<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuasi Reorganisasi, Bakrie Hapus Defisit Rp34,9 Triliun</title><description>PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mengklaim telah menghapus defisit senilai Rp34,9 triliun seusai kuasi reorganisasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/278/539555/kuasi-reorganisasi-bakrie-hapus-defisit-rp34-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/278/539555/kuasi-reorganisasi-bakrie-hapus-defisit-rp34-9-triliun"/><item><title>Kuasi Reorganisasi, Bakrie Hapus Defisit Rp34,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/278/539555/kuasi-reorganisasi-bakrie-hapus-defisit-rp34-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/278/539555/kuasi-reorganisasi-bakrie-hapus-defisit-rp34-9-triliun</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2011 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/08/278/539555/7ld4FDx8EM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/08/278/539555/7ld4FDx8EM.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mengklaim telah menghapus defisit senilai Rp34,9 triliun seusai kuasi reorganisasi.Seperti dikutip dari keterangan pers perusahaan di Jakarta, Kamis (8/12/2011), defisit tersebut berasal dari nilai akumulasi kerugian bersih, selisih nilai transaksi, restrukturisasi entitas sepengendali dan rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi.Dengan selesainya kuasi reorganisasi, membuat neraca keuangan perusahaan semakin sehat. Dengan begitu, perusahaan memiliki keleluasaan untuk menjalankan business plan yang telah disusun.&quot;Secara finansial, perusahaan juga akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari eksternal. Sebab, terhapusnya saldo defisit, tentunya akan membuat risiko bisnis BNBR ikut menurun. Ini memungkinan Perseroan untuk mendapatkan pembiayaan eksternal dengan biaya lebih rendah,&quot; ungkap Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur.Dalam rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 6 Oktober lalu, pemegang saham juga dinyatakan telah menyetujui kuasi reorganisasi tersebut, di mana tidak ada kreditur yang menyanggah atau keberatan terhadap kuasi reorganisasi tersebut.Dengan proses kuasi reorganisasi ini, Bobby optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik di masa mendatang. Hingga saat ini, perusahaan akan tetap fokus disektor industri berbasis sumber daya alam dan infrastruktur.&quot;Stabilnya faktor ekonomi dan keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur akan menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan perusahaan akan berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur Indonesia,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk (BNBR) mengklaim telah menghapus defisit senilai Rp34,9 triliun seusai kuasi reorganisasi.Seperti dikutip dari keterangan pers perusahaan di Jakarta, Kamis (8/12/2011), defisit tersebut berasal dari nilai akumulasi kerugian bersih, selisih nilai transaksi, restrukturisasi entitas sepengendali dan rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi.Dengan selesainya kuasi reorganisasi, membuat neraca keuangan perusahaan semakin sehat. Dengan begitu, perusahaan memiliki keleluasaan untuk menjalankan business plan yang telah disusun.&quot;Secara finansial, perusahaan juga akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari eksternal. Sebab, terhapusnya saldo defisit, tentunya akan membuat risiko bisnis BNBR ikut menurun. Ini memungkinan Perseroan untuk mendapatkan pembiayaan eksternal dengan biaya lebih rendah,&quot; ungkap Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur.Dalam rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 6 Oktober lalu, pemegang saham juga dinyatakan telah menyetujui kuasi reorganisasi tersebut, di mana tidak ada kreditur yang menyanggah atau keberatan terhadap kuasi reorganisasi tersebut.Dengan proses kuasi reorganisasi ini, Bobby optimistis kinerja perseroan akan semakin membaik di masa mendatang. Hingga saat ini, perusahaan akan tetap fokus disektor industri berbasis sumber daya alam dan infrastruktur.&quot;Stabilnya faktor ekonomi dan keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur akan menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan perusahaan akan berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur Indonesia,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
