-3-6-7"/><item><title> 2012, Indonesia Tumbuh di Kisaran 6,3-6,7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539723/2012-indonesia-tumbuh-di-kisaran-6-3-6-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539723/2012-indonesia-tumbuh-di-kisaran-6-3-6-7</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2011 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/08/20/539723/RBX75R9JJp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/08/20/539723/RBX75R9JJp.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA- Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun depan akan berada di antara 6,3-6,7 persen. Kepala Humas BI Difi A Johansyah mengatkana, sejalan dengan bertumbuhnya ekonomi global, maka stabilitasi moneter dan sistem keuangan dengan harus terus dipastikan dengan kecukupan likuiditas rupiah dan valas di pasar. &quot;Momentum penurunan suku bunga di November lalu, dari 6,5 persen menjadi enam persen akan mengefektifan stimulus pada perekonomian,&quot; ujar Difi dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Kamis (8/12/2011)Menurut Bank Sentral, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV ini diperkirakan akan tetap sebesar 6,5 persen sehingga pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan (year on year) juga tetap berada di angka 6,5 persen.&quot;Sementara itu, nilai tukar rupiah selama 2011 mengalami apresiasi meski pada semester dua mengalami tekanan depresiasi akibat memburuknya sentimen terkait gejolak di pasar keuangan,&quot; lanjut dia.Bank Sentral juga mencatat, cadangan devisa Indonesia di akhir November ini mencapai USD111,3 miliar atau setara dengan 6,4 bulam impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.&quot;Di sisi harga, pada 2011 diwarnai oleh inflasi yang menurun. Inflasi pada November 2011 tercatat sebesar 0,34 persen (month to month) atau 4,15 persen (year on year). Penurunan inflasi sepanjang 2011 terjadi karena koreksi inflasi volatile food prices dan minimalnya inflasi administered prices, sementara inflasi inti cenderung moderat,&quot; tambahnya.Stabilitas sistem perbankan, lanjutnya, juga tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang membaik, meski sempat terjadi gejolak di pasar keuangan. Rasio kecukupan modal perbankan masih di atas delapan persen dan NPL di bawah lima persen dengan pertumbuhan kredit hingga akhir Oktober mencapai 25,7 persen. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA- Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun depan akan berada di antara 6,3-6,7 persen. Kepala Humas BI Difi A Johansyah mengatkana, sejalan dengan bertumbuhnya ekonomi global, maka stabilitasi moneter dan sistem keuangan dengan harus terus dipastikan dengan kecukupan likuiditas rupiah dan valas di pasar. &quot;Momentum penurunan suku bunga di November lalu, dari 6,5 persen menjadi enam persen akan mengefektifan stimulus pada perekonomian,&quot; ujar Difi dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Kamis (8/12/2011)Menurut Bank Sentral, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV ini diperkirakan akan tetap sebesar 6,5 persen sehingga pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan (year on year) juga tetap berada di angka 6,5 persen.&quot;Sementara itu, nilai tukar rupiah selama 2011 mengalami apresiasi meski pada semester dua mengalami tekanan depresiasi akibat memburuknya sentimen terkait gejolak di pasar keuangan,&quot; lanjut dia.Bank Sentral juga mencatat, cadangan devisa Indonesia di akhir November ini mencapai USD111,3 miliar atau setara dengan 6,4 bulam impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.&quot;Di sisi harga, pada 2011 diwarnai oleh inflasi yang menurun. Inflasi pada November 2011 tercatat sebesar 0,34 persen (month to month) atau 4,15 persen (year on year). Penurunan inflasi sepanjang 2011 terjadi karena koreksi inflasi volatile food prices dan minimalnya inflasi administered prices, sementara inflasi inti cenderung moderat,&quot; tambahnya.Stabilitas sistem perbankan, lanjutnya, juga tetap terjaga dengan fungsi intermediasi yang membaik, meski sempat terjadi gejolak di pasar keuangan. Rasio kecukupan modal perbankan masih di atas delapan persen dan NPL di bawah lima persen dengan pertumbuhan kredit hingga akhir Oktober mencapai 25,7 persen. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
