<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>40% Produksi Minyak Disumbangkan oleh EOR</title><description>BP Migas mengatakan kegiatan enhanced oil recovery (EOR) telah  menyumbang produksi minyak sekira 333 ribu bph di 2011.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568392/40-produksi-minyak-disumbangkan-oleh-eor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568392/40-produksi-minyak-disumbangkan-oleh-eor"/><item><title>40% Produksi Minyak Disumbangkan oleh EOR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568392/40-produksi-minyak-disumbangkan-oleh-eor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568392/40-produksi-minyak-disumbangkan-oleh-eor</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2012 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/02/19/568392/IlEr7uQ755.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/02/19/568392/IlEr7uQ755.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan kegiatan enhanced oil recovery (EOR) telah menyumbang produksi minyak sekira 333 ribu barel per hari (bph) di 2011. Angka ini setara dengan 40 persen dari total produksi nasional.&quot;Sampai akhir 2011, kegiatan EOR baik menggunakan water flood maupun steam flood, telah menambah produksi sampai 333 ribu bph atau setara 40 persen dari produksi nasional,&amp;rdquo; ujar Kepala BP Migas R Priyono yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).Dirinya menegaskan bahwa PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyumbang peningkatan produksi terbesar sampai 280 ribu bph. &quot;Indonesia telah dua kali mengalami puncak produksi, yaitu pada 1977 ketika produksi minyak mencapai 1,65 juta bph,&quot; tegasnya.Menurutnya produksi sebesar itu dihasilkan dari kegiatan produksi yang dilakukan secara primary recovery. &quot;Puncak produksi kedua terjadi 1995 saat produksi minyak kembali pada kisaran 1,6 juta bph,&quot; katanya.Priyono mengungkapkan puncak produksi ini dapat dicapai dari hasil kegiatan OER yang dilakukan oleh Chevron, yaitu injeksi air (waterflood) di salah satu lapangannya berhasil meningkatkan produksi dari 12 ribu bph menjadi 32 ribu bph dan Injeksi uap (steamflood) di lapangan Duri yang terbukti mampu meningkatkan produksi dari 30 ribu bph menjadi 296 ribu bph.&quot;Dengan kegiatan eksplorasi dan EOR diharapkan terjadi lagi puncak produksi yang ketiga di Indonesia, setidaknya dengan produksi selalu di atas satu juta barel minyak per hari. Kegiatan EOR ke depan di Indonesia bisa selain menggunakan injeksi uap, juga direncanakan penggunaan injeksi kimia, dan injeksi gas karbon,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan kegiatan enhanced oil recovery (EOR) telah menyumbang produksi minyak sekira 333 ribu barel per hari (bph) di 2011. Angka ini setara dengan 40 persen dari total produksi nasional.&quot;Sampai akhir 2011, kegiatan EOR baik menggunakan water flood maupun steam flood, telah menambah produksi sampai 333 ribu bph atau setara 40 persen dari produksi nasional,&amp;rdquo; ujar Kepala BP Migas R Priyono yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).Dirinya menegaskan bahwa PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyumbang peningkatan produksi terbesar sampai 280 ribu bph. &quot;Indonesia telah dua kali mengalami puncak produksi, yaitu pada 1977 ketika produksi minyak mencapai 1,65 juta bph,&quot; tegasnya.Menurutnya produksi sebesar itu dihasilkan dari kegiatan produksi yang dilakukan secara primary recovery. &quot;Puncak produksi kedua terjadi 1995 saat produksi minyak kembali pada kisaran 1,6 juta bph,&quot; katanya.Priyono mengungkapkan puncak produksi ini dapat dicapai dari hasil kegiatan OER yang dilakukan oleh Chevron, yaitu injeksi air (waterflood) di salah satu lapangannya berhasil meningkatkan produksi dari 12 ribu bph menjadi 32 ribu bph dan Injeksi uap (steamflood) di lapangan Duri yang terbukti mampu meningkatkan produksi dari 30 ribu bph menjadi 296 ribu bph.&quot;Dengan kegiatan eksplorasi dan EOR diharapkan terjadi lagi puncak produksi yang ketiga di Indonesia, setidaknya dengan produksi selalu di atas satu juta barel minyak per hari. Kegiatan EOR ke depan di Indonesia bisa selain menggunakan injeksi uap, juga direncanakan penggunaan injeksi kimia, dan injeksi gas karbon,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
