<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Subsidi Pupuk Dinilai Tidak Tepat&quot;</title><description>&quot;Saya menyarankan kepada pemerintah agar subsidi diberikan kepada  perorangan (petani) bukan kepada barang, agar sektor pertanian dapat  perkembangan dengan baik dan cepat,&quot;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/08/20/571894/subsidi-pupuk-dinilai-tidak-tepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/08/20/571894/subsidi-pupuk-dinilai-tidak-tepat"/><item><title>&quot;Subsidi Pupuk Dinilai Tidak Tepat&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/08/20/571894/subsidi-pupuk-dinilai-tidak-tepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/08/20/571894/subsidi-pupuk-dinilai-tidak-tepat</guid><pubDate>Rabu 08 Februari 2012 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>R Ghita Intan Permatasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/08/20/571894/0ZC9ENoT3T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/08/20/571894/0ZC9ENoT3T.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Langkah pemerintah untuk memberikan subsidi untuk sektor pertanian, yakni subsidi pupuk dinilai tidak tepat. Pasalnya, hal tersebut akan memicu adanya mafia, sehingga subsidi seringkali tidak tepat sasaran.&quot;Saya menyarankan kepada pemerintah agar subsidi diberikan kepada perorangan (petani) bukan kepada barang, agar sektor pertanian dapat perkembangan dengan baik dan cepat,&quot; ungkap anggota Komisi Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani kala ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).Dia menambahkan, memberikan subsidi kepada perorangan memang tidak mudah karena banyak kalangan misalnya kalangan perbankan melihat bahwa sektor pertanian memiliki risiko yang tinggi seiring dengan adanya climate change atau perubahan iklim.Oleh karena itu, diperlukan suatu cara tersendiri untuk meminimalisir risiko tersebut. Misalnya jika suatu petani mengajukan kredit, diajukan dengan berkelompok.&quot;Jadi nanti ketika para petani itu mengajukan kredit, lebih baik secara berkelompok. Dengan cara tersebut, perbankan jadi lebih mudah untuk menilai apakah usaha daripada petani tersebut layak, lalu seberapa jauh pasarnya, nanti bank bisa lebih mudah menilai hal tersebut,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Langkah pemerintah untuk memberikan subsidi untuk sektor pertanian, yakni subsidi pupuk dinilai tidak tepat. Pasalnya, hal tersebut akan memicu adanya mafia, sehingga subsidi seringkali tidak tepat sasaran.&quot;Saya menyarankan kepada pemerintah agar subsidi diberikan kepada perorangan (petani) bukan kepada barang, agar sektor pertanian dapat perkembangan dengan baik dan cepat,&quot; ungkap anggota Komisi Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani kala ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).Dia menambahkan, memberikan subsidi kepada perorangan memang tidak mudah karena banyak kalangan misalnya kalangan perbankan melihat bahwa sektor pertanian memiliki risiko yang tinggi seiring dengan adanya climate change atau perubahan iklim.Oleh karena itu, diperlukan suatu cara tersendiri untuk meminimalisir risiko tersebut. Misalnya jika suatu petani mengajukan kredit, diajukan dengan berkelompok.&quot;Jadi nanti ketika para petani itu mengajukan kredit, lebih baik secara berkelompok. Dengan cara tersebut, perbankan jadi lebih mudah untuk menilai apakah usaha daripada petani tersebut layak, lalu seberapa jauh pasarnya, nanti bank bisa lebih mudah menilai hal tersebut,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
