<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Layak Raih Investasi Berkualitas</title><description>Indonesia dinilai berpeluang mendapatkan investasi yang lebih berkualitas terkait investment grade yang diberikan Moodys.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/19/20/559784/ri-layak-raih-investasi-berkualitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/19/20/559784/ri-layak-raih-investasi-berkualitas"/><item><title>RI Layak Raih Investasi Berkualitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/19/20/559784/ri-layak-raih-investasi-berkualitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/19/20/559784/ri-layak-raih-investasi-berkualitas</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2012 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/19/20/559784/evyxeQ5tH9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/19/20/559784/evyxeQ5tH9.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dinilai berpeluang mendapatkan investasi yang lebih berkualitas terkait investment grade yang diberikan Moodys.Pengamat ekonomi Latief Adam mengatakan investasi yang masuk akan lebih berkualitas dan akan mencapai Rp298,4 triliun dengan rincian PMA sebesar Rp210,7 triliun dan PMDN sebesar Rp88,7 triliun.&quot;Investasi tersebut melebihi target pemerintah yang sebesar Rp283,5 triliun dengan rincian PMA sebesar Rp206,8 triliun dan PMDN Rp76,7 triliun,&quot; ujarnya yang ditemui dalam acara Indonesia Infrastructure Outlook di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (19/1/2012).Menurutnya dengan adanya peluang tersebut akan menumbuhkan populasi kelas menengah dan peningkatan per kapita. &quot;Walau pun devisa negara menurun tetapi fundamental perekonomian kita tetap kuat,&quot; tegasnya.Namun, lanjut dia inflasi masih menjadi ancaman karena depresiasi dan kebijakan subsidi dan TDL yang ditetapkan pemerintah.&quot;Ancaman juga terjadi dari sektor ekspor kita yang kelihatan penurunan. Ekspor ke Eropa hanya mampu sebesar 12,6 persen, ke Amerika Serikat hanya 9,7 persen, China hanya 13,1 persen dan Jepang hanya 11,27 persen,&quot; jelasnya.Oleh sebab itu pemerintah diminta meningkatkan empat prasyarat dasar dalam menjaga fundamental perekonomian tetap kuat yaitu stabilitas ekonomi makro, kepastian hukum kepada investor, birokrasi dan infrastruktur dan kualitas SDM.&quot;Sehingga pertumbuhan ekonomi dipastikan menurun menjadi 6,5 persen sedangkan perkiraan pemerintah pertumbuhan ekonomi berada di 6,7 persen,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dinilai berpeluang mendapatkan investasi yang lebih berkualitas terkait investment grade yang diberikan Moodys.Pengamat ekonomi Latief Adam mengatakan investasi yang masuk akan lebih berkualitas dan akan mencapai Rp298,4 triliun dengan rincian PMA sebesar Rp210,7 triliun dan PMDN sebesar Rp88,7 triliun.&quot;Investasi tersebut melebihi target pemerintah yang sebesar Rp283,5 triliun dengan rincian PMA sebesar Rp206,8 triliun dan PMDN Rp76,7 triliun,&quot; ujarnya yang ditemui dalam acara Indonesia Infrastructure Outlook di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (19/1/2012).Menurutnya dengan adanya peluang tersebut akan menumbuhkan populasi kelas menengah dan peningkatan per kapita. &quot;Walau pun devisa negara menurun tetapi fundamental perekonomian kita tetap kuat,&quot; tegasnya.Namun, lanjut dia inflasi masih menjadi ancaman karena depresiasi dan kebijakan subsidi dan TDL yang ditetapkan pemerintah.&quot;Ancaman juga terjadi dari sektor ekspor kita yang kelihatan penurunan. Ekspor ke Eropa hanya mampu sebesar 12,6 persen, ke Amerika Serikat hanya 9,7 persen, China hanya 13,1 persen dan Jepang hanya 11,27 persen,&quot; jelasnya.Oleh sebab itu pemerintah diminta meningkatkan empat prasyarat dasar dalam menjaga fundamental perekonomian tetap kuat yaitu stabilitas ekonomi makro, kepastian hukum kepada investor, birokrasi dan infrastruktur dan kualitas SDM.&quot;Sehingga pertumbuhan ekonomi dipastikan menurun menjadi 6,5 persen sedangkan perkiraan pemerintah pertumbuhan ekonomi berada di 6,7 persen,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
