<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2011 Capai 6,5%</title><description>Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) meyakini prospek ekonomi Indonesia  masih cukup kuat walaupun di tengah ketidakpastian perekonomian global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/12/20/556032/bi-yakin-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-i-2011-capai-6-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/12/20/556032/bi-yakin-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-i-2011-capai-6-5"/><item><title> BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2011 Capai 6,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/12/20/556032/bi-yakin-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-i-2011-capai-6-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/12/20/556032/bi-yakin-pertumbuhan-ekonomi-triwulan-i-2011-capai-6-5</guid><pubDate>Kamis 12 Januari 2012 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/12/20/556032/L7GzE87V2d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/12/20/556032/L7GzE87V2d.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) meyakini prospek ekonomi Indonesia masih cukup kuat walaupun di tengah ketidakpastian perekonomian global.Gubernur BI Darmin Nasution mengtakan, pada triwulan I-2012, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 6,5 persen, ditopang investasi dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.&quot;Peningkatan peringkat utang Indonesia menjadi investment grade, diharapkan akan semakin memperkuat investasi ke depan,&quot; jelas dia saat konferensi pers kondisi triwulan IV-2011 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/1/2012).Sementara itu, Darmin meyakini ekspor akan tetap tumbuh meskipun melambat, sejalan dengan melemahnya ekonomi global. &quot;Secara keseluruhan pada 2012, pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan pada kisaran 6,3-6,7 persen dan akan terakselerasi ke kisaran 6,4-6,8 persen pada 2013 seiring membaiknya ekonomi global,&quot; tutur Darmin.Meski begitu, pihaknya akan terus mewaspadai beberapa faktor risiko terhadap keseimbangan ekonomi makro Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi global yang masih diliputi oleh ketidakpastian yang tinggi, terutama terkait dengan berlarut-larutnya penyelesaian krisis di kawasan Eropa. &quot;BI akan terus berupaya untuk mengoptimalkan peran kebijakan moneter dalam mendorong kapasitas perekonomian, menjaga stabilitas pasar keuangan, dan memitigasi dampak perlambatan ekonomi global, dengan senantiasa menjangkar ekspektasi inflasi ke depan ke arah sasarannya,&quot; kata Darmin. Ke depan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui respons kebijakan suku bunga, kebijakan nilai tukar, kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan capital flows, kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan likuiditas, dan koordinasi kebijakan bersama Pemerintah. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) meyakini prospek ekonomi Indonesia masih cukup kuat walaupun di tengah ketidakpastian perekonomian global.Gubernur BI Darmin Nasution mengtakan, pada triwulan I-2012, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 6,5 persen, ditopang investasi dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.&quot;Peningkatan peringkat utang Indonesia menjadi investment grade, diharapkan akan semakin memperkuat investasi ke depan,&quot; jelas dia saat konferensi pers kondisi triwulan IV-2011 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/1/2012).Sementara itu, Darmin meyakini ekspor akan tetap tumbuh meskipun melambat, sejalan dengan melemahnya ekonomi global. &quot;Secara keseluruhan pada 2012, pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan pada kisaran 6,3-6,7 persen dan akan terakselerasi ke kisaran 6,4-6,8 persen pada 2013 seiring membaiknya ekonomi global,&quot; tutur Darmin.Meski begitu, pihaknya akan terus mewaspadai beberapa faktor risiko terhadap keseimbangan ekonomi makro Indonesia, termasuk perkembangan ekonomi global yang masih diliputi oleh ketidakpastian yang tinggi, terutama terkait dengan berlarut-larutnya penyelesaian krisis di kawasan Eropa. &quot;BI akan terus berupaya untuk mengoptimalkan peran kebijakan moneter dalam mendorong kapasitas perekonomian, menjaga stabilitas pasar keuangan, dan memitigasi dampak perlambatan ekonomi global, dengan senantiasa menjangkar ekspektasi inflasi ke depan ke arah sasarannya,&quot; kata Darmin. Ke depan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui respons kebijakan suku bunga, kebijakan nilai tukar, kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan capital flows, kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan likuiditas, dan koordinasi kebijakan bersama Pemerintah. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
