<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Gula Rafinasi Impor Hambat Konsumsi Gula Lokal</title><description>Gula rafinasi asing disinyalir menjadi penyebab rendahnya konsumsi gula domestik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/04/320/551657/gula-rafinasi-impor-hambat-konsumsi-gula-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/04/320/551657/gula-rafinasi-impor-hambat-konsumsi-gula-lokal"/><item><title>  Gula Rafinasi Impor Hambat Konsumsi Gula Lokal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/04/320/551657/gula-rafinasi-impor-hambat-konsumsi-gula-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/04/320/551657/gula-rafinasi-impor-hambat-konsumsi-gula-lokal</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2012 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/04/320/551657/H4NGvDWOIm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/04/320/551657/H4NGvDWOIm.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Gula rafinasi asing disinyalir menjadi penyebab rendahnya konsumsi gula domestik. Meski begitu, pemerintah nampak belum banyak memberikan tindakan yang berarti.Pengamat Pertanian Bustanul Arifin mengatakan, pada 2011 produksi gula rafinasi mencapai 2,2 juta ton dari taraf ideal sebesar 1,7 juta ton yang artinya ada potensi kelebihan sebesar 500 ribu ton gula rafinasi.&quot;Kelebihan tersebut yang akhirnya bocor ke pasar gula konsumsi sehingga mendistorsikan harga gula petani domestik,&quot; ujar Bustanul kala ditemui dalam acara diskusi Format Kedaulatan Gula Nasional, di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (4/1/2012).Hal ini, diperparah sikap pemerintah, yang masih merencanakan izin impor gula mentah sebanyak 1,8 juta ton di 2012, kepada delapan importir pabrik gula rafinasi. &quot;Sehingga berpotensi ancaman baru bagi masa depan industri gula domestik,&quot; terangnya.Bustanul menambahkan, pada dasarnya industri gula rafinasi tidak hanya di diskriminasi lewat bea masuk impor gula mentah, tetapi juga dari status importir produsen (IP), yang umumnya diberikan kepada industri makanan dan minuman milik asing. &quot;Industri gula rafinasi juga umumnya mensyaratkan impor gula dengan spesifikasi sangat khusus yang ditentukan perusahaan induknya di luar negeri,&quot; tegasnya.Selain itu, kebijakan pemerintah ini juga berpotensi menciptakan interlocking system yang tidak memihak kepada petani kecil yang sulit memenuhi persyaratan. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Gula rafinasi asing disinyalir menjadi penyebab rendahnya konsumsi gula domestik. Meski begitu, pemerintah nampak belum banyak memberikan tindakan yang berarti.Pengamat Pertanian Bustanul Arifin mengatakan, pada 2011 produksi gula rafinasi mencapai 2,2 juta ton dari taraf ideal sebesar 1,7 juta ton yang artinya ada potensi kelebihan sebesar 500 ribu ton gula rafinasi.&quot;Kelebihan tersebut yang akhirnya bocor ke pasar gula konsumsi sehingga mendistorsikan harga gula petani domestik,&quot; ujar Bustanul kala ditemui dalam acara diskusi Format Kedaulatan Gula Nasional, di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (4/1/2012).Hal ini, diperparah sikap pemerintah, yang masih merencanakan izin impor gula mentah sebanyak 1,8 juta ton di 2012, kepada delapan importir pabrik gula rafinasi. &quot;Sehingga berpotensi ancaman baru bagi masa depan industri gula domestik,&quot; terangnya.Bustanul menambahkan, pada dasarnya industri gula rafinasi tidak hanya di diskriminasi lewat bea masuk impor gula mentah, tetapi juga dari status importir produsen (IP), yang umumnya diberikan kepada industri makanan dan minuman milik asing. &quot;Industri gula rafinasi juga umumnya mensyaratkan impor gula dengan spesifikasi sangat khusus yang ditentukan perusahaan induknya di luar negeri,&quot; tegasnya.Selain itu, kebijakan pemerintah ini juga berpotensi menciptakan interlocking system yang tidak memihak kepada petani kecil yang sulit memenuhi persyaratan. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
