<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> PT PN III Siap Jadi Induk Holding BUMN Perkebunan</title><description>PT Perkebunan Nusantara (PT PN) III menyatakan kesiapannya untuk  menjadi induk usaha (holding) BUMN  perkebunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/15/320/557451/pt-pn-iii-siap-jadi-induk-holding-bumn-perkebunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/15/320/557451/pt-pn-iii-siap-jadi-induk-holding-bumn-perkebunan"/><item><title> PT PN III Siap Jadi Induk Holding BUMN Perkebunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/15/320/557451/pt-pn-iii-siap-jadi-induk-holding-bumn-perkebunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/15/320/557451/pt-pn-iii-siap-jadi-induk-holding-bumn-perkebunan</guid><pubDate>Minggu 15 Januari 2012 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/15/320/557451/7aNd5G5daL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/15/320/557451/7aNd5G5daL.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; PT Perkebunan Nusantara (PT PN) III menyatakan kesiapannya untuk menjadi induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan. Nilai aset holding BUMN perkebunan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp40 triliun. Kementerian BUMN akan memutuskan satu nama PTPN dari dua calon, yakni PTPN III atau IV, untuk menjadi holding BUMN pada besok atau Selasa 17 Januari, &amp;ldquo;Kami siap jika pemegang saham menujuk PTPN III sebagai holding BUMN kebun,&amp;rdquo; kata Direktur Utama PTPN III, Amri Siregar, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (15/1/2012). Kendati demikian, Amri menambahkan, perusahaan kebun pelat merah yang dipimpinnya menunggu keputusan dari Kementerian BUMN selaku pemagang saham penuh 15 BUMN perkebunan. Namun, dia menuturkan, jika PTPN III dipilih sebagai holding BUMN perkebunan, maka perseroan akan melaksanakan tugas sesuai yang diamanahkan pemegang saham. Untuk tahap awal, mekanisme holding BUMN perkebunan masih dioperasikan sesuai dengan mekanisme holding pupuk dan semen. Amri berharap, holding BUMN perkebunan bisa terbentuk secara resmi&amp;nbsp; pada akhir bulan ini. Pasalnya, terbentuknya holding BUMN perkebunan akan memberi dampak signifikan bagi perusahaan. Salah satunya, nilai aset BUMN&amp;nbsp; perkebunan bisa meningkat menjadi sekitar Rp40 triliun. &amp;ldquo;Nilai korporasi bisa naik mencapai Rp40 triliunan, termasuk leverage,&amp;rdquo; imbuh Amri.&amp;nbsp; Selain itu, nilai kapitalisasi pasar BUMN juga menjadi besar. Kementerian BUMN sempat memperkirakan, nilai kapitalisasi pasar BUMN perkebunan jika sudah terbentuk holding bisa mencapai Rp44 triliun. BUMN perkebunan juga bisa segera melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Adapun, jumlah BUMN perkebunan yang akan digabungkan sebanyak 15 area.&amp;nbsp; Menteri BUMN, Dahlan Iskan, sempat menuturkan setelah holding BUMN terbentuk, pemegang saham akan bersiap untuk melepas sebagian saham tiga BUMN perkebunan. Mereka adalah PT PN V, VII dan XIII lantaran ketiganya dinilai membutuhkan dana segar untuk investasi. Namun, ketiga BUMN perkebunan tersebut diperkirakan baru bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2013.&amp;nbsp; (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; PT Perkebunan Nusantara (PT PN) III menyatakan kesiapannya untuk menjadi induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan. Nilai aset holding BUMN perkebunan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp40 triliun. Kementerian BUMN akan memutuskan satu nama PTPN dari dua calon, yakni PTPN III atau IV, untuk menjadi holding BUMN pada besok atau Selasa 17 Januari, &amp;ldquo;Kami siap jika pemegang saham menujuk PTPN III sebagai holding BUMN kebun,&amp;rdquo; kata Direktur Utama PTPN III, Amri Siregar, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (15/1/2012). Kendati demikian, Amri menambahkan, perusahaan kebun pelat merah yang dipimpinnya menunggu keputusan dari Kementerian BUMN selaku pemagang saham penuh 15 BUMN perkebunan. Namun, dia menuturkan, jika PTPN III dipilih sebagai holding BUMN perkebunan, maka perseroan akan melaksanakan tugas sesuai yang diamanahkan pemegang saham. Untuk tahap awal, mekanisme holding BUMN perkebunan masih dioperasikan sesuai dengan mekanisme holding pupuk dan semen. Amri berharap, holding BUMN perkebunan bisa terbentuk secara resmi&amp;nbsp; pada akhir bulan ini. Pasalnya, terbentuknya holding BUMN perkebunan akan memberi dampak signifikan bagi perusahaan. Salah satunya, nilai aset BUMN&amp;nbsp; perkebunan bisa meningkat menjadi sekitar Rp40 triliun. &amp;ldquo;Nilai korporasi bisa naik mencapai Rp40 triliunan, termasuk leverage,&amp;rdquo; imbuh Amri.&amp;nbsp; Selain itu, nilai kapitalisasi pasar BUMN juga menjadi besar. Kementerian BUMN sempat memperkirakan, nilai kapitalisasi pasar BUMN perkebunan jika sudah terbentuk holding bisa mencapai Rp44 triliun. BUMN perkebunan juga bisa segera melaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Adapun, jumlah BUMN perkebunan yang akan digabungkan sebanyak 15 area.&amp;nbsp; Menteri BUMN, Dahlan Iskan, sempat menuturkan setelah holding BUMN terbentuk, pemegang saham akan bersiap untuk melepas sebagian saham tiga BUMN perkebunan. Mereka adalah PT PN V, VII dan XIII lantaran ketiganya dinilai membutuhkan dana segar untuk investasi. Namun, ketiga BUMN perkebunan tersebut diperkirakan baru bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2013.&amp;nbsp; (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
