<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Inflasi Diharapkan Tidak Pengaruhi BI Rate</title><description>Potensi kenaikan inflasi pada 2012, diharapkan tidak akan mendongkrak  suku bunga acuan Bank Indonesia atau kerap disebut BI Rate.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/20/563817/inflasi-diharapkan-tidak-pengaruhi-bi-rate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/20/563817/inflasi-diharapkan-tidak-pengaruhi-bi-rate"/><item><title> Inflasi Diharapkan Tidak Pengaruhi BI Rate</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/20/563817/inflasi-diharapkan-tidak-pengaruhi-bi-rate</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/20/563817/inflasi-diharapkan-tidak-pengaruhi-bi-rate</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2012 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/26/20/563817/rOhaC85mot.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/26/20/563817/rOhaC85mot.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Potensi kenaikan inflasi pada 2012, diharapkan tidak akan mendongkrak suku bunga acuan Bank Indonesia atau kerap disebut BI Rate.&quot;Inflasi kita di 2011 sebesar 3,79 persen. Namun, jika inflasi pada tahun ini mencapai lima persen, menurut saya BI tidak perlu menaikkan BI Rate. masih bisa ditahan,&quot; ungkap Chief Economist PT CIMB Niaga Tbk (BNLI) Winang Budoyo, kala ditemui dalam acara Investment Strategy and Oppurtunity Volatile Market, Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (26/1/2012).Menurutnya, potensi kenaikan inflasi tersebut diakibatkan oleh adanya kebijakan dari pemrintah dalam negeri, yaitu kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebsar 10 persen dan rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012 mendatang.Di sisi lain, selain potensi kenaikan inflasi, winang juga mengingatkan adanya potensi sudden reverseal yang dapat terjadi pada tahun ini dikarenakan masih terjadinya krisis perekonomian di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS).&quot;Oleh karena itu kita perlu menjaga momentum investment grade yang baru kita dapat ini. Jangan sampai, krisis perekonomian global yang saat ini sedang terjadi dapat menimbulkan sudden reverseal sehingga dapat mengguncang perekonomoian kita,&quot; pungkasnya.BI sendiri mematok suku bungannya di kisaran enam persen guna menjaga stabilitas keuangan di tengah guncangan akibat krisis utang yang menghantam di Eropa dan Amerika Serikat (AS). (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Potensi kenaikan inflasi pada 2012, diharapkan tidak akan mendongkrak suku bunga acuan Bank Indonesia atau kerap disebut BI Rate.&quot;Inflasi kita di 2011 sebesar 3,79 persen. Namun, jika inflasi pada tahun ini mencapai lima persen, menurut saya BI tidak perlu menaikkan BI Rate. masih bisa ditahan,&quot; ungkap Chief Economist PT CIMB Niaga Tbk (BNLI) Winang Budoyo, kala ditemui dalam acara Investment Strategy and Oppurtunity Volatile Market, Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (26/1/2012).Menurutnya, potensi kenaikan inflasi tersebut diakibatkan oleh adanya kebijakan dari pemrintah dalam negeri, yaitu kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebsar 10 persen dan rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012 mendatang.Di sisi lain, selain potensi kenaikan inflasi, winang juga mengingatkan adanya potensi sudden reverseal yang dapat terjadi pada tahun ini dikarenakan masih terjadinya krisis perekonomian di kawasan Eropa dan Amerika Serikat (AS).&quot;Oleh karena itu kita perlu menjaga momentum investment grade yang baru kita dapat ini. Jangan sampai, krisis perekonomian global yang saat ini sedang terjadi dapat menimbulkan sudden reverseal sehingga dapat mengguncang perekonomoian kita,&quot; pungkasnya.BI sendiri mematok suku bungannya di kisaran enam persen guna menjaga stabilitas keuangan di tengah guncangan akibat krisis utang yang menghantam di Eropa dan Amerika Serikat (AS). (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
