<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkeu Akui Ada Perjalanan &quot;Dinas-dinasan&quot; </title><description>Kemenkeu mengakui masih adanya praktik-praktik  penyimpangan anggaran negara yang dibungkus melalui modus perjalanan  kedinasan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/20/564658/kemenkeu-akui-ada-perjalanan-dinas-dinasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/20/564658/kemenkeu-akui-ada-perjalanan-dinas-dinasan"/><item><title>Kemenkeu Akui Ada Perjalanan &quot;Dinas-dinasan&quot; </title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/20/564658/kemenkeu-akui-ada-perjalanan-dinas-dinasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/20/564658/kemenkeu-akui-ada-perjalanan-dinas-dinasan</guid><pubDate>Jum'at 27 Januari 2012 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnoe Moerti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/27/20/564658/cr33WLnoOr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/27/20/564658/cr33WLnoOr.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui masih adanya praktik-praktik penyimpangan anggaran negara yang dibungkus melalui modus perjalanan kedinasan.Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo menuturkan, praktik tersebut terjadi di kementerian/lembaga (K/L). Dia mengatakan, kasus-kasus yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan kasus klasik yang masih terjadi hingga saat ini. &quot;Ada juga temuan perjalanan fiktif. Jadi temuan BPK itu sebenernya bukan cuma perjalanan fiktif tapi pemalsuan boarding pass,&quot; ungkap Herry di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (27/1/2012).Selain itu, pemerintah telah menentukan standar untuk perjalanan dinas beserta alokasi anggaran yang digunakan. Hanya saja, ada beberapa oknum yang memanfaatkan anggaran perjalanan dinas tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Semisal, seharusnya menggunakan maskapai penerbangan A, justru menggunakan maskapai penerbangan B agar lebih murah. &quot;Nah ini dipakai orang untuk mencari kesejahteraan dari perjalanan. Sehingga kebiasaan-kebiasaan itu masih belum hilang,&quot; jelasnya.Temuan lainnya, lanjut dia, mengelabuhi waktu perjalanan dinas. Semisal, seharusnya melakukan perjalanan dinas selama lima hari, justru dipergunakan hanya tiga hari saja.Sebelumnya, hasil temuan dan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkapkan Praktik-praktik tidak sehat dalam penggunaan anggaran negara, seperti perjalanan dinas &quot;semu&quot; yang dilakukan oleh pejabat K/L masih terjadi.Anggota BPK RI Taufiequrahman Ruki mengatakan, dalam proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, belum disesuaikan dengan kebutuhan riil kementerian/lembaga. Hal tersebut tergambar melalui temuan perjalanan dinas semu. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui masih adanya praktik-praktik penyimpangan anggaran negara yang dibungkus melalui modus perjalanan kedinasan.Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo menuturkan, praktik tersebut terjadi di kementerian/lembaga (K/L). Dia mengatakan, kasus-kasus yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan kasus klasik yang masih terjadi hingga saat ini. &quot;Ada juga temuan perjalanan fiktif. Jadi temuan BPK itu sebenernya bukan cuma perjalanan fiktif tapi pemalsuan boarding pass,&quot; ungkap Herry di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (27/1/2012).Selain itu, pemerintah telah menentukan standar untuk perjalanan dinas beserta alokasi anggaran yang digunakan. Hanya saja, ada beberapa oknum yang memanfaatkan anggaran perjalanan dinas tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Semisal, seharusnya menggunakan maskapai penerbangan A, justru menggunakan maskapai penerbangan B agar lebih murah. &quot;Nah ini dipakai orang untuk mencari kesejahteraan dari perjalanan. Sehingga kebiasaan-kebiasaan itu masih belum hilang,&quot; jelasnya.Temuan lainnya, lanjut dia, mengelabuhi waktu perjalanan dinas. Semisal, seharusnya melakukan perjalanan dinas selama lima hari, justru dipergunakan hanya tiga hari saja.Sebelumnya, hasil temuan dan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkapkan Praktik-praktik tidak sehat dalam penggunaan anggaran negara, seperti perjalanan dinas &quot;semu&quot; yang dilakukan oleh pejabat K/L masih terjadi.Anggota BPK RI Taufiequrahman Ruki mengatakan, dalam proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, belum disesuaikan dengan kebutuhan riil kementerian/lembaga. Hal tersebut tergambar melalui temuan perjalanan dinas semu. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
