<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Siklus Ekonomi Indonesia Tidak Seperti Ekonomi Dunia&quot;</title><description>Pertumbuhan negara-negara di dunia, khususnya Asia dinilai tidak akan  terpengaruh kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu seperti saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/20/571271/siklus-ekonomi-indonesia-tidak-seperti-ekonomi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/20/571271/siklus-ekonomi-indonesia-tidak-seperti-ekonomi-dunia"/><item><title>&quot;Siklus Ekonomi Indonesia Tidak Seperti Ekonomi Dunia&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/20/571271/siklus-ekonomi-indonesia-tidak-seperti-ekonomi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/20/571271/siklus-ekonomi-indonesia-tidak-seperti-ekonomi-dunia</guid><pubDate>Selasa 07 Februari 2012 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/07/20/571271/uOMSjEJzRW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/07/20/571271/uOMSjEJzRW.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan negara-negara di dunia, khususnya Asia dinilai tidak akan terpengaruh kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu seperti saat ini.&quot;Di Asia ada fenomena menarik, pertumbuhan ekonomi yang dulunya 4,8 persen saat ini menjadi 5,2 persen,&quot; kata Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, dalam paparannya di Tinjauan Makro Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2012 di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (7/2/2012).Menurutnya, memang motor pertumbuhan ekonomi dunia saat ini telah beralih pada negara berkembang atau emerging market. &quot;Seperti China, India, negara di Asia,&quot; tutur dia.Dia menambahkan, setiap negara di dunia memiliki alur yang berbeda dalam setiap pertumbuhan perekonomiannya. Asia dinilai penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia karena ada Indonesia. &quot;Artinya Asia tidak ikuti siklus ekonomi dunia,&quot; imbuhnya.Menurutnya, hal tersebut wajar dan pernah terbukti pada 2009 lalu, dimana International Monetery Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan Indonesia hanya 2,1 persen. Padahal kenyataannya di tahun tersebut, pertumbuhan Indonesia mencapai 4,5 persen.&quot;Tidak terlalu aneh, dunia turun, ekonomi Asia tidak terlalu turun. Sama seperti 2009, tatkala International Monetery Fund (IMF) mengatakan Indonesia cuma 2,1 persen ternyata kita bisa 4,5 persen,&quot; imbuhnya.Lebih jauh dia menjelaskan, ekonomi dunia pada 2012 akan alami penurunan dimana ekonomi dunia tercatat tumbuh empat persen. Namun ternyata, pada Januari lalu, ekonomi dunia terpantau semakin menurun. &quot;2012, prediksi ekonomi dunia alami penurunan. Ekonomi dunia masih empat persen. Tapi ternyata bulan Januari update menjadi 3,3 persen.,&quot; tandasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan negara-negara di dunia, khususnya Asia dinilai tidak akan terpengaruh kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu seperti saat ini.&quot;Di Asia ada fenomena menarik, pertumbuhan ekonomi yang dulunya 4,8 persen saat ini menjadi 5,2 persen,&quot; kata Pengamat Ekonomi, Faisal Basri, dalam paparannya di Tinjauan Makro Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2012 di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (7/2/2012).Menurutnya, memang motor pertumbuhan ekonomi dunia saat ini telah beralih pada negara berkembang atau emerging market. &quot;Seperti China, India, negara di Asia,&quot; tutur dia.Dia menambahkan, setiap negara di dunia memiliki alur yang berbeda dalam setiap pertumbuhan perekonomiannya. Asia dinilai penting dalam pertumbuhan ekonomi dunia karena ada Indonesia. &quot;Artinya Asia tidak ikuti siklus ekonomi dunia,&quot; imbuhnya.Menurutnya, hal tersebut wajar dan pernah terbukti pada 2009 lalu, dimana International Monetery Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan Indonesia hanya 2,1 persen. Padahal kenyataannya di tahun tersebut, pertumbuhan Indonesia mencapai 4,5 persen.&quot;Tidak terlalu aneh, dunia turun, ekonomi Asia tidak terlalu turun. Sama seperti 2009, tatkala International Monetery Fund (IMF) mengatakan Indonesia cuma 2,1 persen ternyata kita bisa 4,5 persen,&quot; imbuhnya.Lebih jauh dia menjelaskan, ekonomi dunia pada 2012 akan alami penurunan dimana ekonomi dunia tercatat tumbuh empat persen. Namun ternyata, pada Januari lalu, ekonomi dunia terpantau semakin menurun. &quot;2012, prediksi ekonomi dunia alami penurunan. Ekonomi dunia masih empat persen. Tapi ternyata bulan Januari update menjadi 3,3 persen.,&quot; tandasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
