<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kadin: &quot;Biaya Siluman&quot; Gerus Upah Buruh</title><description>Kadin Indonesia mengatakan adanya biaya terselubung sehingga menekan upah yang diterima para buruh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/03/20/568974/kadin-biaya-siluman-gerus-upah-buruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/03/20/568974/kadin-biaya-siluman-gerus-upah-buruh"/><item><title>Kadin: &quot;Biaya Siluman&quot; Gerus Upah Buruh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/03/20/568974/kadin-biaya-siluman-gerus-upah-buruh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/03/20/568974/kadin-biaya-siluman-gerus-upah-buruh</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2012 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/03/20/568974/iWr1aoy97b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/03/20/568974/iWr1aoy97b.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan adanya biaya terselubung sehingga menekan upah yang diterima para buruh.&quot;Biaya-biaya siluman yang membuat pembiayaan jadi mahal. Itu dampaknya kepada buruh juga,&quot; ujar Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi Kadin Didik J Rachbini yang ditemui dalam diskusi ketenagakerjaan, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).Dirinya mengatakan bahwa harus ada upaya yang harus dilakukan guna meredam kemarahan para serikat kerja terkait upah buruh. Salah satunya peningkatan kinerja industri yang ada di Indonesia.&quot;Pemerintah juga bisa membuat kebijakan di sekitar industri, seperti pengadaan Jamkesmas, Jamkesda, Raskin, dan semacamnya,&quot; tegasnya.Dirinya menambahkan, pemerintah seharusnya menciptakan dan mendorong para pengusaha baru di Indonesia karena akan berdampak kepada perluasan dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.&quot;Kami akan dorong berbagai pihak untuk mampu menciptakan lapangan kerja, termasuk instansi pendidikan agar tidak hanya memberikan ilmu, tapi mengajarkan menjadi wirausaha,&quot; jelasnya.Selain itu, Didik menegaskan biaya siluman yang menggerogoti kinerja perusahaan harus bisa diselesaikan dengan baik. Pasalnya, hal itu berdampak kepada pelemahan perusahaan dan juga kepada upah buruh yang diterima.&quot;Kan jadi turun. Itu karena siluman-siluman itu. Pertama yang harus diselesaikan diinstansi kepolisian. Riset kami menunjukan di kepolisian biaya siluman itu sangat besar, mencapai 48 persen,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan adanya biaya terselubung sehingga menekan upah yang diterima para buruh.&quot;Biaya-biaya siluman yang membuat pembiayaan jadi mahal. Itu dampaknya kepada buruh juga,&quot; ujar Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi Kadin Didik J Rachbini yang ditemui dalam diskusi ketenagakerjaan, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/2/2012).Dirinya mengatakan bahwa harus ada upaya yang harus dilakukan guna meredam kemarahan para serikat kerja terkait upah buruh. Salah satunya peningkatan kinerja industri yang ada di Indonesia.&quot;Pemerintah juga bisa membuat kebijakan di sekitar industri, seperti pengadaan Jamkesmas, Jamkesda, Raskin, dan semacamnya,&quot; tegasnya.Dirinya menambahkan, pemerintah seharusnya menciptakan dan mendorong para pengusaha baru di Indonesia karena akan berdampak kepada perluasan dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.&quot;Kami akan dorong berbagai pihak untuk mampu menciptakan lapangan kerja, termasuk instansi pendidikan agar tidak hanya memberikan ilmu, tapi mengajarkan menjadi wirausaha,&quot; jelasnya.Selain itu, Didik menegaskan biaya siluman yang menggerogoti kinerja perusahaan harus bisa diselesaikan dengan baik. Pasalnya, hal itu berdampak kepada pelemahan perusahaan dan juga kepada upah buruh yang diterima.&quot;Kan jadi turun. Itu karena siluman-siluman itu. Pertama yang harus diselesaikan diinstansi kepolisian. Riset kami menunjukan di kepolisian biaya siluman itu sangat besar, mencapai 48 persen,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
