<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPMigas: 2011, EOR 333.000 Barel per Hari</title><description>Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)  mengaku kegiatan enhanced oil recovery (EOR) telah menyumbang sekira  333.000 barel minyak per hari pada 2011 lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/05/19/569730/bpmigas-2011-eor-333-000-barel-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/05/19/569730/bpmigas-2011-eor-333-000-barel-per-hari"/><item><title>BPMigas: 2011, EOR 333.000 Barel per Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/05/19/569730/bpmigas-2011-eor-333-000-barel-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/05/19/569730/bpmigas-2011-eor-333-000-barel-per-hari</guid><pubDate>Minggu 05 Februari 2012 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/05/19/569730/l2uRleVIV9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/05/19/569730/l2uRleVIV9.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengaku kegiatan enhanced oil recovery (EOR) telah menyumbang sekira 333.000 barel minyak per hari pada 2011 lalu.&amp;ldquo;Sampai akhir tahun 2011, kegiatan EOR baik menggunakan water flood maupun steam flood, telah menambah produksi sampai 333 ribu barel per hari atau setara 40 persen dari produksi nasional,&amp;rdquo; ujar Priyono, Kepala BP Migas, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/2/2012).Dikuinya, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyumbang peningkatan produksi terbesar hingga 280.000 barel minyak per hari.Lebih jauh dia menjelaskan, Indonesia telah dua kali mengalami puncak produksi. Pertama pada 1977 ketika produksi minyak mencapai 1,65 juta barel per hari. Produksi sebesar itu dihasilkan dari kegiatan produksi yang dilakukan secara primary recovery. Puncak produksi kedua terjadi pada 1995 saat produksi minyak kembali pada kisaran 1,6 juta barel per hari.Puncak produksi ini dapat dicapai dari hasil kegiatan EOR yang dilakukan oleh Chevron, yaitu injeksi air (waterflood) di salah satu lapangannya berhasil meningkatkan produksi dari 12.000 barel per hari menjadi 32.000 barel per hari, serta Injeksi uap (steamflood) di lapangan Duri yang terbukti mampu meningkatkan produksi dari 30.000 barel per hari menjadi 296.000 barel per hari.&quot;Dengan kegiatan eksplorasi dan EOR diharapkan terjadi lagi puncak produksi yang ketiga di Indonesia, setidaknya dengan produksi selalu di atas satu juta barel minyak per hari,&quot; tandasnya.Kegiatan EOR ke depan di Indonesia bisa selain menggunakan injeksi uap, juga direncanakan penggunaan injeksi kimia, dan injeksi gas karbon. (nia)</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengaku kegiatan enhanced oil recovery (EOR) telah menyumbang sekira 333.000 barel minyak per hari pada 2011 lalu.&amp;ldquo;Sampai akhir tahun 2011, kegiatan EOR baik menggunakan water flood maupun steam flood, telah menambah produksi sampai 333 ribu barel per hari atau setara 40 persen dari produksi nasional,&amp;rdquo; ujar Priyono, Kepala BP Migas, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (5/2/2012).Dikuinya, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyumbang peningkatan produksi terbesar hingga 280.000 barel minyak per hari.Lebih jauh dia menjelaskan, Indonesia telah dua kali mengalami puncak produksi. Pertama pada 1977 ketika produksi minyak mencapai 1,65 juta barel per hari. Produksi sebesar itu dihasilkan dari kegiatan produksi yang dilakukan secara primary recovery. Puncak produksi kedua terjadi pada 1995 saat produksi minyak kembali pada kisaran 1,6 juta barel per hari.Puncak produksi ini dapat dicapai dari hasil kegiatan EOR yang dilakukan oleh Chevron, yaitu injeksi air (waterflood) di salah satu lapangannya berhasil meningkatkan produksi dari 12.000 barel per hari menjadi 32.000 barel per hari, serta Injeksi uap (steamflood) di lapangan Duri yang terbukti mampu meningkatkan produksi dari 30.000 barel per hari menjadi 296.000 barel per hari.&quot;Dengan kegiatan eksplorasi dan EOR diharapkan terjadi lagi puncak produksi yang ketiga di Indonesia, setidaknya dengan produksi selalu di atas satu juta barel minyak per hari,&quot; tandasnya.Kegiatan EOR ke depan di Indonesia bisa selain menggunakan injeksi uap, juga direncanakan penggunaan injeksi kimia, dan injeksi gas karbon. (nia)</content:encoded></item></channel></rss>
