<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Omzet Pernak-Pernik Imlek Capai Rp25 Juta/Hari</title><description>MENJELANG hari raya, masyarakat kerap mencari pernak-pernik yang  digunakan untuk menghiasai atau pun memeriahkan hari raya tersebut.  Tidak heran, menjelang hari raya banyak yang beralih menjadi pedagang musiman yang menjual  pernak-pernik tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/455/558202/omzet-pernak-pernik-imlek-capai-rp25-juta-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/455/558202/omzet-pernak-pernik-imlek-capai-rp25-juta-hari"/><item><title>Omzet Pernak-Pernik Imlek Capai Rp25 Juta/Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/455/558202/omzet-pernak-pernik-imlek-capai-rp25-juta-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/17/455/558202/omzet-pernak-pernik-imlek-capai-rp25-juta-hari</guid><pubDate>Selasa 17 Januari 2012 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/16/455/558202/YbsbZo0Htx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang pernak-pernik menjajakan dagangannya di Pasar Baru. Foto: okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/16/455/558202/YbsbZo0Htx.jpg</image><title>Pedagang pernak-pernik menjajakan dagangannya di Pasar Baru. Foto: okezone</title></images><description>MENJELANG hari raya, masyarakat kerap mencari pernak-pernik yang digunakan untuk menghiasai atau pun memeriahkan hari raya tersebut. Tidak heran, menjelang hari-hari raya seperti Natal, Tahun Baru, dan Imlek sehingga banyak yang beralih menjadi pedagang musiman yang menjual pernak-pernik tersebut.Contoh saja pria paruh baya Pemilik toko Indah Alam yang akrab dipanggil Asbun di Pasar Asemka. Pak Asbun yang menjual pernak-pernik untuk Imlek menjelang tahun baru China tersebut, mengaku omzetnya bisa mencapai sekira Rp20 juta-Rp25 juta per hari.&quot;Jual seperti ini hanya musiman. Jual pernak-pernik imlek dimulai dari Januari. Omzetnya kalau sinchia (pernak-pernik) Rp20 juta-Rp25 juta,&quot; tuturnya kala berbincang dengan okezone di Jakarta beberapa waktu lalu.Menurutnya, penjualan musiman ini memang menggiurkan, terlebih ketika adanya perayaan Natal. &quot;Kalau Natal kita jual (omzetnya) hampir Rp100 juta per bulan,&quot; tambahnya.Layaknya barang musiman, barang yang paling banyak dicari juga barang yang berhubungan dengan Shio saat ini, yakni Naga. &quot;Seperti lampion bergambar naga, patung naga, angpau naga dan raja uang yang dipercaya membawa keberuntungan atau hoki kepada orang yang mempunyai barang-barang tersebut,&quot; jelas dia.Selain itu, Asbun mengungkapkan barang lainnya yang menjadi ciri khas imlek adalah Bunga Sakura. Bunga sakura banyak dicari karena suasananya memang menunjukkan simbol Imlek tersebut. &quot;Bunga Sakura juga banyak yang nyari selain barang-barang Imlek lainnya,&quot; ungkap pedagang yang sehari-hari menjual bunga itu.Dia menambahkan, memang kebanyakan konsumennya warga keturunan China, namun tak sedikit pula warga Indonesia yang membeli pernak pernik untuk imlek ini. &quot;Mereka bilang kami memang mengikuti perayaan Imlek karena nenek moyangnya mungkin orang China,&quot; lanjutnya.Senada dengan Asbun, pertokoan di pusat kota, tepatnya Pasar baru, di mana kebanyakan warga Tionghoa tinggal juga terdapat pedagang musiman pernak-pernik khas hari raya. Ardi misalnya, pedagang pernak-pernik Imlek ini mengaku memang menjajakan pernak-pernik hanya saat hari raya saja. &quot;Saya dagang musiman tetapi tiap tahun tahun selalu dagang ini,&quot; ungkap Ardi.Dia mengatakan, berdagang pernak-pernik saat hari raya memang cukup menjanjikan. &quot;Omzet bisa Rp500 ribu-Rp750 ribu tahun lalu. Sekarang bisa sampai Rp1 juta per hari,&quot; jelasnya.Sama seperti Asbun, Ardi mengungkapkan, kebanyakan barang dagangannya tersebut dibeli orang keturunan China, tapi tak jarang juga orang lokal yang membeli. &quot;Biasanya kalau orang lokal beli lampion buat dipasang kantor. Biasanya mereka pesan banyak ke kita,&quot; tuturnya.Menurutnya, pernak-pernik yang paling banyak diminati adalah angpau yang sesuai dengan shio tahun ini. &quot;Angpau shio naga yang banyak dibeli karena memang sekarang shionya naga,&quot; tegasnya.Lebih lanjut, Ardi menambahkan, biasanya menjual pernak-pernik ini dari seminggu sebelum Imlek hingga Cap Go Meh atau 15 hari setelah Imlek. &quot;Setelah itu saya dagang kaca mata seperti biasa,&quot; pungkas Ardi.Sementara itu, salah satu pembeli bernama Yanto mengatakan, lampion dan Raja Uang atau Hook menjadi barang yang paling dicari karena dipercaya dapat memberikan rejeki di perayaan Imlek setiap tahunnya.