<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Buffer Stock LNG Belum Diperlukan</title><description>Meskipun kebutuhan gas nasional tinggi, namun pemerintah meyakini belum  diperlukan stok bantalan atau penyangga untuk depo gas  nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/19/567556/buffer-stock-lng-belum-diperlukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/19/567556/buffer-stock-lng-belum-diperlukan"/><item><title>  Buffer Stock LNG Belum Diperlukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/19/567556/buffer-stock-lng-belum-diperlukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/19/567556/buffer-stock-lng-belum-diperlukan</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2012 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/01/19/567556/ntS2MRHs86.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo, Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/01/19/567556/ntS2MRHs86.jpg</image><title>Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo, Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Meskipun kebutuhan gas nasional tinggi, namun pemerintah meyakini belum diperlukan stok bantalan atau penyangga (buffer stock) untuk depo gas nasional.&quot;Belum perlu (buffer stock) saat ini, karena kebutuhan tinggi belum ada yang bisa distok karena sudah habis,&quot; ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo kepada okezone di Jakarta, Rabu (1/2/2012).Selain itu, Evita mengatakan pihaknya belum menerima usulan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (Persero) mengenai terminal Liquid Natural Gas (LNG) Arun dijadikan buffer stock untuk memperkuat ketahanan energi nasional.Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengatakan lebih baik Terminal LNG Arun dimanfaatkan untuk depo nasional bukan untuk kegiatan perekonomian di Aceh dan Sumatera Utara.&quot;Itu bisa disimpan di Arun, ini bisa jadi buffer stock energi nasional, Arun adalah untuk kepentingan nasional, menurut kami tidak perlu dikaitkan dengan kegiatan ekonomi di wilayah Sumut,&quot; ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso.Dirinya mengatakan negara harus punya cadangan strategis nasional yang disebut buffer stock LNG sehingga punya cadangan untuk 21 hari. &quot;Kalau kita tidak punya kemampuan, kita dalam posisi sangat berisiko. Kalau ada sesuatu terjadi di shipment atau supplier, kita tak punya cadangan di depo nasional,&quot; tegasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Meskipun kebutuhan gas nasional tinggi, namun pemerintah meyakini belum diperlukan stok bantalan atau penyangga (buffer stock) untuk depo gas nasional.&quot;Belum perlu (buffer stock) saat ini, karena kebutuhan tinggi belum ada yang bisa distok karena sudah habis,&quot; ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo kepada okezone di Jakarta, Rabu (1/2/2012).Selain itu, Evita mengatakan pihaknya belum menerima usulan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (Persero) mengenai terminal Liquid Natural Gas (LNG) Arun dijadikan buffer stock untuk memperkuat ketahanan energi nasional.Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengatakan lebih baik Terminal LNG Arun dimanfaatkan untuk depo nasional bukan untuk kegiatan perekonomian di Aceh dan Sumatera Utara.&quot;Itu bisa disimpan di Arun, ini bisa jadi buffer stock energi nasional, Arun adalah untuk kepentingan nasional, menurut kami tidak perlu dikaitkan dengan kegiatan ekonomi di wilayah Sumut,&quot; ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso.Dirinya mengatakan negara harus punya cadangan strategis nasional yang disebut buffer stock LNG sehingga punya cadangan untuk 21 hari. &quot;Kalau kita tidak punya kemampuan, kita dalam posisi sangat berisiko. Kalau ada sesuatu terjadi di shipment atau supplier, kita tak punya cadangan di depo nasional,&quot; tegasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
