<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> &quot;Cuma RI &amp; Bangladesh yang Masih Konsumsi Minyak Curah&quot;</title><description>&quot;Di dunia ini ada dua negara yang masih mengkonsumsi minyak goreng curah, yaitu Indonesia dan Bangladesh,&quot;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/16/320/543180/cuma-ri-bangladesh-yang-masih-konsumsi-minyak-curah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/16/320/543180/cuma-ri-bangladesh-yang-masih-konsumsi-minyak-curah"/><item><title> &quot;Cuma RI &amp; Bangladesh yang Masih Konsumsi Minyak Curah&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/16/320/543180/cuma-ri-bangladesh-yang-masih-konsumsi-minyak-curah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/16/320/543180/cuma-ri-bangladesh-yang-masih-konsumsi-minyak-curah</guid><pubDate>Jum'at 16 Desember 2011 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/16/320/543180/ADEVaELLJ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/16/320/543180/ADEVaELLJ4.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA- Pemerintah targetkan di 2015, Indonesia sudah bebas dari pemakaian minyak goreng curah dan beralih ke minyak goreng dalam kemasan sederhana, MinyaKita .Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Gunaryo menuturkan, pihaknya akan mengeluarkan peraturan perdagangan agar hal tersebut dapat cepat terealisasi.&quot;Kita akan kukuhkan hal tersebut dengan pengukuhan dengan ada dasar hukumnya agar hal ini dapat mendorong semua pihak agar dapat merealisasikan target ini,&quot; ungkapnya kala ditemui dalam acara sosialisasi dan Promosi MinyaKita&amp;nbsp; di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (16/12/2011).Dia melanjutkan, alasan perlunya masyarakat untuk mengkonsumsi MinyaKita&amp;nbsp; adalah Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk kurang lebih 230 juta orang memberikan artian bahwa potensi pasar di Indonesia sangat besar. &quot;Di dunia ini ada dua negara yang masih mengkonsumsi minyak goreng curah, yaitu Indonesia dan Bangladesh. Makanya kita hartus bergerak untuk mendorong masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minyak goreng curah,&quot; paparnya.Lalu,secara kualitas MinyaKita&amp;nbsp; ini setara dengan minyak goreng dalam kemasan premium dan berbeda dengan minyak goreng curah. Selain itu dari sisi harga, MinyaKita&amp;nbsp; ini cenderung stabil dipasaran, sedangkan minyak curah harganya lebih berfluktuasi.&quot;Kalau harga minyak curah lebih berfluktuasi. Jika harga minyak dunia naik, harga minyak curah pun akan naik. Berbeda dengan MinyaKita&amp;nbsp; harganya akan lebih stabil,&quot; paparnyaDi sisi lain, dengan adanya penjualan MinyaKita&amp;nbsp; ini akan lebih banyak pedagang yang ikut berpartisipasi dalam penjualan MinyaKita&amp;nbsp; tersebut. &quot;Bila sebelumnya pedagang menyiapkan kaleng atau kemasan lainnya untuk menjual minyak goreng,sekarang mereka tidak perlu repot-repot untuk menyediakan hal tersebut. Jadi mereka bisa menjual dimanan pun dan kapan pun,&quot; pungkasnya.Sekedar informasi, sosialisasi dan promosi MinyaKita&amp;nbsp; ini sudah dilakukan kedelapan kota di Indonesia, yaitu Bandung, Yogjakarta, Medan, Makassar, Semarang, Denpasar dan Jakarta. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA- Pemerintah targetkan di 2015, Indonesia sudah bebas dari pemakaian minyak goreng curah dan beralih ke minyak goreng dalam kemasan sederhana, MinyaKita .Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Gunaryo menuturkan, pihaknya akan mengeluarkan peraturan perdagangan agar hal tersebut dapat cepat terealisasi.&quot;Kita akan kukuhkan hal tersebut dengan pengukuhan dengan ada dasar hukumnya agar hal ini dapat mendorong semua pihak agar dapat merealisasikan target ini,&quot; ungkapnya kala ditemui dalam acara sosialisasi dan Promosi MinyaKita&amp;nbsp; di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (16/12/2011).Dia melanjutkan, alasan perlunya masyarakat untuk mengkonsumsi MinyaKita&amp;nbsp; adalah Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk kurang lebih 230 juta orang memberikan artian bahwa potensi pasar di Indonesia sangat besar. &quot;Di dunia ini ada dua negara yang masih mengkonsumsi minyak goreng curah, yaitu Indonesia dan Bangladesh. Makanya kita hartus bergerak untuk mendorong masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minyak goreng curah,&quot; paparnya.Lalu,secara kualitas MinyaKita&amp;nbsp; ini setara dengan minyak goreng dalam kemasan premium dan berbeda dengan minyak goreng curah. Selain itu dari sisi harga, MinyaKita&amp;nbsp; ini cenderung stabil dipasaran, sedangkan minyak curah harganya lebih berfluktuasi.&quot;Kalau harga minyak curah lebih berfluktuasi. Jika harga minyak dunia naik, harga minyak curah pun akan naik. Berbeda dengan MinyaKita&amp;nbsp; harganya akan lebih stabil,&quot; paparnyaDi sisi lain, dengan adanya penjualan MinyaKita&amp;nbsp; ini akan lebih banyak pedagang yang ikut berpartisipasi dalam penjualan MinyaKita&amp;nbsp; tersebut. &quot;Bila sebelumnya pedagang menyiapkan kaleng atau kemasan lainnya untuk menjual minyak goreng,sekarang mereka tidak perlu repot-repot untuk menyediakan hal tersebut. Jadi mereka bisa menjual dimanan pun dan kapan pun,&quot; pungkasnya.Sekedar informasi, sosialisasi dan promosi MinyaKita&amp;nbsp; ini sudah dilakukan kedelapan kota di Indonesia, yaitu Bandung, Yogjakarta, Medan, Makassar, Semarang, Denpasar dan Jakarta. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
