<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Natal, Sembako di NTT Melejit Signifikan</title><description>Jelang Hari Raya Natal, harga sejumlah barang kebutuhan pokok warga di  Pasar Inpres Matawai, kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT,  melejit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/22/320/545857/jelang-natal-sembako-di-ntt-melejit-signifikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/22/320/545857/jelang-natal-sembako-di-ntt-melejit-signifikan"/><item><title>Jelang Natal, Sembako di NTT Melejit Signifikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/22/320/545857/jelang-natal-sembako-di-ntt-melejit-signifikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/22/320/545857/jelang-natal-sembako-di-ntt-melejit-signifikan</guid><pubDate>Kamis 22 Desember 2011 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dion Umbu Ana Lodu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/22/320/545857/pG14W8m2jZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/22/320/545857/pG14W8m2jZ.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/Okezone</title></images><description>NTT - Jelang Hari Raya Natal, harga sejumlah barang kebutuhan pokok warga di Pasar Inpres Matawai, kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, melejit.Bahan-bahan sembako seperti telur ayam, beras, dan bawang merah merupakan jenis barang yang mengalami kenaikan paling signifikan.Kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut tak bisa dihindari warga. Kendati demikian, tidak ada pilihan lain bagi warga yang terdesak kebutuhan untuk hari raya.Diketahui, beras kualitas terendah dijual dengan harga Rp8.000 per kilogram (kg) atau naik Rp1.000 dari harga sebelumnya. Dampak lain dari naiknya harga beras, penjualan jagung giling juga turut meningkat. Warga membeli jagung giling untuk bisa dicampur dengan beras saat memasak nasi.&quot;Telur ayam dan bawang merah melejit cukup tinggi. Harga bawang merah naik menjadi Rp25 ribu per kg dari sebelumnya Rp20 ribu rupiah per kg. Harga telur ayam juga naik Rp3.000-Rp5.000 dari sebelumnya Rp30 ribu per-rak yang berisi 30 butir telur,&quot; beber Pa Ama, seorang penjual beras di Pasar Inpres Matawai, NTT, Kamis (22/12/2011).Sejumlah pedagang dan pembeli yang ditemui hampir memiliki dugaan yang senada terkait dengan pemicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini. Mulai dari berkurangnya pasokan dari distributor, juga adanya kemungkinan penimbunan oleh para spekulan.</description><content:encoded>NTT - Jelang Hari Raya Natal, harga sejumlah barang kebutuhan pokok warga di Pasar Inpres Matawai, kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, melejit.Bahan-bahan sembako seperti telur ayam, beras, dan bawang merah merupakan jenis barang yang mengalami kenaikan paling signifikan.Kenaikan harga sejumlah bahan pokok tersebut tak bisa dihindari warga. Kendati demikian, tidak ada pilihan lain bagi warga yang terdesak kebutuhan untuk hari raya.Diketahui, beras kualitas terendah dijual dengan harga Rp8.000 per kilogram (kg) atau naik Rp1.000 dari harga sebelumnya. Dampak lain dari naiknya harga beras, penjualan jagung giling juga turut meningkat. Warga membeli jagung giling untuk bisa dicampur dengan beras saat memasak nasi.&quot;Telur ayam dan bawang merah melejit cukup tinggi. Harga bawang merah naik menjadi Rp25 ribu per kg dari sebelumnya Rp20 ribu rupiah per kg. Harga telur ayam juga naik Rp3.000-Rp5.000 dari sebelumnya Rp30 ribu per-rak yang berisi 30 butir telur,&quot; beber Pa Ama, seorang penjual beras di Pasar Inpres Matawai, NTT, Kamis (22/12/2011).Sejumlah pedagang dan pembeli yang ditemui hampir memiliki dugaan yang senada terkait dengan pemicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini. Mulai dari berkurangnya pasokan dari distributor, juga adanya kemungkinan penimbunan oleh para spekulan.</content:encoded></item></channel></rss>
