<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bidik Ekspor ke Rusia Tembus USD5 Miliar</title><description>Ekspor Indonesia ke Rusia saat ini juga masih tergolong kecil, yaitu  hanya USD1,6 miliar.&amp;nbsp; Tapi ekspor Rusia  ini ditargetkan tembus USD5 miliar pada tahun 2014-2015 nanti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/320/563805/ri-bidik-ekspor-ke-rusia-tembus-usd5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/320/563805/ri-bidik-ekspor-ke-rusia-tembus-usd5-miliar"/><item><title>RI Bidik Ekspor ke Rusia Tembus USD5 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/320/563805/ri-bidik-ekspor-ke-rusia-tembus-usd5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/26/320/563805/ri-bidik-ekspor-ke-rusia-tembus-usd5-miliar</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2012 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/26/320/563805/Cm7YwIWaze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/26/320/563805/Cm7YwIWaze.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kerja sama antara Indonesia dan Rusia hingga saat ini masih tergolong kecil. Hal ini dapat dilihat dari nilai investasi Rusia di Indonesia pada tahun 2010 yang hanya USD1,7 Miliar dan ini masih sangat rendah dibanding negara Asean lainnya.Duta besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan rendahnya kerja sama Indonesia dengan Rusia ini salah satunya disebabkan karena adanya perbedaan sistem perbankan antara Indonesia dan Rusia.&quot;Tapi nilai perdagangan meningkat 12,11 persen dalam lima tahun terakhir. Investasi masih rendah di banding negara Asean lainnya,&quot; ungkapnya ketika ditemui di Hipmi Centre, Palma One, Kuningan, Jakarta.Lebih lanjut dia mengatakan, untuk ekspor Indonesia ke Rusia saat ini juga masih tergolong kecil, yaitu hanya USD1,6 miliar. Walaupun demikian dia menargetkan ekspor ke Rusia ini akan tembus USD5 miliar pada tahun 2014-2015 nanti. Selain ekspor menurutnya pariwisata Indonesia juga sangat menjanjikan di mata Rusia.&quot;Ekspor ke Rusia kopi, CPO, coklat ,pakaian. Tapi sektor pariwisata kita sangat menjanjikan dan dilihat dari pada tahun 2005 hanya 20.000 dan sekarang sudah tembus 80 ribu,&quot; imbuhnya.Di kesempatan lain Ketua Hipmi Raja Sapta Oktohari mengatakan Rusia merupakan sebuah peluang untuk Indonesia melakukan ekspansi usaha terlebih lagi di bidang pariwisata. Menurutnya yang menjadi kendala pariwisata ini adalah tidak adanya penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia.&quot;Ini membuka peluang ekspansi ke Rusia. Kerja sama dengan Rusia sudah lama, dan pariwisata seperti Lombok dan Manado kedatangan turis turis Rusia, Hipmi dan teman pengusaha melihat Rusia adalah peluang bisnis yang cukup menjanjikan karena ada 18 juta muslim di Rusia,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kerja sama antara Indonesia dan Rusia hingga saat ini masih tergolong kecil. Hal ini dapat dilihat dari nilai investasi Rusia di Indonesia pada tahun 2010 yang hanya USD1,7 Miliar dan ini masih sangat rendah dibanding negara Asean lainnya.Duta besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan rendahnya kerja sama Indonesia dengan Rusia ini salah satunya disebabkan karena adanya perbedaan sistem perbankan antara Indonesia dan Rusia.&quot;Tapi nilai perdagangan meningkat 12,11 persen dalam lima tahun terakhir. Investasi masih rendah di banding negara Asean lainnya,&quot; ungkapnya ketika ditemui di Hipmi Centre, Palma One, Kuningan, Jakarta.Lebih lanjut dia mengatakan, untuk ekspor Indonesia ke Rusia saat ini juga masih tergolong kecil, yaitu hanya USD1,6 miliar. Walaupun demikian dia menargetkan ekspor ke Rusia ini akan tembus USD5 miliar pada tahun 2014-2015 nanti. Selain ekspor menurutnya pariwisata Indonesia juga sangat menjanjikan di mata Rusia.&quot;Ekspor ke Rusia kopi, CPO, coklat ,pakaian. Tapi sektor pariwisata kita sangat menjanjikan dan dilihat dari pada tahun 2005 hanya 20.000 dan sekarang sudah tembus 80 ribu,&quot; imbuhnya.Di kesempatan lain Ketua Hipmi Raja Sapta Oktohari mengatakan Rusia merupakan sebuah peluang untuk Indonesia melakukan ekspansi usaha terlebih lagi di bidang pariwisata. Menurutnya yang menjadi kendala pariwisata ini adalah tidak adanya penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia.&quot;Ini membuka peluang ekspansi ke Rusia. Kerja sama dengan Rusia sudah lama, dan pariwisata seperti Lombok dan Manado kedatangan turis turis Rusia, Hipmi dan teman pengusaha melihat Rusia adalah peluang bisnis yang cukup menjanjikan karena ada 18 juta muslim di Rusia,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
