<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Rekening Gendut, Dirjen Bea Cukai: Minta Faktanya?</title><description>Adanya temuan rekening gendut pada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS)  telah menimbulkan ekspektasi negatif pada sejumlah Kementerian Lembaga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539742/soal-rekening-gendut-dirjen-bea-cukai-minta-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539742/soal-rekening-gendut-dirjen-bea-cukai-minta-faktanya"/><item><title>Soal Rekening Gendut, Dirjen Bea Cukai: Minta Faktanya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539742/soal-rekening-gendut-dirjen-bea-cukai-minta-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/20/539742/soal-rekening-gendut-dirjen-bea-cukai-minta-faktanya</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2011 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/08/20/539742/ylarSLPVbr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/08/20/539742/ylarSLPVbr.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Adanya temuan rekening gendut pada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah menimbulkan ekspektasi negatif pada sejumlah Kementerian Lembaga.Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC), sebagai salah satu lembaga yang menarik penerimaan bea dan cukai, sempat menjadi sorotan akan adanya rekening gendut pegawainya. Namun, Dirjen Bea Cukai Agung Kuswando mengatakan, pihaknya siap diperiksa jika memang ada indikasi korupsi didalamnya.&quot;Kita tidak mau mentolerir yang namanya KKN, silahkan diperiksa. Kalau memang dia salah, dia akan diproses lebih lanjut,&quot; ungkap Agung ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/12/2011).Agung mengungkapkan akan mengikuti semua prosedur hukum yang berlaku dan jika tudingan pegawai bea cukai melakukan korupsi tidak benar, Agung meminta agar naman bea cukai dibersihkan. &quot;Tapi kalau dia clear, memang secara case gak ada masalah, tolong direhabilitasi. Maksudnya jangan sampai sudah terlanjur diumumkan, ternyata tidak, kita ikut prosedur hukum saja lah,&quot; jelasnyaDia menambahkan, adanya laporan tersebut saat ini baru sebatas rumor karena belum adanya laporan resmi yang masuk ke mejanya. &quot;Saya belum dapat laporan, ini kan masih rumor, selesaikan dulu. Bagaimana ditindaklanjuti kalau datanya kita gak punya, cari datanya kasih ke saya, kalau ada data pasti ditindaklanjuti, jangan khawatir kita tidak ada yang ditutupi-tutupi tapi saya ingin semua sesuai prosedur,&quot; tambahnyaJika memang terbukti bersalah, dia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti dan memberikan hukuman. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Adanya temuan rekening gendut pada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah menimbulkan ekspektasi negatif pada sejumlah Kementerian Lembaga.Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC), sebagai salah satu lembaga yang menarik penerimaan bea dan cukai, sempat menjadi sorotan akan adanya rekening gendut pegawainya. Namun, Dirjen Bea Cukai Agung Kuswando mengatakan, pihaknya siap diperiksa jika memang ada indikasi korupsi didalamnya.&quot;Kita tidak mau mentolerir yang namanya KKN, silahkan diperiksa. Kalau memang dia salah, dia akan diproses lebih lanjut,&quot; ungkap Agung ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/12/2011).Agung mengungkapkan akan mengikuti semua prosedur hukum yang berlaku dan jika tudingan pegawai bea cukai melakukan korupsi tidak benar, Agung meminta agar naman bea cukai dibersihkan. &quot;Tapi kalau dia clear, memang secara case gak ada masalah, tolong direhabilitasi. Maksudnya jangan sampai sudah terlanjur diumumkan, ternyata tidak, kita ikut prosedur hukum saja lah,&quot; jelasnyaDia menambahkan, adanya laporan tersebut saat ini baru sebatas rumor karena belum adanya laporan resmi yang masuk ke mejanya. &quot;Saya belum dapat laporan, ini kan masih rumor, selesaikan dulu. Bagaimana ditindaklanjuti kalau datanya kita gak punya, cari datanya kasih ke saya, kalau ada data pasti ditindaklanjuti, jangan khawatir kita tidak ada yang ditutupi-tutupi tapi saya ingin semua sesuai prosedur,&quot; tambahnyaJika memang terbukti bersalah, dia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti dan memberikan hukuman. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
