<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> &quot;BI Bisa Turunkan BI Rate 25 Bps Lagi&quot;</title><description>BI masih mempunyai space untuk menurunkan BI rate hingga 50 bp.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572776/bi-bisa-turunkan-bi-rate-25-bps-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572776/bi-bisa-turunkan-bi-rate-25-bps-lagi"/><item><title> &quot;BI Bisa Turunkan BI Rate 25 Bps Lagi&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572776/bi-bisa-turunkan-bi-rate-25-bps-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572776/bi-bisa-turunkan-bi-rate-25-bps-lagi</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/20/572776/YXDrJeLPWb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/20/572776/YXDrJeLPWb.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Upaya Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya (BI rate) sebesar 25 basis poin (bp) dinilai cukup masuk akal, mengingat BI masih mempunyai space untuk menurunkan BI rate hingga 50 bp.&quot;BI memang punya ruang untuk turunkan BI rate 25-50 bp. Jadi kalau hanya turun 25 bp, itu sudah bagus mengingat inflasi tahunan hanya 3,76 persen dan ekspektasi inflasi masih di bawah 4,5 persen,&quot; ungkap Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto kepada okezone di Jakarta, Kamis (9/2/2012).Menurutnya, space tersebut telah memperhitungkan efek negatif lonjakan inflasi akibat administered price dari pembatasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai April nanti dan kenaikan Tarif Dasar Lsitik (TDL) sebesar 10 persen.&amp;nbsp; &quot;Jadi saya yakin BI sudah menghitung dampak BBM dan TDL ke depannya sehingga berani turunkan BI rate 25 bp menjadi 5,75 persen,&quot; tegas dia. Sebelumnya, dengan performa perbankan yang terus positif rapat dewan gubernur BI menetapkan suku bunga acuan alias BI rate diturunkan 25 bp menjadi 5,75 persen. Dengan keputusan BI Rate ini, koridor bawah dan atas suku bunga operasi moneter BI masing-masing menjadi 3,75 persen untuk fasilitas simpanan (deposit facility rate) dan 6,75 persen untuk fasilitas pinjaman (lending facility rate).Dewan Gubernur meyakini penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Upaya Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya (BI rate) sebesar 25 basis poin (bp) dinilai cukup masuk akal, mengingat BI masih mempunyai space untuk menurunkan BI rate hingga 50 bp.&quot;BI memang punya ruang untuk turunkan BI rate 25-50 bp. Jadi kalau hanya turun 25 bp, itu sudah bagus mengingat inflasi tahunan hanya 3,76 persen dan ekspektasi inflasi masih di bawah 4,5 persen,&quot; ungkap Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto kepada okezone di Jakarta, Kamis (9/2/2012).Menurutnya, space tersebut telah memperhitungkan efek negatif lonjakan inflasi akibat administered price dari pembatasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai April nanti dan kenaikan Tarif Dasar Lsitik (TDL) sebesar 10 persen.&amp;nbsp; &quot;Jadi saya yakin BI sudah menghitung dampak BBM dan TDL ke depannya sehingga berani turunkan BI rate 25 bp menjadi 5,75 persen,&quot; tegas dia. Sebelumnya, dengan performa perbankan yang terus positif rapat dewan gubernur BI menetapkan suku bunga acuan alias BI rate diturunkan 25 bp menjadi 5,75 persen. Dengan keputusan BI Rate ini, koridor bawah dan atas suku bunga operasi moneter BI masing-masing menjadi 3,75 persen untuk fasilitas simpanan (deposit facility rate) dan 6,75 persen untuk fasilitas pinjaman (lending facility rate).Dewan Gubernur meyakini penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
