<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-siap, Investor Asing Berebut Obligasi RI</title><description> Instrumen surat utang (obligasi) dinilai akan diminati kalangan investor terutama obligasi BUMN maupun korporasi yang positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/19/278/544500/siap-siap-investor-asing-berebut-obligasi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/19/278/544500/siap-siap-investor-asing-berebut-obligasi-ri"/><item><title>Siap-siap, Investor Asing Berebut Obligasi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/19/278/544500/siap-siap-investor-asing-berebut-obligasi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/19/278/544500/siap-siap-investor-asing-berebut-obligasi-ri</guid><pubDate>Senin 19 Desember 2011 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/19/278/544500/dnfERZ6cKD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/19/278/544500/dnfERZ6cKD.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Instrumen surat utang (obligasi) dinilai akan diminati kalangan investor terutama obligasi BUMN maupun korporasi yang positif.Hal ini menyusul menyusul dinaikkannya peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- oleh Fitch Ratings karena status layak investasi (investment grade) terkait dengan obligasi. Dengan kondisi ini, perlu diwaspadai terjadinya rebutan obligasi antarinvestor.Presiden Direktur PT Mandiri Manajemen Indonesia (MMI) Abiprayadi Riyanto berpendapat, status investment grade Indonesia memang sudah ditunggu oleh investor di dalam maupun luar negeri. Menurut dia dari segi positifnya, Indonesia saat ini menjadi negara layak investasi, khususnya untuk dana-dana pensiun di luar negeri, yang mensyaratkan investasi di instrumen yang minimal berstatus investment grade.&quot;Jadi, ada potensi investasi obligasi-obligasi Indonesia menjadi serbuan investor asing yang mencari pilihan investment grade,&amp;rdquo; kata dia di Jakarta, Senin (19/12/2011).Lebih lanjut, Abiprayadi menjelaskan, itu terjadi karena pilihan instrumen prospektif bagi investor tidak banyak di situasi krisis yang masih terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS).Di samping itu, tingkat kepercayaan investor asing akan meningkat seiring pemberian status ini, sehingga akan membantu debitur domestik mendapatkan akses ke dana-dana asing. Bahkan, secara langsung maupun tidak, status investment grade bisa menjadi kompetisi bagi perbankan domestik untuk menyalurkan kredit.&quot;Kita dalam hal ini adalah investor domestik, termasuk reksa dana pensiun lokal dan asuransi lokal,&quot; imbuh Abiprayadi.Pengaruh investment grade hingga akhir tahun ini, kata dia, belum signifikan. Namun, ke depan dengan banyak masuk dana asing ke dalam negeri, dia menuturkan, akan menyebabkan terjadinya perebutan obligasi antara investor lokal dengan asing, sehingga akan membuat harga berpotensi naik dan mengakibatkan imbal hasil (yield) semakin rendah. Menyikapi kondisi ini, dia mengingatkan investor lokal untuk mengantisipasinya dari sekarang.</description><content:encoded>JAKARTA - Instrumen surat utang (obligasi) dinilai akan diminati kalangan investor terutama obligasi BUMN maupun korporasi yang positif.Hal ini menyusul menyusul dinaikkannya peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- oleh Fitch Ratings karena status layak investasi (investment grade) terkait dengan obligasi. Dengan kondisi ini, perlu diwaspadai terjadinya rebutan obligasi antarinvestor.Presiden Direktur PT Mandiri Manajemen Indonesia (MMI) Abiprayadi Riyanto berpendapat, status investment grade Indonesia memang sudah ditunggu oleh investor di dalam maupun luar negeri. Menurut dia dari segi positifnya, Indonesia saat ini menjadi negara layak investasi, khususnya untuk dana-dana pensiun di luar negeri, yang mensyaratkan investasi di instrumen yang minimal berstatus investment grade.&quot;Jadi, ada potensi investasi obligasi-obligasi Indonesia menjadi serbuan investor asing yang mencari pilihan investment grade,&amp;rdquo; kata dia di Jakarta, Senin (19/12/2011).Lebih lanjut, Abiprayadi menjelaskan, itu terjadi karena pilihan instrumen prospektif bagi investor tidak banyak di situasi krisis yang masih terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS).Di samping itu, tingkat kepercayaan investor asing akan meningkat seiring pemberian status ini, sehingga akan membantu debitur domestik mendapatkan akses ke dana-dana asing. Bahkan, secara langsung maupun tidak, status investment grade bisa menjadi kompetisi bagi perbankan domestik untuk menyalurkan kredit.&quot;Kita dalam hal ini adalah investor domestik, termasuk reksa dana pensiun lokal dan asuransi lokal,&quot; imbuh Abiprayadi.Pengaruh investment grade hingga akhir tahun ini, kata dia, belum signifikan. Namun, ke depan dengan banyak masuk dana asing ke dalam negeri, dia menuturkan, akan menyebabkan terjadinya perebutan obligasi antara investor lokal dengan asing, sehingga akan membuat harga berpotensi naik dan mengakibatkan imbal hasil (yield) semakin rendah. Menyikapi kondisi ini, dia mengingatkan investor lokal untuk mengantisipasinya dari sekarang.</content:encoded></item></channel></rss>
