<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Jajaki Kerja Sama Pengadaan Converter Kit</title><description>Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan dan Italia terkait masalah teknis pengadaan converter kit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/19/566173/ri-jajaki-kerja-sama-pengadaan-converter-kit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/19/566173/ri-jajaki-kerja-sama-pengadaan-converter-kit"/><item><title>RI Jajaki Kerja Sama Pengadaan Converter Kit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/19/566173/ri-jajaki-kerja-sama-pengadaan-converter-kit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/19/566173/ri-jajaki-kerja-sama-pengadaan-converter-kit</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2012 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/30/19/566173/1mjo01VOfV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tabung converter kit. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/30/19/566173/1mjo01VOfV.jpg</image><title>Tabung converter kit. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan dan Italia terkait masalah teknis pengadaan converter kit.Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, hal itu telah dibahas ketika pihaknya melakukan kunjungan ke dua negara itu pada minggu lalu. &amp;ldquo;Saya ditugaskan presiden ke Korsel untuk menjajaki secara langsung kemungkinan kerja sama teknis masalah pengadaan converter kit dan tabungnya,&amp;rdquo; kata Hidayat di Jakarta, Senin (30/1/2012).Langkah tersebut, kata dia, dilakukan untuk mempermudah impor converter kit dari kedua negara tersebut sambil mencoba memproduksi di dalam negeri. &amp;ldquo;Mereka dua-duanya menawarkan siap ikut memproduksi di Indonesia. Join dengan perusahaan di Indonesia. Kami belum jawab. Kami masih pertimbangkan,&amp;rdquo; ucapnya.Menurutnya, Landi Renzo asal Italia merupakan produsen converter kit terbesar di dunia, serta mampu mengekspor ke 60 negara. Sedangkan Korea Selatan, lanjutnya, telah berhasil memasang converter kit pada sekitar 34.000 kendaraan umumnya. Dia menambahkan, produsen terbesar di Korea Selatan adalah Dymco.&quot;Saya tentu harus mempersiapkan agar secara teknis dan operasional apabila program pemasangan converter kit ini bisa berlangsung mulai April nanti,&amp;rdquo; ucapnya.Hidayat menjelaskan, ketika berkunjung ke kedua negara tersebut, pihaknya juga mengajak sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Wijaya Karya.&amp;ldquo;Bersama-sama mereka juga menandatangani MoU kesepakatan kerja sama teknologi. Kalau Dirjen Perindustrian MoU dengan salah satu perusahaan terkemuka di Italia untuk pengembangan teknologi hijau,&amp;rdquo; jelasnya.Dia mengatakan, sebelum memproduksi converter kit di dalam negeri, para teknik mesin harus diberikan pelatihan kompetensi terlebih dahulu. Sehingga, semua bengkel nantinya mempunyai sertifikat.&amp;ldquo;Sertfikasi tenaga montir ini sedang disusun. Mudah-mudahan selesai tentu jauh sebelum itu (April), karena pada dasarnya ini nanti dibutuhkan tahap pertama 250.000 unit. Itu mungkin produsen nasional akan dijajaki kapasitasnya sambil di awal kita mengimpor tapi saya tetapkan setelah enam bulan, harus bisa produksi sendiri,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan dan Italia terkait masalah teknis pengadaan converter kit.Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, hal itu telah dibahas ketika pihaknya melakukan kunjungan ke dua negara itu pada minggu lalu. &amp;ldquo;Saya ditugaskan presiden ke Korsel untuk menjajaki secara langsung kemungkinan kerja sama teknis masalah pengadaan converter kit dan tabungnya,&amp;rdquo; kata Hidayat di Jakarta, Senin (30/1/2012).Langkah tersebut, kata dia, dilakukan untuk mempermudah impor converter kit dari kedua negara tersebut sambil mencoba memproduksi di dalam negeri. &amp;ldquo;Mereka dua-duanya menawarkan siap ikut memproduksi di Indonesia. Join dengan perusahaan di Indonesia. Kami belum jawab. Kami masih pertimbangkan,&amp;rdquo; ucapnya.Menurutnya, Landi Renzo asal Italia merupakan produsen converter kit terbesar di dunia, serta mampu mengekspor ke 60 negara. Sedangkan Korea Selatan, lanjutnya, telah berhasil memasang converter kit pada sekitar 34.000 kendaraan umumnya. Dia menambahkan, produsen terbesar di Korea Selatan adalah Dymco.&quot;Saya tentu harus mempersiapkan agar secara teknis dan operasional apabila program pemasangan converter kit ini bisa berlangsung mulai April nanti,&amp;rdquo; ucapnya.Hidayat menjelaskan, ketika berkunjung ke kedua negara tersebut, pihaknya juga mengajak sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Wijaya Karya.&amp;ldquo;Bersama-sama mereka juga menandatangani MoU kesepakatan kerja sama teknologi. Kalau Dirjen Perindustrian MoU dengan salah satu perusahaan terkemuka di Italia untuk pengembangan teknologi hijau,&amp;rdquo; jelasnya.Dia mengatakan, sebelum memproduksi converter kit di dalam negeri, para teknik mesin harus diberikan pelatihan kompetensi terlebih dahulu. Sehingga, semua bengkel nantinya mempunyai sertifikat.&amp;ldquo;Sertfikasi tenaga montir ini sedang disusun. Mudah-mudahan selesai tentu jauh sebelum itu (April), karena pada dasarnya ini nanti dibutuhkan tahap pertama 250.000 unit. Itu mungkin produsen nasional akan dijajaki kapasitasnya sambil di awal kita mengimpor tapi saya tetapkan setelah enam bulan, harus bisa produksi sendiri,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
