<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Lirik Investasi di 3 Sektor Industri</title><description>Amerika Serikat (AS) berminat untuk berinvestasi di tiga sektor industri  yakni energi terbarukan (renewable energy), teknologi informasi (TI),  dan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572959/as-lirik-investasi-di-3-sektor-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572959/as-lirik-investasi-di-3-sektor-industri"/><item><title>AS Lirik Investasi di 3 Sektor Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572959/as-lirik-investasi-di-3-sektor-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/20/572959/as-lirik-investasi-di-3-sektor-industri</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Sandra Karina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/20/572959/X2fny5wZfA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Corbis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/20/572959/X2fny5wZfA.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Corbis</title></images><description>JAKARTA - Amerika Serikat (AS) berminat untuk berinvestasi di tiga sektor industri yakni energi terbarukan (renewable energy), teknologi informasi (TI), dan infrastruktur.Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahjana mengatakan, minat itu dinyatakan secara langsung oleh sejumlah investor asal AS ketika bertemu dengannya di Jakarta, Rabu (9/2/2012).&quot;Ada tiga sektor yang diminati oleh AS sekarang, yaitu TI, energi terbarukan, serta infrastruktur,&quot; kata Agus.Dia menyebutkan, sejumlah investor AS tersebut antara lain adalah Sampoerna, Ford, Caterpillar, Seagate, P&amp;amp;G, dan IBM. Menurutnya, sejumlah investor itu sebelumnya sudah berinvestasi di Indonesia.&quot;Banyak sekali yang dibahas tadi, jadi mengenai industri alat berat, kemudian kita berbicara industri TI, bagaimana mengembangkan industri TI di Indonesia. Dan saya minta ke Caterpillar bagaiman memperdalam industri komponennya mulai dari undercariage, engine, dan kebutuhan alat berat kita akan semakin besar,&quot; paparnya.Sampoerna, lanjutnya, berkomitmen untuk meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja menjadi 60 ribu orang.Ditambahkannya, para investor AS tersebut tidak mempunyai permintaan khusus terkait keringanan pajak. Namun, kata dia, mereka bertanya seperti apa disinsentif serta insentif.&quot;Jadi kita mengambil contoh dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), CPO kan kita berikan bea keluar. Bea keluar itu adalah untuk menjaga ketersediaan minyak goreng dalam negeri. Kalau tidak, pada saaat harga sangat bagus, mereka akan mengekspor semua,&quot; jelasnya.Selain itu, lanjutnya, mereka juga bertanya soal Undang-Undang (UU) mengenai minerba. &quot;Mereka hanya ingin tahu bagaimana regulasinya. Minerba itu kan banyak, jadi mereka tanya mineralnya itu mineral yang mana,&quot; tandas Agus.</description><content:encoded>JAKARTA - Amerika Serikat (AS) berminat untuk berinvestasi di tiga sektor industri yakni energi terbarukan (renewable energy), teknologi informasi (TI), dan infrastruktur.Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahjana mengatakan, minat itu dinyatakan secara langsung oleh sejumlah investor asal AS ketika bertemu dengannya di Jakarta, Rabu (9/2/2012).&quot;Ada tiga sektor yang diminati oleh AS sekarang, yaitu TI, energi terbarukan, serta infrastruktur,&quot; kata Agus.Dia menyebutkan, sejumlah investor AS tersebut antara lain adalah Sampoerna, Ford, Caterpillar, Seagate, P&amp;amp;G, dan IBM. Menurutnya, sejumlah investor itu sebelumnya sudah berinvestasi di Indonesia.&quot;Banyak sekali yang dibahas tadi, jadi mengenai industri alat berat, kemudian kita berbicara industri TI, bagaimana mengembangkan industri TI di Indonesia. Dan saya minta ke Caterpillar bagaiman memperdalam industri komponennya mulai dari undercariage, engine, dan kebutuhan alat berat kita akan semakin besar,&quot; paparnya.Sampoerna, lanjutnya, berkomitmen untuk meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja menjadi 60 ribu orang.Ditambahkannya, para investor AS tersebut tidak mempunyai permintaan khusus terkait keringanan pajak. Namun, kata dia, mereka bertanya seperti apa disinsentif serta insentif.&quot;Jadi kita mengambil contoh dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), CPO kan kita berikan bea keluar. Bea keluar itu adalah untuk menjaga ketersediaan minyak goreng dalam negeri. Kalau tidak, pada saaat harga sangat bagus, mereka akan mengekspor semua,&quot; jelasnya.Selain itu, lanjutnya, mereka juga bertanya soal Undang-Undang (UU) mengenai minerba. &quot;Mereka hanya ingin tahu bagaimana regulasinya. Minerba itu kan banyak, jadi mereka tanya mineralnya itu mineral yang mana,&quot; tandas Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
