<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Baik Naikkan Harga Ketimbang Batasi BBM Subsidi</title><description>Kebijakan pemerintah dalam membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi  dinilai kurang efektif. Adapun, kebijakan menaikkan harga BBM akan  lebih efektif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/07/19/553312/lebih-baik-naikkan-harga-ketimbang-batasi-bbm-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/07/19/553312/lebih-baik-naikkan-harga-ketimbang-batasi-bbm-subsidi"/><item><title>Lebih Baik Naikkan Harga Ketimbang Batasi BBM Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/07/19/553312/lebih-baik-naikkan-harga-ketimbang-batasi-bbm-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/07/19/553312/lebih-baik-naikkan-harga-ketimbang-batasi-bbm-subsidi</guid><pubDate>Sabtu 07 Januari 2012 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/07/19/553312/mdrFJfpt9N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/07/19/553312/mdrFJfpt9N.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan pemerintah dalam membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang efektif. Adapun, kebijakan menaikkan harga BBM akan lebih efektif.&quot;Instrumen harga jauh lebih efektif daripada berputar-putar dengan teori yang dilakukan,&quot; ujar Anggota Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam acara Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/1/2012).Menurutnya, jika pemerintah tetap dengan kebijakan membatasi BBM bersubsidi yang rencananya akan dimulai 1 April 2012 nanti, hal tersebut akan menyulitkan masyarakat. Karena pemerintah belum menyiapkan prasarana yang memadai untuk mendukung kebijakan ini.&quot;Kalau pemerintah ingin membatasi BBM bersubsidi di lapangan, akan sangat menyulitkan pengguna. Selain dia harus menggunakan Pertamax, tetapi ketidaksiapan prasarana juga sangat memngganggu,&quot; ujarnya.Bahkan, berbagai masalah masih kerap terjadi dalam penyaluran BBM ke masyarakat, khususnya di daerah.&quot;Di daerah pun banyak masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, bahkan terjadi penyelundupan BBM di daerah, misalnya di Kalimantan yang menyebabkan harga BBM menjadi tinggi,&quot; jelasnya.Tulus juga mengakui bila di kalangan pemerintah kebijakan ini dianggap sebagai cara yang keliru. Pemerintah dianggap lebih mementingkan kebijakan politik daripada kesejahteraan rakyat.&quot;Sebenarnya dikalangan pemerintah pun paham kalau ini adalah cara yang keliru, tapi ini yang jadi pertimbangan adalah politik. Bukan masalah kesejahteraan rakyat,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan pemerintah dalam membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai kurang efektif. Adapun, kebijakan menaikkan harga BBM akan lebih efektif.&quot;Instrumen harga jauh lebih efektif daripada berputar-putar dengan teori yang dilakukan,&quot; ujar Anggota Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam acara Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/1/2012).Menurutnya, jika pemerintah tetap dengan kebijakan membatasi BBM bersubsidi yang rencananya akan dimulai 1 April 2012 nanti, hal tersebut akan menyulitkan masyarakat. Karena pemerintah belum menyiapkan prasarana yang memadai untuk mendukung kebijakan ini.&quot;Kalau pemerintah ingin membatasi BBM bersubsidi di lapangan, akan sangat menyulitkan pengguna. Selain dia harus menggunakan Pertamax, tetapi ketidaksiapan prasarana juga sangat memngganggu,&quot; ujarnya.Bahkan, berbagai masalah masih kerap terjadi dalam penyaluran BBM ke masyarakat, khususnya di daerah.&quot;Di daerah pun banyak masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, bahkan terjadi penyelundupan BBM di daerah, misalnya di Kalimantan yang menyebabkan harga BBM menjadi tinggi,&quot; jelasnya.Tulus juga mengakui bila di kalangan pemerintah kebijakan ini dianggap sebagai cara yang keliru. Pemerintah dianggap lebih mementingkan kebijakan politik daripada kesejahteraan rakyat.&quot;Sebenarnya dikalangan pemerintah pun paham kalau ini adalah cara yang keliru, tapi ini yang jadi pertimbangan adalah politik. Bukan masalah kesejahteraan rakyat,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
