<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Memperbaiki Nasib Keturunan</title><description> Kebutuhan kredit kaum papa terbukti sangat dibutuhkan. Kredit  ini tidak hanya mampu membantu secara ekonomi, namun juga memperbaiki derajat keturunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/12/320/541335/kredit-memperbaiki-nasib-keturunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/12/320/541335/kredit-memperbaiki-nasib-keturunan"/><item><title>Kredit Memperbaiki Nasib Keturunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/12/320/541335/kredit-memperbaiki-nasib-keturunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/12/320/541335/kredit-memperbaiki-nasib-keturunan</guid><pubDate>Senin 12 Desember 2011 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/12/320/541335/bKvLKEsvtB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/12/320/541335/bKvLKEsvtB.jpg</image><title>Foto : Okezone.com</title></images><description>BOGOR - Kebutuhan kredit kaum papa terbukti sangat dibutuhkan. Kredit ini tidak hanya mampu membantu masyarakat untuk bangkit dari kemiskinan, namun juga memperbaiki derajat keturunan.Kenyataannya banyak masyarakat yang ingin maju secara perekenomian, namun tidak terjamah oleh bank, karena tidak memiliki jaminan. Namun, di pelosok desa terdapat kredit usaha yang mampu menggerakkan ekonomi, bagi mereka yang mau maju dan berusaha.Tidak dipungkiri, salah satu pintu untuk memperbaiki ekonomi adalah membuka usaha. Pada ujungnya hasil usaha itu bisa untuk membiayai pendidikan anak. Pada saat itulah Grameen Bank atau pola bank pedesaan berperan.&amp;nbsp; Menurut Direktur Koperasi Karya Usaha Mandiri (KUM) kredit yang digulirkan oleh lembaganya mengadopsi pola Grameen Bank, di mana masyarakat miskin bisa diberikan akses tanpa jaminan. Tetapi bukan serta merta bisa langsung mendapatakan fasilitas kredit. Persyaratannya pun susah-susah gampang, karena melibatkan aspek kejujuran.&quot;Kemiskinan itu terjadi karena kemalasan. Kami tidak sembarangan memberikan kredit. Harus dilakukan survei yang bentuknya adalah simulasi nyata,&quot; ujarnya, di Desa Cidokom, Kampung Cikalong, Kecamatan Rumpin, Bogor. &amp;nbsp;Proses Pengucuran Kredit Grameen BankPengguliran kredit Grameen Bank melalui beberapa tahap, yakni Pertemuan Umum. Pada pertemuan ini petugas KUM melakukan pendekatan kepada perangkat desa. Di mana warga dikumpulkan di balai untuk diberikan penjelasan, mengenai manfaat dan kesiapan mindset masyarakat. &quot;Karena, selain harus membayar cicilan kredit, mereka juga kami wajibkan menabung. Agak sulit untuk mendidik warga miskin untuk gemar menabung,&quot; ujarnya. Kedua, Uji Kelayakaan, yakni melakukan penjajakan apakah si penerima kredit layak diberikan dana. Ketiga, Latihan Wajin Kumpulan, di mana beberapa wanita yang dibentuk dalam satu kelompok untuk simulasi pinjaman. &quot;Di sini yang mementukan apakah layak diberikan pinjaman? Caranya gampang, tabungan yang dikumpulkan kami catat nomor seri uanganya,&quot; ujar Murtadho.Keempat, Ujian Pengesahan Kimpulan, di mana para pemimpin kelompok menyetorkan dana simulasi ke petugas lapangan. &quot;Nah, di sini dicocokan, apakah uangnya masih sama dengan ujian tahap sebelumnya. Kami tinggal melihat apakah nomor serinya sama? Jika tidak ya kami tanya. Alasannya banyak, ada yang dibelikan rokok oleh suaminya. Di sini yang kami nilai adalah kejujuran,&quot; jelas dia.Yang terkahir adalah, Pertemuan Minggon. Dalam pertemuan ini akan disahkan apakah kelompok atau pemimpin kelompok ini layak jadi anggota koperasi. Jika lolos, mereka akan mendapatkan dana tunai tahap pertama Rp500 ribu, dan untuk selanjutnya wajib dicicil Rp13 ribu dan uang tabungan Rp2.000.Sedikit-sedikit Jadi GunungPerputaran arus uang menggunakan pola Grameen Bank tidak bisa dianggap remeh. Meski nilai pengucuran kreditnya sedikit, namun pola ini telah membahana di kampung tersebut. Justru pola ini membuat poros perputaran uang yang nilainya miliaran. &quot;Peningkatan ini terjadi sangat signifikan per 2008, di awali dari meningkatnya jumlah anggota,&quot; ujar Murtadho.Berdasarkan data, jumlah anggota Koperasi KUM pada 2006 tercatat 5.644 orang wanita. Lalu pada 2009 sebesar 6.603, pada 2010 sebanyak 10.505 orang, pada 2011 per november tercatat 18.654. Sementara dana yang digulirkan pada 2006 hanya Rp11 miliar, kemudian pada 2009 sebanyak Rp28 miliar, pada 2010 sebanyak 41 miliar, dan pada 2011 sudah Rp47 miliar.