<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  India Tujuan Ekspor Terbesar dari Riau</title><description>Ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 27,11 persen. Kenaikan terdiri dari kelompok minyak dan gas (migas) dan non migas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567770/india-tujuan-ekspor-terbesar-dari-riau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567770/india-tujuan-ekspor-terbesar-dari-riau"/><item><title>  India Tujuan Ekspor Terbesar dari Riau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567770/india-tujuan-ekspor-terbesar-dari-riau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/01/320/567770/india-tujuan-ekspor-terbesar-dari-riau</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2012 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/01/320/567770/C1oHuI1TEJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/01/320/567770/C1oHuI1TEJ.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>PEKANBARU - Ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 27,11 persen. Kenaikan terdiri dari kelompok minyak dan gas (migas) dan non migas.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Nilai ekpor Riau bulan November 2011 mencapai USD 1.796,29 juta. Ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya yakni USD 1.413,20 juta,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Abdul Manaf di Kantornya, Rabu (1/2/2012).&amp;nbsp;Secara komulatif, nilai ekpor Riau dari Januari hingga November&amp;nbsp; 2011 sebesar USD18.430,75 atau naik 49,53 persen disbanding priode yang sama tahun 2010.&amp;ldquo; Kontribusi nilai ekpor Riau terhadap nasional pada November 2011 ini sebesar 10,61 persen. Sementara kalau untuk keseluruhn dari Januari hingga November 2011 terhadap ekpor nasional mencapai 9,90 persen&amp;rdquo; ujar Abdul Manaf.&amp;nbsp;Lebih jauh dia menjelaskan, sektor migas pada November 2011 ekspor Riau mencapai USD 540,49 juta. Atau mengalami kenaikan sebesar 46,44 persen dibanding dengan bulan sebelumnya.&amp;nbsp;Sedangkan sektor non migas pada November mencapai USD 1.255,40 juta atau naik sebesar 30 persen disbanding dengan bulan Oktober 2011.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Tujuan Ekspor non migas dari bulan Januari hingga November tahun 2011 tertinggi adalah India yaknii USD 2.289,53 juta. Disusul Cina dan Belanda,&amp;rdquo; imbuhnya lagi. (mrt)</description><content:encoded>PEKANBARU - Ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 27,11 persen. Kenaikan terdiri dari kelompok minyak dan gas (migas) dan non migas.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Nilai ekpor Riau bulan November 2011 mencapai USD 1.796,29 juta. Ini mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya yakni USD 1.413,20 juta,&amp;rdquo; kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Abdul Manaf di Kantornya, Rabu (1/2/2012).&amp;nbsp;Secara komulatif, nilai ekpor Riau dari Januari hingga November&amp;nbsp; 2011 sebesar USD18.430,75 atau naik 49,53 persen disbanding priode yang sama tahun 2010.&amp;ldquo; Kontribusi nilai ekpor Riau terhadap nasional pada November 2011 ini sebesar 10,61 persen. Sementara kalau untuk keseluruhn dari Januari hingga November 2011 terhadap ekpor nasional mencapai 9,90 persen&amp;rdquo; ujar Abdul Manaf.&amp;nbsp;Lebih jauh dia menjelaskan, sektor migas pada November 2011 ekspor Riau mencapai USD 540,49 juta. Atau mengalami kenaikan sebesar 46,44 persen dibanding dengan bulan sebelumnya.&amp;nbsp;Sedangkan sektor non migas pada November mencapai USD 1.255,40 juta atau naik sebesar 30 persen disbanding dengan bulan Oktober 2011.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Tujuan Ekspor non migas dari bulan Januari hingga November tahun 2011 tertinggi adalah India yaknii USD 2.289,53 juta. Disusul Cina dan Belanda,&amp;rdquo; imbuhnya lagi. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
