<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Impor Ditekan, K/L Harus Efisien</title><description>Kinerja impor Indonesia tahun ini akan terus ditekan, pemerintah pun  meminta Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk lebih efisien dalam  melakukan impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/320/566344/kinerja-impor-ditekan-k-l-harus-efisien</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/320/566344/kinerja-impor-ditekan-k-l-harus-efisien"/><item><title>Kinerja Impor Ditekan, K/L Harus Efisien</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/320/566344/kinerja-impor-ditekan-k-l-harus-efisien</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/01/30/320/566344/kinerja-impor-ditekan-k-l-harus-efisien</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2012 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Idris Rusadi Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/30/320/566344/9GzVUyhurV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/30/320/566344/9GzVUyhurV.jpg</image><title>Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Kinerja impor Indonesia tahun ini akan terus ditekan, pemerintah pun meminta Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk lebih efisien dalam melakukan impor.Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan,ditekannya impor ini karena gejolak harga minyak yang sedang terjadi dan berpotensi meningkatkan kinerja impor pemerintah.&quot;Kalau impor meningkat karena minyak dunia masih impor, ini akan membuat aktivitas sektor perindustrian, pertanian, perdagangan akan lebih diperhatikan supaya kita efisien melakukan impor,&quot; ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2012).Menurut Agus, efisiensi impor mutlak dilakukan, khususnya pada K/L yang banyak menggunakan bahan baku impor guna mendukung kinerjanya. Adapun untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan komitmen bersama, yaitu lebih memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri ketimbang impor.&quot;Kita harus sama-sama mempunyai niat untuk tidak mudah mengimpor sesuatau yang bisa diproduksi di dalam negeri dan bisa beli di dalam negeri,&quot; imbuhnya.Mengenai kinerja ekspor, Agus optimistis pada tahun ini masih akan bisa tembus di atas USD200 miliar.&quot;Kalau seandainya kita lihat total ekspor sampai dengan USD200 miliar. Di 2012 masih bisa di atas USD200 miliar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja impor Indonesia tahun ini akan terus ditekan, pemerintah pun meminta Kementerian dan Lembaga (K/L) untuk lebih efisien dalam melakukan impor.Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan,ditekannya impor ini karena gejolak harga minyak yang sedang terjadi dan berpotensi meningkatkan kinerja impor pemerintah.&quot;Kalau impor meningkat karena minyak dunia masih impor, ini akan membuat aktivitas sektor perindustrian, pertanian, perdagangan akan lebih diperhatikan supaya kita efisien melakukan impor,&quot; ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2012).Menurut Agus, efisiensi impor mutlak dilakukan, khususnya pada K/L yang banyak menggunakan bahan baku impor guna mendukung kinerjanya. Adapun untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan komitmen bersama, yaitu lebih memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri ketimbang impor.&quot;Kita harus sama-sama mempunyai niat untuk tidak mudah mengimpor sesuatau yang bisa diproduksi di dalam negeri dan bisa beli di dalam negeri,&quot; imbuhnya.Mengenai kinerja ekspor, Agus optimistis pada tahun ini masih akan bisa tembus di atas USD200 miliar.&quot;Kalau seandainya kita lihat total ekspor sampai dengan USD200 miliar. Di 2012 masih bisa di atas USD200 miliar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