&quot;Kami setiap tahun selalu membeli barang-barang khas Imlek karena memang dikatakan bisa dapat keberuntungan atau Hoki kepada pemegang barang tersebut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>MENJELANG hari raya, masyarakat kerap mencari pernak-pernik yang digunakan untuk menghiasai atau pun memeriahkan hari raya tersebut. Tidak heran, menjelang hari-hari raya seperti Natal, Tahun Baru, dan Imlek sehingga banyak yang beralih menjadi pedagang musiman yang menjual pernak-pernik tersebut.Contoh saja pria paruh baya Pemilik toko Indah Alam yang akrab dipanggil Asbun di Pasar Asemka. Pak Asbun yang menjual pernak-pernik untuk Imlek menjelang tahun baru China tersebut, mengaku omzetnya bisa mencapai sekira Rp20 juta-Rp25 juta per hari.&quot;Jual seperti ini hanya musiman. Jual pernak-pernik imlek dimulai dari Januari. Omzetnya kalau sinchia (pernak-pernik) Rp20 juta-Rp25 juta,&quot; tuturnya kala berbincang dengan okezone di Jakarta beberapa waktu lalu.Menurutnya, penjualan musiman ini memang menggiurkan, terlebih ketika adanya perayaan Natal. &quot;Kalau Natal kita jual (omzetnya) hampir Rp100 juta per bulan,&quot; tambahnya.Layaknya barang musiman, barang yang paling banyak dicari juga barang yang berhubungan dengan Shio saat ini, yakni Naga. &quot;Seperti lampion bergambar naga, patung naga, angpau naga dan raja uang yang dipercaya membawa keberuntungan atau hoki kepada orang yang mempunyai barang-barang tersebut,&quot; jelas dia.Selain itu, Asbun mengungkapkan barang lainnya yang menjadi ciri khas imlek adalah Bunga Sakura. Bunga sakura banyak dicari karena suasananya memang menunjukkan simbol Imlek tersebut. &quot;Bunga Sakura juga banyak yang nyari selain barang-barang Imlek lainnya,&quot; ungkap pedagang yang sehari-hari menjual bunga itu.Dia menambahkan, memang kebanyakan konsumennya warga keturunan China, namun tak sedikit pula warga Indonesia yang membeli pernak pernik untuk imlek ini. &quot;Mereka bilang kami memang mengikuti perayaan Imlek karena nenek moyangnya mungkin orang China,&quot; lanjutnya.Senada dengan Asbun, pertokoan di pusat kota, tepatnya Pasar baru, di mana kebanyakan warga Tionghoa tinggal juga terdapat pedagang musiman pernak-pernik khas hari raya. Ardi misalnya, pedagang pernak-pernik Imlek ini mengaku memang menjajakan pernak-pernik hanya saat hari raya saja. &quot;Saya dagang musiman tetapi tiap tahun tahun selalu dagang ini,&quot; ungkap Ardi.Dia mengatakan, berdagang pernak-pernik saat hari raya memang cukup menjanjikan. &quot;Omzet bisa Rp500 ribu-Rp750 ribu tahun lalu. Sekarang bisa sampai Rp1 juta per hari,&quot; jelasnya.Sama seperti Asbun, Ardi mengungkapkan, kebanyakan barang dagangannya tersebut dibeli orang keturunan China, tapi tak jarang juga orang lokal yang membeli. &quot;Biasanya kalau orang lokal beli lampion buat dipasang kantor. Biasanya mereka pesan banyak ke kita,&quot; tuturnya.Menurutnya, pernak-pernik yang paling banyak diminati adalah angpau yang sesuai dengan shio tahun ini. &quot;Angpau shio naga yang banyak dibeli karena memang sekarang shionya naga,&quot; tegasnya.Lebih lanjut, Ardi menambahkan, biasanya menjual pernak-pernik ini dari seminggu sebelum Imlek hingga Cap Go Meh atau 15 hari setelah Imlek. &quot;Setelah itu saya dagang kaca mata seperti biasa,&quot; pungkas Ardi.Sementara itu, salah satu pembeli bernama Yanto mengatakan, lampion dan Raja Uang atau Hook menjadi barang yang paling dicari karena dipercaya dapat memberikan rejeki di perayaan Imlek setiap tahunnya.&quot;Kami setiap tahun selalu membeli barang-barang khas Imlek karena memang dikatakan bisa dapat keberuntungan atau Hoki kepada pemegang barang tersebut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
