<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Lifting 2012 Bisa Meleset Lagi</title><description>IAGI memproyeksikan ada kemungkinan  melesetnya produksi minyak di 2012 sebesar 950 ribu barel per hari  (bph).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/05/19/552338/lifting-2012-bisa-meleset-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/05/19/552338/lifting-2012-bisa-meleset-lagi"/><item><title>  Lifting 2012 Bisa Meleset Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/05/19/552338/lifting-2012-bisa-meleset-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/05/19/552338/lifting-2012-bisa-meleset-lagi</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2012 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/05/19/552338/wZD9HJY8uY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/05/19/552338/wZD9HJY8uY.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memproyeksikan ada kemungkinan melesetnya produksi minyak di 2012 sebesar 950 ribu barel per hari (bph).Ketua IAGI Rovicky Dwi Putrohari mengatakan, indikasi penurunan tersebut telah terbaca sejak beberapa tahun terakhir, dimana produksi terus menurun akibat belum ada lagi kegiatan eksplorasi yang mampu menambah jumlah cadangan secara signifikan. &quot;Ancaman ini semakin nyata, penurunan produksi akan berlanjut di masa mendatang,&quot; ujar dia dalam siaran persnya di Jakarta Kamis (5/1/2012).Menurutnya, penurunan produksi yang sangat signifikan terjadi di 2011 dimana tidak tercapainya target yang telah ditetapkan pemerintah. &quot;Dimana dari target 945 ribu bph hanya terealisasi 903,441 ribu bph. Jauh dari capaian 2010 yang sebanyak 944,898 ribu bph,&quot; jelasnya.Dia menghimbau pemerintah lebih serius untuk mengatasi penurunan tersebut dan mendorong untuk kegiatan eksplorasi dan studi geologi untuk mendapatkan prospek lokasi cadangan yang baru. &quot;Oleh karena itu, pemerintah semestinya mengajak pendidikan tinggi ilmu kebumian, asosiasi, BPPT, Lemigas dan Badan Geologi untuk berintegrasi membangun industri perminyakan,&quot; kata dia.Lebih lanjut, Rovicky menyarankan pemerintah untuk membuat para investor lebih tertarik menanamkan modalnya di Indonesia, dengan memberikan tawaran-tawaran maupun insentif yang mampu meningkatkan aktivitas eksplorasi dan produksi migas di berbagai potensi cekungan migas. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memproyeksikan ada kemungkinan melesetnya produksi minyak di 2012 sebesar 950 ribu barel per hari (bph).Ketua IAGI Rovicky Dwi Putrohari mengatakan, indikasi penurunan tersebut telah terbaca sejak beberapa tahun terakhir, dimana produksi terus menurun akibat belum ada lagi kegiatan eksplorasi yang mampu menambah jumlah cadangan secara signifikan. &quot;Ancaman ini semakin nyata, penurunan produksi akan berlanjut di masa mendatang,&quot; ujar dia dalam siaran persnya di Jakarta Kamis (5/1/2012).Menurutnya, penurunan produksi yang sangat signifikan terjadi di 2011 dimana tidak tercapainya target yang telah ditetapkan pemerintah. &quot;Dimana dari target 945 ribu bph hanya terealisasi 903,441 ribu bph. Jauh dari capaian 2010 yang sebanyak 944,898 ribu bph,&quot; jelasnya.Dia menghimbau pemerintah lebih serius untuk mengatasi penurunan tersebut dan mendorong untuk kegiatan eksplorasi dan studi geologi untuk mendapatkan prospek lokasi cadangan yang baru. &quot;Oleh karena itu, pemerintah semestinya mengajak pendidikan tinggi ilmu kebumian, asosiasi, BPPT, Lemigas dan Badan Geologi untuk berintegrasi membangun industri perminyakan,&quot; kata dia.Lebih lanjut, Rovicky menyarankan pemerintah untuk membuat para investor lebih tertarik menanamkan modalnya di Indonesia, dengan memberikan tawaran-tawaran maupun insentif yang mampu meningkatkan aktivitas eksplorasi dan produksi migas di berbagai potensi cekungan migas. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
