<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Pemerintah Ragu Terbitkan Euro Bond</title><description>Ketakutan pemerintah adalah penerbitan Euro Bond tidak akan laku di sana.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/558110/pemerintah-ragu-terbitkan-euro-bond</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/558110/pemerintah-ragu-terbitkan-euro-bond"/><item><title> Pemerintah Ragu Terbitkan Euro Bond</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/558110/pemerintah-ragu-terbitkan-euro-bond</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/16/20/558110/pemerintah-ragu-terbitkan-euro-bond</guid><pubDate>Senin 16 Januari 2012 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/16/20/558110/rX69ilfaVy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/16/20/558110/rX69ilfaVy.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengatakan saat ini masih wait and see terkait penerbitan Euro Bond. Hal ini dikatakan karena ketakutan pemerintah kalau penerbitan Euro Bond tidak akan laku di sana.&quot;Kita belum pernah menetapkan itu sebagai program, jadi wait and see saja. Sementara untuk global pasar di Amerika Serikat (AS) karena lebih likuid,&quot; ungkap Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto ketika ditemui di di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/1/2012).Sementara untuk obligasi berdenominasi yen atau yang kerap disebut Samurai Bond, juga masih menunggu kepastian. Pasalnya, investor Jepang meminta bond dengan status investment grade.&quot;Kita wait and see, kalau kita investment grade ada rating agency lagi yang menaikkan mungkin bisa cepat saja ke Jepang, karena investor Jepang kan mintanya investment grade,&quot; pungkasnya.Seperti diketahui, pemerintah menargetkan utang sebesar Rp250 triliun di 2012. Adapun utang tersebut, diperoleh dari Surat Berharga Negara (SBN), Surat Berharga Syariah (Sukuk) dan lain-lain, termasuk Samurai Bond di dalamnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengatakan saat ini masih wait and see terkait penerbitan Euro Bond. Hal ini dikatakan karena ketakutan pemerintah kalau penerbitan Euro Bond tidak akan laku di sana.&quot;Kita belum pernah menetapkan itu sebagai program, jadi wait and see saja. Sementara untuk global pasar di Amerika Serikat (AS) karena lebih likuid,&quot; ungkap Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto ketika ditemui di di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (16/1/2012).Sementara untuk obligasi berdenominasi yen atau yang kerap disebut Samurai Bond, juga masih menunggu kepastian. Pasalnya, investor Jepang meminta bond dengan status investment grade.&quot;Kita wait and see, kalau kita investment grade ada rating agency lagi yang menaikkan mungkin bisa cepat saja ke Jepang, karena investor Jepang kan mintanya investment grade,&quot; pungkasnya.Seperti diketahui, pemerintah menargetkan utang sebesar Rp250 triliun di 2012. Adapun utang tersebut, diperoleh dari Surat Berharga Negara (SBN), Surat Berharga Syariah (Sukuk) dan lain-lain, termasuk Samurai Bond di dalamnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
