<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Subsidi BBM Vs Subsidi Bibit</title><description>Subsidi BBM dinilai terlampau besar,  padahal pengguna BBM bersubsidi tersebut sebagian besar adalah  orang-orang yang mampu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/320/571188/subsidi-bbm-vs-subsidi-bibit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/320/571188/subsidi-bbm-vs-subsidi-bibit"/><item><title>Subsidi BBM Vs Subsidi Bibit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/320/571188/subsidi-bbm-vs-subsidi-bibit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/07/320/571188/subsidi-bbm-vs-subsidi-bibit</guid><pubDate>Selasa 07 Februari 2012 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Yuni Astutik</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/07/320/571188/JJ4ZRVTzVP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Corbis)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/07/320/571188/JJ4ZRVTzVP.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Corbis)</title></images><description>JAKARTA - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai terlampau besar, padahal pengguna BBM bersubsidi tersebut sebagian besar adalah orang-orang yang mampu.Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan, subsidi BBM bersubsidi yang saat ini Rp130 triliun diakuinya memang sebuah nominal yang sangat besar.&quot;BBM subsidinya lebih dari Rp130 triliun. Bayangkan dengan subsidi untuk benih yang hanya Rp118 miliar,&quot; katanya sambil bergurau dalam paparannya di &quot;Tinjauan Makro Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2012&quot; di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (7/2/2012).Dia menilai hal itu berbanding terbalik, sebab pengguna BBM subsidi nyatanya banyak dari kalangan berada. Sedangkan subsidi bibit banyak digunakan oleh golongan petani dan rakyat kecil.&quot;Kita-kita orang yang kaya malah dapat subsidi yang besar, orang miskin dapat sedikit,&quot; katanya lagi.Lebih jauh dia menilai, yang dikhawatirkan saat ini adalah ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Jika hal tersebut terjadi, otomatis harga BBM bisa naik hingga 50 persen. &quot;Dengan kondisi yang ada saat ini, pemerintah hendaknya sudah mulai berani untuk menaikkan harga BBM,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai terlampau besar, padahal pengguna BBM bersubsidi tersebut sebagian besar adalah orang-orang yang mampu.Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan, subsidi BBM bersubsidi yang saat ini Rp130 triliun diakuinya memang sebuah nominal yang sangat besar.&quot;BBM subsidinya lebih dari Rp130 triliun. Bayangkan dengan subsidi untuk benih yang hanya Rp118 miliar,&quot; katanya sambil bergurau dalam paparannya di &quot;Tinjauan Makro Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2012&quot; di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (7/2/2012).Dia menilai hal itu berbanding terbalik, sebab pengguna BBM subsidi nyatanya banyak dari kalangan berada. Sedangkan subsidi bibit banyak digunakan oleh golongan petani dan rakyat kecil.&quot;Kita-kita orang yang kaya malah dapat subsidi yang besar, orang miskin dapat sedikit,&quot; katanya lagi.Lebih jauh dia menilai, yang dikhawatirkan saat ini adalah ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Jika hal tersebut terjadi, otomatis harga BBM bisa naik hingga 50 persen. &quot;Dengan kondisi yang ada saat ini, pemerintah hendaknya sudah mulai berani untuk menaikkan harga BBM,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
