<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Hujan, Pedagang Terompet Terancam Rugi</title><description>Pedagang terompet musiman mengurangi produksinya karena sampai saat ini dagangannya masih terbilang sepi pembeli.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/26/320/547264/musim-hujan-pedagang-terompet-terancam-rugi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2011/12/26/320/547264/musim-hujan-pedagang-terompet-terancam-rugi"/><item><title>Musim Hujan, Pedagang Terompet Terancam Rugi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2011/12/26/320/547264/musim-hujan-pedagang-terompet-terancam-rugi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2011/12/26/320/547264/musim-hujan-pedagang-terompet-terancam-rugi</guid><pubDate>Senin 26 Desember 2011 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/26/320/547264/48UwTMYYio.jpg" expression="full" type="image/jpeg">gambar pedagang terompet,Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/26/320/547264/48UwTMYYio.jpg</image><title>gambar pedagang terompet,Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pedagang terompet musiman mengurangi produksinya karena sampai saat ini dagangannya masih terbilang sepi pembeli.&quot;Kemarin (Hari Natal) saja sepi jadi kami kurangi dulu produksinya kalau kurang baru kami produksi lagi,&quot; ujar salah satu pedagang terompet, Tini, saat ditemui di Stasiun Cikini, Jakarta , Senin (26/12/2011).Menurutnya, sepi pembeli tersebut dikarenakan cuaca yang masih tidak menentu. &quot;Kadang hujan, kadang panas makanya setiap hujan kami tutup takut kena air hujan,&quot; tegasnya.Dirinya mengatakan modal untuk membuat semua terompet ini terbilang cukup banyak, yakni sebesar Rp5 juta.&quot;Jika ditanya keuntungan kami tidak bisa menyebutkan, soalnya relatif. Kalau lagi banyak bisa dua kali lipat tapi kalau lagi sepi kaya begini balik modal saja sudah Alhamdulillah,&quot; ungkapnya.Tini mengungkapkan, bahan bakunya memang mudah didapat hanya memakai karton-karton bekas. &quot;Kami memakai karton-karton bekas kalender dan kertas yang tebal,&quot; ungkapnya. (git)</description><content:encoded>JAKARTA - Pedagang terompet musiman mengurangi produksinya karena sampai saat ini dagangannya masih terbilang sepi pembeli.&quot;Kemarin (Hari Natal) saja sepi jadi kami kurangi dulu produksinya kalau kurang baru kami produksi lagi,&quot; ujar salah satu pedagang terompet, Tini, saat ditemui di Stasiun Cikini, Jakarta , Senin (26/12/2011).Menurutnya, sepi pembeli tersebut dikarenakan cuaca yang masih tidak menentu. &quot;Kadang hujan, kadang panas makanya setiap hujan kami tutup takut kena air hujan,&quot; tegasnya.Dirinya mengatakan modal untuk membuat semua terompet ini terbilang cukup banyak, yakni sebesar Rp5 juta.&quot;Jika ditanya keuntungan kami tidak bisa menyebutkan, soalnya relatif. Kalau lagi banyak bisa dua kali lipat tapi kalau lagi sepi kaya begini balik modal saja sudah Alhamdulillah,&quot; ungkapnya.Tini mengungkapkan, bahan bakunya memang mudah didapat hanya memakai karton-karton bekas. &quot;Kami memakai karton-karton bekas kalender dan kertas yang tebal,&quot; ungkapnya. (git)</content:encoded></item></channel></rss>
