<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bukopin Berencana Right Issue di 2013</title><description>PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mengaku tengah menyiapkan opsi right issue  untuk menambah permodalan perusahaan di 2013.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/278/567704/bukopin-berencana-right-issue-di-2013</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/278/567704/bukopin-berencana-right-issue-di-2013"/><item><title> Bukopin Berencana Right Issue di 2013</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/278/567704/bukopin-berencana-right-issue-di-2013</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/278/567704/bukopin-berencana-right-issue-di-2013</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2012 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Erichson Sihotang </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/01/278/567704/i7ZZjf2IoG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/01/278/567704/i7ZZjf2IoG.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mengaku tengah menyiapkan opsi right issue atau penerbitan saham baru untuk menambah permodalan perusahaan di 2013.Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin Tri Joko Prihanto mengatakan, meskipun belum bisa menyampaikan detail, opsi penambahan modal melalui right issue tidak akan tertutup kemungkinan direalisasikan di 2013 atau setelahnya. Intinya, tahun ini upaya penambahan modal akan dilakukan melalui opsi lain yaitu berupa penerbitan obligasi subordinasi (subdebt). Tri menilai, dalam rangka memperkuat modal sebenarnya terdapat tiga opsi yang dapat digunakan, yaitu melalui pertumbuhan organik dengan menghimpun laba, menerbitkan saham baru, atau dengan menerbitkan obligasi atau obligasi subordinasi. Namun, Tri memilih untuk melaksanakan niat right issue dua hingga tiga tahun mendatang. &quot;Kita kan baru right issue di Februari 2011, tunggu 2013 lah supaya memberikan kesempatan pemegang saham existing untuk periode dua hingga tiga tahun kedepan,&quot; ujarnya di sela-sela diskusi dan media briefing di Jakarta, Rabu (1/02/2012). Tri menambahkan, untuk porsi right issue mendatang, perseroan tetap berharap tetap berperan menjadi pengendali saham utama. &quot;Mau sahamnya 40 persen, 50 persen atau&amp;nbsp; dibawah yang penting nilai perusahaan. Tidak masalah. Artinya tetap pengendali,&quot; ungkapnya. Sebagai informasi, perseroan pada Februari 2011 melepas sekitar Rp2,05 miliar saham baru atau setara dengan 25 persen dari modal yang ditempatkan. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mengaku tengah menyiapkan opsi right issue atau penerbitan saham baru untuk menambah permodalan perusahaan di 2013.Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin Tri Joko Prihanto mengatakan, meskipun belum bisa menyampaikan detail, opsi penambahan modal melalui right issue tidak akan tertutup kemungkinan direalisasikan di 2013 atau setelahnya. Intinya, tahun ini upaya penambahan modal akan dilakukan melalui opsi lain yaitu berupa penerbitan obligasi subordinasi (subdebt). Tri menilai, dalam rangka memperkuat modal sebenarnya terdapat tiga opsi yang dapat digunakan, yaitu melalui pertumbuhan organik dengan menghimpun laba, menerbitkan saham baru, atau dengan menerbitkan obligasi atau obligasi subordinasi. Namun, Tri memilih untuk melaksanakan niat right issue dua hingga tiga tahun mendatang. &quot;Kita kan baru right issue di Februari 2011, tunggu 2013 lah supaya memberikan kesempatan pemegang saham existing untuk periode dua hingga tiga tahun kedepan,&quot; ujarnya di sela-sela diskusi dan media briefing di Jakarta, Rabu (1/02/2012). Tri menambahkan, untuk porsi right issue mendatang, perseroan tetap berharap tetap berperan menjadi pengendali saham utama. &quot;Mau sahamnya 40 persen, 50 persen atau&amp;nbsp; dibawah yang penting nilai perusahaan. Tidak masalah. Artinya tetap pengendali,&quot; ungkapnya. Sebagai informasi, perseroan pada Februari 2011 melepas sekitar Rp2,05 miliar saham baru atau setara dengan 25 persen dari modal yang ditempatkan. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
