<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 5 Syarat Pasar Tradisional Jadi Pasar Modern</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki lima syarat agar pasar tradisional berkembang menjadi pasar modern.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572809/ini-5-syarat-pasar-tradisional-jadi-pasar-modern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572809/ini-5-syarat-pasar-tradisional-jadi-pasar-modern"/><item><title>Ini 5 Syarat Pasar Tradisional Jadi Pasar Modern</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572809/ini-5-syarat-pasar-tradisional-jadi-pasar-modern</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572809/ini-5-syarat-pasar-tradisional-jadi-pasar-modern</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Gina Nur Maftuhah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/320/572809/qI5lpl404k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pasar Tradisional. Foto: Genta Wahyu/okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/320/572809/qI5lpl404k.jpg</image><title>Ilustrasi Pasar Tradisional. Foto: Genta Wahyu/okezone</title></images><description>KEBUMEN - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki lima syarat agar pasar tradisional berkembang menjadi pasar modern.&quot;Pasar ini harus bisa memenuhi kebutuhan pembeli dengan harga yang terjangkau sehingga semua masyarakat bisa membeli kebutuhannya,&quot; ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam sambutannya ketika meresmikan revitalisasi Pasar Ambal, Kebumen, Kamis (9/2/2012).Bayu, yang mempunyai gelar doktor ini juga mensyaratkan bahwa pasar tradisional harus sehat dan nyaman karena pasar tradisional menyediakan barang-barang yang segar tetapi gampang busuk. Karena barang yang mudah busuk, lanjut Bayu, mengandung banyak sumber penyakit.&quot;Syarat ketiga adalah jika konsumen harus puas, kalau konsumen puas, pedagangnya tambah untung,&quot; lanjut dia.Bayu menambahkan bahwa pasar tradisional yang berkembang dan bisa menjadi barang modern, juga harus mempromosikan barang-barang dalam negeri sehingga tidak kalah saing dengan barang-barang impor yang kini banyak menyerbu pasar.&quot;Kalau kita bisa bersaing, ini nanti bukan serbuan lagi (barang impor),&quot; tambah dia.Syarat terakhir, dijelaskan Bayu, adalah pasar yang menempatkan aspek-aspek sosial budaya daerah setempat.Seperti diketahui, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012, Kemendag mengalokasikan Rp400 miliar dana untuk revitalisasi pasar tradisional di Indonesia. Sedangkan untuk&amp;nbsp; pasar percontohan sendiri, Kemendag mengalokasikan Rp180,5 miliar di 20 kabupaten kota di Indonesia.</description><content:encoded>KEBUMEN - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki lima syarat agar pasar tradisional berkembang menjadi pasar modern.&quot;Pasar ini harus bisa memenuhi kebutuhan pembeli dengan harga yang terjangkau sehingga semua masyarakat bisa membeli kebutuhannya,&quot; ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi dalam sambutannya ketika meresmikan revitalisasi Pasar Ambal, Kebumen, Kamis (9/2/2012).Bayu, yang mempunyai gelar doktor ini juga mensyaratkan bahwa pasar tradisional harus sehat dan nyaman karena pasar tradisional menyediakan barang-barang yang segar tetapi gampang busuk. Karena barang yang mudah busuk, lanjut Bayu, mengandung banyak sumber penyakit.&quot;Syarat ketiga adalah jika konsumen harus puas, kalau konsumen puas, pedagangnya tambah untung,&quot; lanjut dia.Bayu menambahkan bahwa pasar tradisional yang berkembang dan bisa menjadi barang modern, juga harus mempromosikan barang-barang dalam negeri sehingga tidak kalah saing dengan barang-barang impor yang kini banyak menyerbu pasar.&quot;Kalau kita bisa bersaing, ini nanti bukan serbuan lagi (barang impor),&quot; tambah dia.Syarat terakhir, dijelaskan Bayu, adalah pasar yang menempatkan aspek-aspek sosial budaya daerah setempat.Seperti diketahui, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012, Kemendag mengalokasikan Rp400 miliar dana untuk revitalisasi pasar tradisional di Indonesia. Sedangkan untuk&amp;nbsp; pasar percontohan sendiri, Kemendag mengalokasikan Rp180,5 miliar di 20 kabupaten kota di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
