<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dahlan: Daripada untuk Sogokan, Lebih Baik Untuk Gaji</title><description>&quot;Mending dana untuk menyogok itu digunakan untuk meningkatkan gaji buruh saja,&quot; tegas Menteri BUMN Dahlan Iskan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/320/564390/dahlan-daripada-untuk-sogokan-lebih-baik-untuk-gaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/320/564390/dahlan-daripada-untuk-sogokan-lebih-baik-untuk-gaji"/><item><title>Dahlan: Daripada untuk Sogokan, Lebih Baik Untuk Gaji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/320/564390/dahlan-daripada-untuk-sogokan-lebih-baik-untuk-gaji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/27/320/564390/dahlan-daripada-untuk-sogokan-lebih-baik-untuk-gaji</guid><pubDate>Jum'at 27 Januari 2012 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/27/320/564390/TlPLkLSvUw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/27/320/564390/TlPLkLSvUw.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Guna menciptakan iklim usaha yang kondusif, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menganjurkan para pengusaha tidak melakukan tindakan berupa sogok menyogok.Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, saat ini memang sedang terjadi krisis di Eropa dan juga di Amerikan Serikat (AS), hal ini menyebabkan banyak pengusaha yang masih kerap menyogok. &quot;Saya rasa sekarang bukan zamannya untuk melakukan itu. Mending dana untuk menyogok itu digunakan untuk meningkatkan gaji buruh saja. Jangan percaya bahwa ada yang bisa bantu pengusaha, yang bisa bantu pengusaha itu ya pengusahanya sendiri,&quot; ungkap Dahlan kala ditemui dalam acara Seminar Strategi Investasi &amp;amp; Portofolio 2012 di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (27/1/2012).Menurutnya, para pengusaha memang akan mengalami masa sulit dalam menjalan setiap usaha. Namun, permasalahan tersebut wajar adanya, seharusnya sebagai pengusaha harus mampu mengatasi dan melewati itu semua.&quot;kalau kata orang Tionghoa mendung itu tidak akan berada dalam satu tempat terus menerus. Mendung itu pasti akan berkurang, atau bahkan tambah mendung atau bisa juga mendungnya berpindah ketempat lain. Maka dari itu kita harus yakin bahwa kita akan bisa maju kedepannya,&quot; pungkasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Guna menciptakan iklim usaha yang kondusif, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menganjurkan para pengusaha tidak melakukan tindakan berupa sogok menyogok.Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, saat ini memang sedang terjadi krisis di Eropa dan juga di Amerikan Serikat (AS), hal ini menyebabkan banyak pengusaha yang masih kerap menyogok. &quot;Saya rasa sekarang bukan zamannya untuk melakukan itu. Mending dana untuk menyogok itu digunakan untuk meningkatkan gaji buruh saja. Jangan percaya bahwa ada yang bisa bantu pengusaha, yang bisa bantu pengusaha itu ya pengusahanya sendiri,&quot; ungkap Dahlan kala ditemui dalam acara Seminar Strategi Investasi &amp;amp; Portofolio 2012 di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (27/1/2012).Menurutnya, para pengusaha memang akan mengalami masa sulit dalam menjalan setiap usaha. Namun, permasalahan tersebut wajar adanya, seharusnya sebagai pengusaha harus mampu mengatasi dan melewati itu semua.&quot;kalau kata orang Tionghoa mendung itu tidak akan berada dalam satu tempat terus menerus. Mendung itu pasti akan berkurang, atau bahkan tambah mendung atau bisa juga mendungnya berpindah ketempat lain. Maka dari itu kita harus yakin bahwa kita akan bisa maju kedepannya,&quot; pungkasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
