<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2012, Lippo Karawaci Bidik Laba Rp1 Triliun</title><description>PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memproyeksikan total laba di 2012 akan  menembus Rp1 triliun atau meningkat sekira 43 persen. Dengan peningkatan  pendapatan sebesar 45 persen menjadi Rp6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/20/278/544794/2012-lippo-karawaci-bidik-laba-rp1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/20/278/544794/2012-lippo-karawaci-bidik-laba-rp1-triliun"/><item><title>2012, Lippo Karawaci Bidik Laba Rp1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/20/278/544794/2012-lippo-karawaci-bidik-laba-rp1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/20/278/544794/2012-lippo-karawaci-bidik-laba-rp1-triliun</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2011 12:23 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/20/278/544794/jEjTjqanUX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/20/278/544794/jEjTjqanUX.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memproyeksikan total laba di 2012 akan menembus Rp1 triliun atau meningkat sekira 43 persen. Dengan peningkatan pendapatan sebesar 45 persen menjadi Rp6 triliun.&quot;Laba dari kegiatan usaha ordinary diharapkan tumbuh sebesar 17 persen sekalipun perkiraan biaya-biaya akan lebih tinggi dengan adanya pembangunan rumah sakit dan mal yang baru di 2012,&quot; tukas Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Selasa (20/12/2011).Ditambahkannya, perseroan berharap laba dari kegiatan usaha extraordinary sebesar Rp185 miliar sebagai hasil dari penjualan mal kepada Mal REIT di Singapura yang terafiliasi dengan LPKR.&quot;Seluruh divisi usaha LPKR pun siap untuk terus tumbuh di 2012 dan recurring income akan diperkirakan memberi kontribusi sekira 50 persen dari total pendapatan,&quot; ungkapnya.Sekadar informasi, LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat.Divisi usaha LPKR meliputi residensial/township, ritel mal, rumah sakit, hotel, dan aset manajemen. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp14,8 triliun atau USD1,6 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memproyeksikan total laba di 2012 akan menembus Rp1 triliun atau meningkat sekira 43 persen. Dengan peningkatan pendapatan sebesar 45 persen menjadi Rp6 triliun.&quot;Laba dari kegiatan usaha ordinary diharapkan tumbuh sebesar 17 persen sekalipun perkiraan biaya-biaya akan lebih tinggi dengan adanya pembangunan rumah sakit dan mal yang baru di 2012,&quot; tukas Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Selasa (20/12/2011).Ditambahkannya, perseroan berharap laba dari kegiatan usaha extraordinary sebesar Rp185 miliar sebagai hasil dari penjualan mal kepada Mal REIT di Singapura yang terafiliasi dengan LPKR.&quot;Seluruh divisi usaha LPKR pun siap untuk terus tumbuh di 2012 dan recurring income akan diperkirakan memberi kontribusi sekira 50 persen dari total pendapatan,&quot; ungkapnya.Sekadar informasi, LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat.Divisi usaha LPKR meliputi residensial/township, ritel mal, rumah sakit, hotel, dan aset manajemen. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp14,8 triliun atau USD1,6 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
