<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 2011, Indonesia Cetak Utang Lewat SBN Rp82,4 T </title><description>Guna membiayai defisit pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011, pemerintah kerap melakukan penerbitan surat utang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/03/20/550741/2011-indonesia-cetak-utang-lewat-sbn-rp82-4-t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/03/20/550741/2011-indonesia-cetak-utang-lewat-sbn-rp82-4-t"/><item><title> 2011, Indonesia Cetak Utang Lewat SBN Rp82,4 T </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/03/20/550741/2011-indonesia-cetak-utang-lewat-sbn-rp82-4-t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/03/20/550741/2011-indonesia-cetak-utang-lewat-sbn-rp82-4-t</guid><pubDate>Selasa 03 Januari 2012 10:35 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/03/20/550741/xx3lBEFCj7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/03/20/550741/xx3lBEFCj7.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Guna membiayai defisit pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011, pemerintah kerap melakukan penerbitan surat utang.Hasilnya, selama 2011 utang pemerintah pada Surat Berharga Negara (SBN) naik Rp82,4 triliun. Mengutip data yang dirilis oleh Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) di website resminya, Selasa (3/1/2012), pada 2011 kepemilikan SBN oleh asing naik Rp27,1 triliun dari Rp195,76 triliun menjadi Rp222,86 triliun.Selain itu, kepemilikan SBN oleh reksa dana turun Rp3,94 triliun dari Rp51,16 triliun di 2010, menjadi Rp47,22 triliun, asuransi tercatat naik Rp13,79 triliun dari Rp79,30 triliun di 2010 menjadi Rp93,09 triliun di 2011, dana pensiun juga merosot Rp2,36 triliun dari Rp36,75 triliun di 2010 menjadi Rp34,39 triliun.Sementara untuk kepemilikan sekuritas dan lainnya tercatat telah meningkat dari Rp43,56 triliun pada 2010, menjadi Rp53,19 triliun pada 2011. Sementara kepemilikan SBN oleh Bank Indonesia (BI) justru merosot tajam Rp9,58 triliun, dari Rp17,42 triliun di 2010 menjadi Rp7,84 triliun di 2011.Sedangkan kepemilikan SBN oleh perbankan juga meningkat Rp47,76 triliun, dari Rp217,27 triliun di 2010, menjadi Rp265,03 triliun pada 2011. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Guna membiayai defisit pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011, pemerintah kerap melakukan penerbitan surat utang.Hasilnya, selama 2011 utang pemerintah pada Surat Berharga Negara (SBN) naik Rp82,4 triliun. Mengutip data yang dirilis oleh Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) di website resminya, Selasa (3/1/2012), pada 2011 kepemilikan SBN oleh asing naik Rp27,1 triliun dari Rp195,76 triliun menjadi Rp222,86 triliun.Selain itu, kepemilikan SBN oleh reksa dana turun Rp3,94 triliun dari Rp51,16 triliun di 2010, menjadi Rp47,22 triliun, asuransi tercatat naik Rp13,79 triliun dari Rp79,30 triliun di 2010 menjadi Rp93,09 triliun di 2011, dana pensiun juga merosot Rp2,36 triliun dari Rp36,75 triliun di 2010 menjadi Rp34,39 triliun.Sementara untuk kepemilikan sekuritas dan lainnya tercatat telah meningkat dari Rp43,56 triliun pada 2010, menjadi Rp53,19 triliun pada 2011. Sementara kepemilikan SBN oleh Bank Indonesia (BI) justru merosot tajam Rp9,58 triliun, dari Rp17,42 triliun di 2010 menjadi Rp7,84 triliun di 2011.Sedangkan kepemilikan SBN oleh perbankan juga meningkat Rp47,76 triliun, dari Rp217,27 triliun di 2010, menjadi Rp265,03 triliun pada 2011. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
