<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Pemerintah Harus Konsisten Setop Impor Garam</title><description>Apabila pemerintah mengabaikan komitmennya, maka akan membuat petani garam kecewa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/320/558601/pemerintah-harus-konsisten-setop-impor-garam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/320/558601/pemerintah-harus-konsisten-setop-impor-garam"/><item><title>  Pemerintah Harus Konsisten Setop Impor Garam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/320/558601/pemerintah-harus-konsisten-setop-impor-garam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/320/558601/pemerintah-harus-konsisten-setop-impor-garam</guid><pubDate>Selasa 17 Januari 2012 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/17/320/558601/h9iGcBMpOw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/17/320/558601/h9iGcBMpOw.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah harus konsisten menghentikan impor garam. Apabila pemerintah mengabaikan komitmennya, maka akan membuat petani garam kecewa sehingga berdampak pada menurunnya produktifitas produksi garam nasional. Anggota Komisi IV DPR Hermanto mengingatkan, seharusnya pemerintah mendorong peningkatan produktiviitas produksi garam baik dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi produksi. Lebih lanjut, Politisi PKS ini berharap agar Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan terobosan dengan melakukan revitalisasi usaha garam yang dikelola masyarakat salah satunya dengan membenahi tambak garam.&quot;Revitalisasi tambak bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk garam yang dikelola masyarakat. Diharapkan program revitalisasi tambak akan mampu meningkatkan kualitas produk garam sehingga memiliki daya saing tinggi,&quot; jelas dia dalam siaran persnya kepada okezone, Selasa (17/1/2012).Hermanto menegaskan, yang penting adalah bagaimana target swasembada garam nasional pada 2014 yang telah diluncurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara konsisten dilaksanakan melalui tiga strategi.Pertama, intensifikasi yang dilakukan melalui rehabilitasi prasarana seperti sewa tambak, pembuatan dan perbaikan saluran tambak, pembuatan dan perbaikan tanggul, pembuatan dan perbaikan gudang, pemadatan tanah dan meja jemur dan sarana pompa, kincir angin, gerobak sorong, timbangan, bahan aditif dan peralatan tambak lainnya usaha garam rakyat. Kedua, revitalisasi yang dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana usaha garam rakyat. Ketiga, melakukan inovasi teknologi. &quot;Seharusnya dengan tingginya kebutuhan garam nasional yang mencapai tiga juta ton baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri, harusnya menjadi peluang bagi pemerintah mengenjot produksi garam nasional yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; tutur dia. Dia menilai, momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil produksi garam nasional melalui intensifikasi dan ekstensifikasi produksi. &quot;Bukan sebaliknya, kekurangan produksi langsung di atasi dengan impor,&quot; pungkasnya. Sebagai gambaran, berdasarkan perhitungan Kementerian Perindustrian, volume produksi garam nasional hanya sebanyak satu juta ton. Artinya dengan potensi pasar demikian menjadi dasar untuk meningkatkan hasil produksi garam nasional. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah harus konsisten menghentikan impor garam. Apabila pemerintah mengabaikan komitmennya, maka akan membuat petani garam kecewa sehingga berdampak pada menurunnya produktifitas produksi garam nasional. Anggota Komisi IV DPR Hermanto mengingatkan, seharusnya pemerintah mendorong peningkatan produktiviitas produksi garam baik dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi produksi. Lebih lanjut, Politisi PKS ini berharap agar Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan terobosan dengan melakukan revitalisasi usaha garam yang dikelola masyarakat salah satunya dengan membenahi tambak garam.&quot;Revitalisasi tambak bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk garam yang dikelola masyarakat. Diharapkan program revitalisasi tambak akan mampu meningkatkan kualitas produk garam sehingga memiliki daya saing tinggi,&quot; jelas dia dalam siaran persnya kepada okezone, Selasa (17/1/2012).Hermanto menegaskan, yang penting adalah bagaimana target swasembada garam nasional pada 2014 yang telah diluncurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara konsisten dilaksanakan melalui tiga strategi.Pertama, intensifikasi yang dilakukan melalui rehabilitasi prasarana seperti sewa tambak, pembuatan dan perbaikan saluran tambak, pembuatan dan perbaikan tanggul, pembuatan dan perbaikan gudang, pemadatan tanah dan meja jemur dan sarana pompa, kincir angin, gerobak sorong, timbangan, bahan aditif dan peralatan tambak lainnya usaha garam rakyat. Kedua, revitalisasi yang dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana usaha garam rakyat. Ketiga, melakukan inovasi teknologi. &quot;Seharusnya dengan tingginya kebutuhan garam nasional yang mencapai tiga juta ton baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri, harusnya menjadi peluang bagi pemerintah mengenjot produksi garam nasional yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&quot; tutur dia. Dia menilai, momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil produksi garam nasional melalui intensifikasi dan ekstensifikasi produksi. &quot;Bukan sebaliknya, kekurangan produksi langsung di atasi dengan impor,&quot; pungkasnya. Sebagai gambaran, berdasarkan perhitungan Kementerian Perindustrian, volume produksi garam nasional hanya sebanyak satu juta ton. Artinya dengan potensi pasar demikian menjadi dasar untuk meningkatkan hasil produksi garam nasional. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
