<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BP Migas : Gas Sumbang Subsidi Rp40 Triliun</title><description>Tanpa diketahui oleh banyak pihak, sektor gas ternyata telah memberikan subsidi sekira Rp40 triliun di 2011.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568395/bp-migas-gas-sumbang-subsidi-rp40-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568395/bp-migas-gas-sumbang-subsidi-rp40-triliun"/><item><title>BP Migas : Gas Sumbang Subsidi Rp40 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568395/bp-migas-gas-sumbang-subsidi-rp40-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/02/19/568395/bp-migas-gas-sumbang-subsidi-rp40-triliun</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2012 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/02/19/568395/kIpnXsdopc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/02/19/568395/kIpnXsdopc.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Tanpa diketahui oleh banyak pihak, sektor gas ternyata telah memberikan subsidi sekira Rp40 triliun di 2011.Kepala BP Miga R Priyono mengatakan angka ini didapat dari perhitungan selisih antara rata-rata harga gas domestik dengan rata-rata harga gas ekspor.&quot;Bila kita perhitungkan harga rata-rata gas domestik berkisar USD5-USD6 per mmbtu, sementara harga gas untuk ekspor rata-rata USD12-USD13 per mmbtu, maka sektor gas telah memberikan subsidi langsung pada kegiatan ekonomi Indonesia sekitar Rp40 triliun pada 2011,&quot; ujarnya yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).Menurutnya dalam lima tahun terakhir volume gas untuk mendukung kebutuhan domestik meningkat sebesar 200 persen.&quot;Sebagian besar gas yang dialokasikan untuk domestik tersebut. Digunakan untuk mendukung kebutuhan industri. Selain itu, gas juga digunakan untuk mendukung pengadaan energi kelistrikan dan sebagai bahan baku industri pupuk,&quot; tegasnya.Priyono juga menyampaikan betapa pentingnya untuk memperbaiki harga gas domestik agar pengembangan lapangan gas tetap menarik minat investor.&quot;Saat ini daya beli konsumen gas dalam negri sebenarnya semakin membaik. Sebagian besar pembeli domestik sebenarnya bersedia membeli dengan harga tiga kali lipat dari harga saat ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tanpa diketahui oleh banyak pihak, sektor gas ternyata telah memberikan subsidi sekira Rp40 triliun di 2011.Kepala BP Miga R Priyono mengatakan angka ini didapat dari perhitungan selisih antara rata-rata harga gas domestik dengan rata-rata harga gas ekspor.&quot;Bila kita perhitungkan harga rata-rata gas domestik berkisar USD5-USD6 per mmbtu, sementara harga gas untuk ekspor rata-rata USD12-USD13 per mmbtu, maka sektor gas telah memberikan subsidi langsung pada kegiatan ekonomi Indonesia sekitar Rp40 triliun pada 2011,&quot; ujarnya yang ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).Menurutnya dalam lima tahun terakhir volume gas untuk mendukung kebutuhan domestik meningkat sebesar 200 persen.&quot;Sebagian besar gas yang dialokasikan untuk domestik tersebut. Digunakan untuk mendukung kebutuhan industri. Selain itu, gas juga digunakan untuk mendukung pengadaan energi kelistrikan dan sebagai bahan baku industri pupuk,&quot; tegasnya.Priyono juga menyampaikan betapa pentingnya untuk memperbaiki harga gas domestik agar pengembangan lapangan gas tetap menarik minat investor.&quot;Saat ini daya beli konsumen gas dalam negri sebenarnya semakin membaik. Sebagian besar pembeli domestik sebenarnya bersedia membeli dengan harga tiga kali lipat dari harga saat ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
