<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BP Migas Restui Pertamina Serap Minyak Domestik</title><description>Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) merestui  PT Pertamina (Persero) jika ingin menyerap semua minyak mentah domestik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568187/bp-migas-restui-pertamina-serap-minyak-domestik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568187/bp-migas-restui-pertamina-serap-minyak-domestik"/><item><title>BP Migas Restui Pertamina Serap Minyak Domestik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568187/bp-migas-restui-pertamina-serap-minyak-domestik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568187/bp-migas-restui-pertamina-serap-minyak-domestik</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2012 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/02/19/568187/KvBiLOoBwT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Logo BP Migas</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/02/19/568187/KvBiLOoBwT.jpg</image><title>Logo BP Migas</title></images><description>JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) merestui PT Pertamina (Persero) jika ingin menyerap semua minyak mentah domestik.Demi melaksanakan niatnya ini, Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini&amp;nbsp; mengatakan tidak perlu ada perubahan regulasi khusus karena itu merupakan murni Business to Business (B to B).&quot;Sampai saat tidak ada hal yang harus diubah, apa yang ada bisa dijalankan. Pada prinsipnya tata niaga, tata kelola, legalitas dan sebagainya sudah ready, tinggal silakan lakukan,&quot; ujarnya yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).Dirinya menjelaskan jika Pertamina mau membeli minyak mentah domestik milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) asing, Pertamina tinggal menggunakan skema B to B dengan KKKS asing.&quot;Tinggal minta harga, beli. Tapi kan enggak hari ini beli besok minyaknya langsung ada jadi engggak perlu regulasi khusus,&quot; jelasnya.Rudi mengakui selama ini Pertamina belum menyerap maksimal minyak mentah&amp;nbsp; domestik karena ternyata kilang minyak milik Pertamina di Cilacap hanya mampu menampung minyak yang berkualitas rendah.&quot;Sedangkan minyak asal Indonesia yang harganya mahal dijual ke luar negeri, sehingga pendapatan negara meningkat,&quot; tambah dia.Lebih lanjut Rudi menambahkan, dengan adanya kemungkinan krisis minyakapabila situasi Selat Hormuz memanas minyak mentah domestik pun bisadialokasikan ke pasar domestik. &quot;Apapun bisa dipakai, silakan enggak adamasalah. Enggak usah dipaksa, tinggal dibeli kok,&quot; pungkasnya. (gna)</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) merestui PT Pertamina (Persero) jika ingin menyerap semua minyak mentah domestik.Demi melaksanakan niatnya ini, Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini&amp;nbsp; mengatakan tidak perlu ada perubahan regulasi khusus karena itu merupakan murni Business to Business (B to B).&quot;Sampai saat tidak ada hal yang harus diubah, apa yang ada bisa dijalankan. Pada prinsipnya tata niaga, tata kelola, legalitas dan sebagainya sudah ready, tinggal silakan lakukan,&quot; ujarnya yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).Dirinya menjelaskan jika Pertamina mau membeli minyak mentah domestik milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS) asing, Pertamina tinggal menggunakan skema B to B dengan KKKS asing.&quot;Tinggal minta harga, beli. Tapi kan enggak hari ini beli besok minyaknya langsung ada jadi engggak perlu regulasi khusus,&quot; jelasnya.Rudi mengakui selama ini Pertamina belum menyerap maksimal minyak mentah&amp;nbsp; domestik karena ternyata kilang minyak milik Pertamina di Cilacap hanya mampu menampung minyak yang berkualitas rendah.&quot;Sedangkan minyak asal Indonesia yang harganya mahal dijual ke luar negeri, sehingga pendapatan negara meningkat,&quot; tambah dia.Lebih lanjut Rudi menambahkan, dengan adanya kemungkinan krisis minyakapabila situasi Selat Hormuz memanas minyak mentah domestik pun bisadialokasikan ke pasar domestik. &quot;Apapun bisa dipakai, silakan enggak adamasalah. Enggak usah dipaksa, tinggal dibeli kok,&quot; pungkasnya. (gna)</content:encoded></item></channel></rss>