&quot;Memang dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat tajam. Karena kami terus melakukan perluasan kredit dari yang awalnya digulirkan per 2006 sebanyak 81 desa, kini di 2011 sebanyak 147 desa,&quot; jelas Murtadho.Tahun depan dia berharap bisa memperluas jangkauan dengan menambah jangkauan desa. &quot;Kendalanya adalah kucuran dana. Kami membutuhkan dana untuk bisa diputarkan ke masyarakat miskin. Target kami bisa meluas ke Papua, Kalimantan Sulawesi. Jadi tidak ada lagi orang miskin,&quot; pungkas dia. (Tamat)</description><content:encoded>BOGOR - Kebutuhan kredit kaum papa terbukti sangat dibutuhkan. Kredit ini tidak hanya mampu membantu masyarakat untuk bangkit dari kemiskinan, namun juga memperbaiki derajat keturunan.Kenyataannya banyak masyarakat yang ingin maju secara perekenomian, namun tidak terjamah oleh bank, karena tidak memiliki jaminan. Namun, di pelosok desa terdapat kredit usaha yang mampu menggerakkan ekonomi, bagi mereka yang mau maju dan berusaha.Tidak dipungkiri, salah satu pintu untuk memperbaiki ekonomi adalah membuka usaha. Pada ujungnya hasil usaha itu bisa untuk membiayai pendidikan anak. Pada saat itulah Grameen Bank atau pola bank pedesaan berperan.&amp;nbsp; Menurut Direktur Koperasi Karya Usaha Mandiri (KUM) kredit yang digulirkan oleh lembaganya mengadopsi pola Grameen Bank, di mana masyarakat miskin bisa diberikan akses tanpa jaminan. Tetapi bukan serta merta bisa langsung mendapatakan fasilitas kredit. Persyaratannya pun susah-susah gampang, karena melibatkan aspek kejujuran.&quot;Kemiskinan itu terjadi karena kemalasan. Kami tidak sembarangan memberikan kredit. Harus dilakukan survei yang bentuknya adalah simulasi nyata,&quot; ujarnya, di Desa Cidokom, Kampung Cikalong, Kecamatan Rumpin, Bogor. &amp;nbsp;Proses Pengucuran Kredit Grameen BankPengguliran kredit Grameen Bank melalui beberapa tahap, yakni Pertemuan Umum. Pada pertemuan ini petugas KUM melakukan pendekatan kepada perangkat desa. Di mana warga dikumpulkan di balai untuk diberikan penjelasan, mengenai manfaat dan kesiapan mindset masyarakat. &quot;Karena, selain harus membayar cicilan kredit, mereka juga kami wajibkan menabung. Agak sulit untuk mendidik warga miskin untuk gemar menabung,&quot; ujarnya. Kedua, Uji Kelayakaan, yakni melakukan penjajakan apakah si penerima kredit layak diberikan dana. Ketiga, Latihan Wajin Kumpulan, di mana beberapa wanita yang dibentuk dalam satu kelompok untuk simulasi pinjaman. &quot;Di sini yang mementukan apakah layak diberikan pinjaman? Caranya gampang, tabungan yang dikumpulkan kami catat nomor seri uanganya,&quot; ujar Murtadho.Keempat, Ujian Pengesahan Kimpulan, di mana para pemimpin kelompok menyetorkan dana simulasi ke petugas lapangan. &quot;Nah, di sini dicocokan, apakah uangnya masih sama dengan ujian tahap sebelumnya. Kami tinggal melihat apakah nomor serinya sama? Jika tidak ya kami tanya. Alasannya banyak, ada yang dibelikan rokok oleh suaminya. Di sini yang kami nilai adalah kejujuran,&quot; jelas dia.Yang terkahir adalah, Pertemuan Minggon. Dalam pertemuan ini akan disahkan apakah kelompok atau pemimpin kelompok ini layak jadi anggota koperasi. Jika lolos, mereka akan mendapatkan dana tunai tahap pertama Rp500 ribu, dan untuk selanjutnya wajib dicicil Rp13 ribu dan uang tabungan Rp2.000.Sedikit-sedikit Jadi GunungPerputaran arus uang menggunakan pola Grameen Bank tidak bisa dianggap remeh. Meski nilai pengucuran kreditnya sedikit, namun pola ini telah membahana di kampung tersebut. Justru pola ini membuat poros perputaran uang yang nilainya miliaran. &quot;Peningkatan ini terjadi sangat signifikan per 2008, di awali dari meningkatnya jumlah anggota,&quot; ujar Murtadho.Berdasarkan data, jumlah anggota Koperasi KUM pada 2006 tercatat 5.644 orang wanita. Lalu pada 2009 sebesar 6.603, pada 2010 sebanyak 10.505 orang, pada 2011 per november tercatat 18.654. Sementara dana yang digulirkan pada 2006 hanya Rp11 miliar, kemudian pada 2009 sebanyak Rp28 miliar, pada 2010 sebanyak 41 miliar, dan pada 2011 sudah Rp47 miliar.&quot;Memang dari tahun ke tahun jumlahnya meningkat tajam. Karena kami terus melakukan perluasan kredit dari yang awalnya digulirkan per 2006 sebanyak 81 desa, kini di 2011 sebanyak 147 desa,&quot; jelas Murtadho.Tahun depan dia berharap bisa memperluas jangkauan dengan menambah jangkauan desa. &quot;Kendalanya adalah kucuran dana. Kami membutuhkan dana untuk bisa diputarkan ke masyarakat miskin. Target kami bisa meluas ke Papua, Kalimantan Sulawesi. Jadi tidak ada lagi orang miskin,&quot; pungkas dia. (Tamat)</content:encoded></item></channel></rss>
