<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Rawan Pangan Akibat Cuaca Esktrem</title><description>Kerawanan pangan sebagai dampak langsung perubahan iklim dan cuaca ekstrem awal tahun ini harus diwaspadai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567329/waspada-rawan-pangan-akibat-cuaca-esktrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567329/waspada-rawan-pangan-akibat-cuaca-esktrem"/><item><title>Waspada! Rawan Pangan Akibat Cuaca Esktrem</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567329/waspada-rawan-pangan-akibat-cuaca-esktrem</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567329/waspada-rawan-pangan-akibat-cuaca-esktrem</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2012 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/01/320/567329/QEpAItT68S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/01/320/567329/QEpAItT68S.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Kerawanan pangan sebagai dampak langsung perubahan iklim dan cuaca ekstrem awal tahun ini harus diwaspadai. Sejumlah daerah produsen beras di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera dilanda banjir yang menyebabkan ribuan hektare (ha) sawah gagal panen.Sementara itu, di sejumlah daerah kepulauan seperti di Nusa Tenggara dan Maluku, lalu lintas antarpulau terhambat akibat gelombang tinggi dan badai. Nelayan juga gagal melaut karena gangguan cuaca yang berbahaya.&quot;Kondisi tersebut bisa berakibat munculnya kerawanan pangan akibat gangguan pasokan,&quot; ujar anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia di Jakarta, Rabu (1/2/2012).Lebih lanjut Yudi meminta pemerintah mengantisipasi hal itu agar kearwanan pangan bisa dicegah. Menurut Yudi, berdasarkan pantauan para stafnya saat ini, harga-harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah daerah terutama perkotaan terus terkerek naik.Hal itu bisa jadi akibat terganggunya pasokan sembako antardaerah. Dia menyontohkan terganggunya penyebarangan di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni akibat gelombang tinggi dan badai.&quot;Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ekstrim ini akan terjadi hingga akhir Februari 2012. Ini harus secepatnya diantisipasi, tutur Yudi.Sebelumnya Kepala BMKG Sri Woro Buadiati Harijono mengatakan, timbulnya cuaca ekstrem yang melanda Indonesia, menurut, disebabkan sejumlah faktor. Penyebab utamanya adalah adanya ekspansi vertikal awan, curah hujan meningkat, peluang puting beliung meningkat. Hal itu dikatakan Sri Woro saat Yudi meminta penjelasan mengani kondisi cuaca.</description><content:encoded>JAKARTA - Kerawanan pangan sebagai dampak langsung perubahan iklim dan cuaca ekstrem awal tahun ini harus diwaspadai. Sejumlah daerah produsen beras di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera dilanda banjir yang menyebabkan ribuan hektare (ha) sawah gagal panen.Sementara itu, di sejumlah daerah kepulauan seperti di Nusa Tenggara dan Maluku, lalu lintas antarpulau terhambat akibat gelombang tinggi dan badai. Nelayan juga gagal melaut karena gangguan cuaca yang berbahaya.&quot;Kondisi tersebut bisa berakibat munculnya kerawanan pangan akibat gangguan pasokan,&quot; ujar anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia di Jakarta, Rabu (1/2/2012).Lebih lanjut Yudi meminta pemerintah mengantisipasi hal itu agar kearwanan pangan bisa dicegah. Menurut Yudi, berdasarkan pantauan para stafnya saat ini, harga-harga sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah daerah terutama perkotaan terus terkerek naik.Hal itu bisa jadi akibat terganggunya pasokan sembako antardaerah. Dia menyontohkan terganggunya penyebarangan di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni akibat gelombang tinggi dan badai.&quot;Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ekstrim ini akan terjadi hingga akhir Februari 2012. Ini harus secepatnya diantisipasi, tutur Yudi.Sebelumnya Kepala BMKG Sri Woro Buadiati Harijono mengatakan, timbulnya cuaca ekstrem yang melanda Indonesia, menurut, disebabkan sejumlah faktor. Penyebab utamanya adalah adanya ekspansi vertikal awan, curah hujan meningkat, peluang puting beliung meningkat. Hal itu dikatakan Sri Woro saat Yudi meminta penjelasan mengani kondisi cuaca.</content:encoded></item></channel></rss>
