<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenperin Akan Batasi Investasi Teknologi Rendah</title><description>Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginginkan  agar investasi di sektor industri elektronika berteknologi rendah (low  tech) harus dibatasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/11/320/540921/kemenperin-akan-batasi-investasi-teknologi-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/11/320/540921/kemenperin-akan-batasi-investasi-teknologi-rendah"/><item><title>Kemenperin Akan Batasi Investasi Teknologi Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/11/320/540921/kemenperin-akan-batasi-investasi-teknologi-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/11/320/540921/kemenperin-akan-batasi-investasi-teknologi-rendah</guid><pubDate>Minggu 11 Desember 2011 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/11/320/540921/IVd8AFXpPp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/11/320/540921/IVd8AFXpPp.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginginkan agar investasi di sektor industri elektronika berteknologi rendah (low tech) harus dibatasi.Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin C Triharso mengatakan, saat ini hal itu ini masih dibahas secara internal di Kemenperin.&amp;ldquo;Masih internal, tapi kemungkinan bentuknya daftar negatif investasi (DNI) bagi produk yang sudah bisa diproduksi perusahaan lokal,&amp;rdquo; kata Triharso di Jakarta, Minggu (11/12/2011).Menurutnya, saat ini harga produk elektronika yang berteknologi rendah mengalami penurunan. &amp;ldquo;Kalau investasi maunya yang alih teknologi,&amp;rdquo; ucapnya.Produsen elektronika multi nasional company (MNC), kata dia, kebanyakan sudah berteknologi tinggi. &amp;ldquo;&amp;lrm;â€&lt;Kasihan produsen dalam negeri. &amp;lrm;â€&lt;Harusnya tax holiday itu sudah dikasih ke dalam negeri aja. &amp;lrm;â€&lt;Kalau investasi MNC sih, banyaknya memang ke teknologi tinggi,&amp;rdquo; tandasnya.Ketua Gabungan Elektronik (Gabel) Ali Soebroto Oentaryo mengatakan, industri elektronika di Indonesia berbeda dengan Jepang yang sudah berteknologi tinggi.&amp;ldquo;Di Jepang, semua industrinya high technology. Sedangkan kondisi kita dengan Thailand kan hampir sama,&quot; kata Ali.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginginkan agar investasi di sektor industri elektronika berteknologi rendah (low tech) harus dibatasi.Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin C Triharso mengatakan, saat ini hal itu ini masih dibahas secara internal di Kemenperin.&amp;ldquo;Masih internal, tapi kemungkinan bentuknya daftar negatif investasi (DNI) bagi produk yang sudah bisa diproduksi perusahaan lokal,&amp;rdquo; kata Triharso di Jakarta, Minggu (11/12/2011).Menurutnya, saat ini harga produk elektronika yang berteknologi rendah mengalami penurunan. &amp;ldquo;Kalau investasi maunya yang alih teknologi,&amp;rdquo; ucapnya.Produsen elektronika multi nasional company (MNC), kata dia, kebanyakan sudah berteknologi tinggi. &amp;ldquo;&amp;lrm;â€&lt;Kasihan produsen dalam negeri. &amp;lrm;â€&lt;Harusnya tax holiday itu sudah dikasih ke dalam negeri aja. &amp;lrm;â€&lt;Kalau investasi MNC sih, banyaknya memang ke teknologi tinggi,&amp;rdquo; tandasnya.Ketua Gabungan Elektronik (Gabel) Ali Soebroto Oentaryo mengatakan, industri elektronika di Indonesia berbeda dengan Jepang yang sudah berteknologi tinggi.&amp;ldquo;Di Jepang, semua industrinya high technology. Sedangkan kondisi kita dengan Thailand kan hampir sama,&quot; kata Ali.</content:encoded></item></channel></rss>
