<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Bali Menggeliat, Warga Miskin Malah Meningkat</title><description> Di tengah keberhasilan pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai  6,54 persen justru terjadi paradoks mengingat warga miskin di Pulau  Dewata juga ikut bertambah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550443/ekonomi-bali-menggeliat-warga-miskin-malah-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550443/ekonomi-bali-menggeliat-warga-miskin-malah-meningkat"/><item><title>Ekonomi Bali Menggeliat, Warga Miskin Malah Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550443/ekonomi-bali-menggeliat-warga-miskin-malah-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/02/320/550443/ekonomi-bali-menggeliat-warga-miskin-malah-meningkat</guid><pubDate>Senin 02 Januari 2012 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/02/320/550443/y6eBJifxVc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/02/320/550443/y6eBJifxVc.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>DENPASAR - Di tengah keberhasilan pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 6,54 persen justru terjadi paradoks mengingat warga miskin di Pulau Dewata juga ikut bertambah. Berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, hingga akhir September 2011 tercatat ada 183,1 ribu warga miskin.Padahal pertumbuhan ekonomi Bali di kisaran 6,54 persen berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,5 persen.Fakta tersebut menurut Kepala BPS Bali I Gde Suarsa sebebarnya tidak hanya disebabkan bergesernya garis kemiskinan dari Rp233.172 per kapita per bulan menjadi Rp240.543 per kapita per bulan.&quot;Banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang ingin mengubah nasib di Bali tanpa membawa asetnya ikut berperan menambah jumlah warga miskin,&quot; katanya saat jumpa pers awal tahun di kantornya, Jakarta, Senin (2/1/2012).Di pihak lain, laju pertumbuhan ekonomi Bali yang cukup mengesankan itu ternyata tidak sepenuhnya bisa dirasakan masyarakat. Suarsa menambahkan, jumlah warga miskin sebanyak 183,1 ribu orang itu meningkat 16.900 ribu orang dibandingkan Maret sebanyak 166.200 orang.Kemiskinan merupakan masalah kompleks dan kronis baik nasional maupun regional. Untuk itu, kata Suarsa, penanggulangannya memerlukan strategi yang tepat dan berkelanjutan. Pemerintah lewat program pembangunan yang dilaksanakan selama ini, sebenarnya memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan.Hanya saja, persoalan kemiskinan tetap masih menjadi masalah yang berkepanjangan dan belum terpecahkan dengan baik. Begitu pula dengan Bali yang dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional, juga tak luput dari permasalahan tersebut.&quot;Penurunan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Bali masing-masing sebesar 0,04 poin dan 0,03 poin, mencerminkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>DENPASAR - Di tengah keberhasilan pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 6,54 persen justru terjadi paradoks mengingat warga miskin di Pulau Dewata juga ikut bertambah. Berdasarkan data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, hingga akhir September 2011 tercatat ada 183,1 ribu warga miskin.Padahal pertumbuhan ekonomi Bali di kisaran 6,54 persen berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,5 persen.Fakta tersebut menurut Kepala BPS Bali I Gde Suarsa sebebarnya tidak hanya disebabkan bergesernya garis kemiskinan dari Rp233.172 per kapita per bulan menjadi Rp240.543 per kapita per bulan.&quot;Banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang ingin mengubah nasib di Bali tanpa membawa asetnya ikut berperan menambah jumlah warga miskin,&quot; katanya saat jumpa pers awal tahun di kantornya, Jakarta, Senin (2/1/2012).Di pihak lain, laju pertumbuhan ekonomi Bali yang cukup mengesankan itu ternyata tidak sepenuhnya bisa dirasakan masyarakat. Suarsa menambahkan, jumlah warga miskin sebanyak 183,1 ribu orang itu meningkat 16.900 ribu orang dibandingkan Maret sebanyak 166.200 orang.Kemiskinan merupakan masalah kompleks dan kronis baik nasional maupun regional. Untuk itu, kata Suarsa, penanggulangannya memerlukan strategi yang tepat dan berkelanjutan. Pemerintah lewat program pembangunan yang dilaksanakan selama ini, sebenarnya memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan.Hanya saja, persoalan kemiskinan tetap masih menjadi masalah yang berkepanjangan dan belum terpecahkan dengan baik. Begitu pula dengan Bali yang dikenal sebagai destinasi pariwisata internasional, juga tak luput dari permasalahan tersebut.&quot;Penurunan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Bali masing-masing sebesar 0,04 poin dan 0,03 poin, mencerminkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
