<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Disebut Tak Lindungi Petani Tembakau</title><description>Mentan Suswono sebagai seorang pejabat publik dinilai tidak memahami  dan mengerti kondisi di lapangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550197/mentan-disebut-tak-lindungi-petani-tembakau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550197/mentan-disebut-tak-lindungi-petani-tembakau"/><item><title>Mentan Disebut Tak Lindungi Petani Tembakau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550197/mentan-disebut-tak-lindungi-petani-tembakau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550197/mentan-disebut-tak-lindungi-petani-tembakau</guid><pubDate>Senin 02 Januari 2012 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/02/320/550197/AyFz8vAMCU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/02/320/550197/AyFz8vAMCU.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono sebagai seorang pejabat publik dinilai tidak memahami dan mengerti kondisi di lapangan. Sampai saat ini tembakau masih menjadi unggulan di semua sentra tembakau di Indonesia.Pasalnya, mentan mengklaim pihaknya sangat menyokong keberadaan para petani tembakau meski Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tembakau nantinya akan disahkan. Menurutnya, petani hanya butuh tanaman pengganti untuk memenuhi kebutuhan mereka. Intinya kan mereka tetap punya penghasilan.Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nurtantio Wisnu Brata menegaskan, mentan tidak pernah memberi perlindungan petani tembakau di dalam negeri. Ini bisa dilihat dari kebijakan pertanian yang lebih proimpor. Banyak produk pertanian selain tembakau dihantam dengan kebijakan impor, seperti kentang, tebu, dan komoditas lain.Dia menambahkan, begitu petani tembakau ditekan beralih ke tanaman lain, berbanding terbalik dengan masuknya impor tembakau yang jumlahnya selalu naik secara signifikan. Bahkan data terakhir 2011, impor tembakau dan olahan tembakau mencapai 180 ribu ton di atas Produksi Nasional Tembakau yang hanya 140 ribu ton.&quot;Ini sangat ironis. Devisa negara yang terkuras untuk impor tembakau sangat besar, yang sebenarnya bisa dinikmati petani tembakau di Indonesia,&quot; ungkap Wisnu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/1/2012).Semestinya, lanjut Wisnu, mentan dapat melakukan intensifikasi atau subtitusi tembakau impor untuk bisa ditanam di beberapa sentra tembakau, hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, namun realitasnya jauh panggang dari api.&quot;Program-program yang telah dirancang Kementan tidak pernah direalisasikan, baik peruntukan kepada petani tembakau maupun petani-petani lain, sehingga yang terjadi petani-petani kita semakin tergilas produk impor luar negeri,&quot; tukas Wisnu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono sebagai seorang pejabat publik dinilai tidak memahami dan mengerti kondisi di lapangan. Sampai saat ini tembakau masih menjadi unggulan di semua sentra tembakau di Indonesia.Pasalnya, mentan mengklaim pihaknya sangat menyokong keberadaan para petani tembakau meski Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tembakau nantinya akan disahkan. Menurutnya, petani hanya butuh tanaman pengganti untuk memenuhi kebutuhan mereka. Intinya kan mereka tetap punya penghasilan.Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nurtantio Wisnu Brata menegaskan, mentan tidak pernah memberi perlindungan petani tembakau di dalam negeri. Ini bisa dilihat dari kebijakan pertanian yang lebih proimpor. Banyak produk pertanian selain tembakau dihantam dengan kebijakan impor, seperti kentang, tebu, dan komoditas lain.Dia menambahkan, begitu petani tembakau ditekan beralih ke tanaman lain, berbanding terbalik dengan masuknya impor tembakau yang jumlahnya selalu naik secara signifikan. Bahkan data terakhir 2011, impor tembakau dan olahan tembakau mencapai 180 ribu ton di atas Produksi Nasional Tembakau yang hanya 140 ribu ton.&quot;Ini sangat ironis. Devisa negara yang terkuras untuk impor tembakau sangat besar, yang sebenarnya bisa dinikmati petani tembakau di Indonesia,&quot; ungkap Wisnu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/1/2012).Semestinya, lanjut Wisnu, mentan dapat melakukan intensifikasi atau subtitusi tembakau impor untuk bisa ditanam di beberapa sentra tembakau, hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia, namun realitasnya jauh panggang dari api.&quot;Program-program yang telah dirancang Kementan tidak pernah direalisasikan, baik peruntukan kepada petani tembakau maupun petani-petani lain, sehingga yang terjadi petani-petani kita semakin tergilas produk impor luar negeri,&quot; tukas Wisnu.</content:encoded></item></channel></rss>
