<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HIPPI Minta Pemerintah Berdayakan Investor Lokal  </title><description>Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) berharap, pemerintah  memberdayakan investor lokal dalam proyek pembangunan. Langkah tersebut  diharapkan mencegah dominasi asing dalam pembangunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/320/539943/hippi-minta-pemerintah-berdayakan-investor-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/320/539943/hippi-minta-pemerintah-berdayakan-investor-lokal"/><item><title>HIPPI Minta Pemerintah Berdayakan Investor Lokal  </title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/320/539943/hippi-minta-pemerintah-berdayakan-investor-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/08/320/539943/hippi-minta-pemerintah-berdayakan-investor-lokal</guid><pubDate>Kamis 08 Desember 2011 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Sudarsono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/08/320/539943/jySvHmwW84.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/08/320/539943/jySvHmwW84.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) berharap, pemerintah memberdayakan investor lokal dalam proyek pembangunan. Langkah tersebut diharapkan mencegah dominasi asing dalam pembangunan.&amp;ldquo;Kita welcome dengan investor asing tetapi harus proporsional juga. Secara kasat mata penguasaan investasi asing di Indonesia sudah kebablasan, lihat saja misalnya 19 bank swasta kita yang sahamnya dikuasai asing,&amp;rdquo; kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) DKI Jakarta, Dhaniswara K Harjono, di Jakarta, Kamis (8/12/2011).Dhaniswara menambahkan, Jakarta sebagai salah satu gerbang masuk investasi asing di Indonesia bisa dijadikan tolok ukur. Artinya jika ada rancangan yang benar, maka investasi asing di Indonesia bisa diatur secara proporsional.Dia mencontohkan, misalkan dari sisi penguasaan aset perbankan oleh investor asing, seharusnya Bank Indonesia (BI) membuat aturan sehingga mereka didorong untuk terlibat dalam pengembangan sektor UMKM.Tetapi yang terjadi justru perbankan lokal dan BUMN yang selama ini concern mengembangkan UMKM. Yang menjadi persoalan, selama ini investor asing yang menguasai 75 aset tidak berpihak ke UMKM, sementara bank nasional yang menguasai 25 persen aset memiliki kewajiban untuk mengembangkan UMKM.&amp;ldquo;Seharusnya investor asing memiliki komitmen untuk turut membangun bangsa melalui pengembangan UMKM. Karena selama ini, 90 persen pengusaha kita skalanya kecil dan menengah, justru yang menjadi ujung tombak pembangunan nasional. Lihat saja saat krisis, pengusaha kecil tetap bertahan,&amp;rdquo; tandasnya. (nia)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) berharap, pemerintah memberdayakan investor lokal dalam proyek pembangunan. Langkah tersebut diharapkan mencegah dominasi asing dalam pembangunan.&amp;ldquo;Kita welcome dengan investor asing tetapi harus proporsional juga. Secara kasat mata penguasaan investasi asing di Indonesia sudah kebablasan, lihat saja misalnya 19 bank swasta kita yang sahamnya dikuasai asing,&amp;rdquo; kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) DKI Jakarta, Dhaniswara K Harjono, di Jakarta, Kamis (8/12/2011).Dhaniswara menambahkan, Jakarta sebagai salah satu gerbang masuk investasi asing di Indonesia bisa dijadikan tolok ukur. Artinya jika ada rancangan yang benar, maka investasi asing di Indonesia bisa diatur secara proporsional.Dia mencontohkan, misalkan dari sisi penguasaan aset perbankan oleh investor asing, seharusnya Bank Indonesia (BI) membuat aturan sehingga mereka didorong untuk terlibat dalam pengembangan sektor UMKM.Tetapi yang terjadi justru perbankan lokal dan BUMN yang selama ini concern mengembangkan UMKM. Yang menjadi persoalan, selama ini investor asing yang menguasai 75 aset tidak berpihak ke UMKM, sementara bank nasional yang menguasai 25 persen aset memiliki kewajiban untuk mengembangkan UMKM.&amp;ldquo;Seharusnya investor asing memiliki komitmen untuk turut membangun bangsa melalui pengembangan UMKM. Karena selama ini, 90 persen pengusaha kita skalanya kecil dan menengah, justru yang menjadi ujung tombak pembangunan nasional. Lihat saja saat krisis, pengusaha kecil tetap bertahan,&amp;rdquo; tandasnya. (nia)</content:encoded></item></channel></rss>
