<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eropa Memburuk, Menkeu Teruskan Reformasi</title><description>Pemerintah akan terus melakukan reformasi struktural dan reformasi bidang keuangan guna menangkal dampak krisis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/557900/eropa-memburuk-menkeu-teruskan-reformasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/557900/eropa-memburuk-menkeu-teruskan-reformasi"/><item><title>Eropa Memburuk, Menkeu Teruskan Reformasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/557900/eropa-memburuk-menkeu-teruskan-reformasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/557900/eropa-memburuk-menkeu-teruskan-reformasi</guid><pubDate>Senin 16 Januari 2012 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/16/20/557900/EVTDqtGFli.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/16/20/557900/EVTDqtGFli.jpg</image><title>Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kondisi Eropa yang saat ini terus memburuk diyakini akan memberikan dampak negatif ke Indonesia. Oleh karena itu pemerintah akan terus melakukan reformasi struktural dan reformasi bidang keuangan guna menangkal dampaknya.&quot;Jadi kita harus terus melanjutkan reformasi kita yaitu reformasi yang struktural maupun reformasi di bidang keuangan supaya betul-betul kepercayaan dunia kepada Indonesia pada khususnya tetap terjaga,&quot; ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/1/2012).Lebih lanjut, Agus mengaku penurunan rating Eropa ini adalah cerminan pandangan dunia yang memastikan krisis di Eropa belum usai. Ditambahkannya, dengan adanya downgrade rating Eropa ini akan membuat pelaku ekonomi termasuk investor akan akan mereview ulang investasi mereka.&quot;Saya itu kalau sudah ada perubahan downgrade, secara umum semua pelaku ekonomi, investor, pasti melakukan review ulang investasi mereka baik itu portofolio ataupun rencana ekspansi dan lain-lain. Jadi kalau terjadi ada downgrade itu sebetulnya men-confirm pandangan dunia bahwa di Eropa itu belum selesai,&quot; tegasnya.Menurut Agus dengan adanya penurunan peringkat Eropa ini juga akan membuat para investor menahan nafsu modal mereka serta mengurangi portofolio atau membuat yield yang diminta lebih tinggi. &quot;Jadi kita mesti waspadai,&quot; tutupnya.Sebelumnya, pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko, menilai pemangkasan rating surat utang sembilan negara eropa oleh lembaga pemeringkat Standard and Poors (S&amp;amp;P) sudah diprediksi sejak awal.Kondisi ekonomi negara-negara kawasan Eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, merupakan salah satu faktor penilaian. Lembaga pemeringkat cenderung melihat kondisi perekonomian negara Eropa dalam jangka menengah, sebelum akhirnya memutuskan melakukan penilaian terhadap peringkat obligasi negara.&quot;Dengan kata lain, rating yang turun merupakan cerminan prospek ekonomi jangka menengah yang semakin buruk,&quot; tegas Prasetyantoko kala dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu.Rating surat utang negara, didasarkan atas rasio utang suatu negara, pengelolaan anggaran negara yang prudent dengan kemampuan menjaga defisit, pengelolaan moneter yang kredibel serta kemampuan membayar utang.Kondisi di Eropa, diyakini semakin membahayakan. Surat utang negara-negara Eropa lainnya berpotensi diturunkan juga jika tidak berhati-hati dalam pengelolaan sistem perekonomiannya. Dia melihat, tren saat ini dan jangka menengah, semakin banyak negara yang potensi ekonomi turun dan berdampak pada kepercayaan investor.</description><content:encoded>JAKARTA - Kondisi Eropa yang saat ini terus memburuk diyakini akan memberikan dampak negatif ke Indonesia. Oleh karena itu pemerintah akan terus melakukan reformasi struktural dan reformasi bidang keuangan guna menangkal dampaknya.&quot;Jadi kita harus terus melanjutkan reformasi kita yaitu reformasi yang struktural maupun reformasi di bidang keuangan supaya betul-betul kepercayaan dunia kepada Indonesia pada khususnya tetap terjaga,&quot; ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/1/2012).Lebih lanjut, Agus mengaku penurunan rating Eropa ini adalah cerminan pandangan dunia yang memastikan krisis di Eropa belum usai. Ditambahkannya, dengan adanya downgrade rating Eropa ini akan membuat pelaku ekonomi termasuk investor akan akan mereview ulang investasi mereka.&quot;Saya itu kalau sudah ada perubahan downgrade, secara umum semua pelaku ekonomi, investor, pasti melakukan review ulang investasi mereka baik itu portofolio ataupun rencana ekspansi dan lain-lain. Jadi kalau terjadi ada downgrade itu sebetulnya men-confirm pandangan dunia bahwa di Eropa itu belum selesai,&quot; tegasnya.Menurut Agus dengan adanya penurunan peringkat Eropa ini juga akan membuat para investor menahan nafsu modal mereka serta mengurangi portofolio atau membuat yield yang diminta lebih tinggi. &quot;Jadi kita mesti waspadai,&quot; tutupnya.Sebelumnya, pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko, menilai pemangkasan rating surat utang sembilan negara eropa oleh lembaga pemeringkat Standard and Poors (S&amp;amp;P) sudah diprediksi sejak awal.Kondisi ekonomi negara-negara kawasan Eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, merupakan salah satu faktor penilaian. Lembaga pemeringkat cenderung melihat kondisi perekonomian negara Eropa dalam jangka menengah, sebelum akhirnya memutuskan melakukan penilaian terhadap peringkat obligasi negara.&quot;Dengan kata lain, rating yang turun merupakan cerminan prospek ekonomi jangka menengah yang semakin buruk,&quot; tegas Prasetyantoko kala dihubungi di Jakarta, akhir pekan lalu.Rating surat utang negara, didasarkan atas rasio utang suatu negara, pengelolaan anggaran negara yang prudent dengan kemampuan menjaga defisit, pengelolaan moneter yang kredibel serta kemampuan membayar utang.Kondisi di Eropa, diyakini semakin membahayakan. Surat utang negara-negara Eropa lainnya berpotensi diturunkan juga jika tidak berhati-hati dalam pengelolaan sistem perekonomiannya. Dia melihat, tren saat ini dan jangka menengah, semakin banyak negara yang potensi ekonomi turun dan berdampak pada kepercayaan investor.</content:encoded></item></channel></rss>
