<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Gula Nasional Alami Penurunan</title><description>Industri gula nasional sejak tiga tahun terakhir mengalami penurunan.  Hal itu dipicu&amp;nbsp; rendahnya daya siang komoditas tebu dibanding dengan  komoditas lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572989/industri-gula-nasional-alami-penurunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572989/industri-gula-nasional-alami-penurunan"/><item><title>Industri Gula Nasional Alami Penurunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572989/industri-gula-nasional-alami-penurunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/09/320/572989/industri-gula-nasional-alami-penurunan</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2012 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/09/320/572989/oZDUhA0vw7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/09/320/572989/oZDUhA0vw7.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Koran SI</title></images><description>SURABAYA - Industri gula nasional sejak tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Hal itu dipicu&amp;nbsp; rendahnya daya siang komoditas tebu dibanding dengan komoditas lain.Selain itu, lahan tebu terus menyusut karena petani lebih memilih menanam komoditas nontebu&amp;nbsp; seperti Komuditas Pangan karena lebih menjanjikan. Dari data yang ada, pada 2009 produksi gula mencapai 2,6 Juta per tahun.Jumlah itu menurun jika dibanding pada 2008 yang mencapai 2,7 Juta ton. Kemudian pada 2010 produksi gula mencapai 2,5 juta ton, namun pada 2011 kembali anjlok mencapai 2,1 juta ton per tahun.Menurut Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Subiyono, anjloknya produksi gula ini&amp;nbsp; disebabkan menyusutnya lahan tebu yang ada saat ini. Sejumlah lahan, diprioritaskan untuk komuditas pangan seperti Tanaman Padi.&quot;Tanaman tebu daya saingnya juga rendah. Sangat masuk akal ketika para petani beralih menaman komuditas yang memiliki nilai tambah,&quot; kata Subiyono kepada Wartawan di Surabaya, Kamis (9/2/2012).Dia juga mengatakan, sebelumnya memang harga gula dua kali lipat dibanding harga beras. Tentunya kondisi itu berbeda saat ini. Saat ini harganya tidak jauh beda, kemungkinan selisihnya hanya Rp1500 per kilogram. Seharusnya, kata Subiyono, harga gula saat ini mencapai dua kali lipat dari harga beras.Sementara itu, data Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur menunjukkan, dari total lahan tebu di Jawa Timur yang mencapai 197 ribu hektare (ha), lahan sawah yang ditanami tebu hanya tinggal 40 persen, terbesar dari lahan kering yang mencapai 60 persen.Padahal beberapa tahun lalu, lahan tebu dari sawah mencapai 60 persen, sisanya 40 persen lahan kering.</description><content:encoded>SURABAYA - Industri gula nasional sejak tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Hal itu dipicu&amp;nbsp; rendahnya daya siang komoditas tebu dibanding dengan komoditas lain.Selain itu, lahan tebu terus menyusut karena petani lebih memilih menanam komoditas nontebu&amp;nbsp; seperti Komuditas Pangan karena lebih menjanjikan. Dari data yang ada, pada 2009 produksi gula mencapai 2,6 Juta per tahun.Jumlah itu menurun jika dibanding pada 2008 yang mencapai 2,7 Juta ton. Kemudian pada 2010 produksi gula mencapai 2,5 juta ton, namun pada 2011 kembali anjlok mencapai 2,1 juta ton per tahun.Menurut Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Subiyono, anjloknya produksi gula ini&amp;nbsp; disebabkan menyusutnya lahan tebu yang ada saat ini. Sejumlah lahan, diprioritaskan untuk komuditas pangan seperti Tanaman Padi.&quot;Tanaman tebu daya saingnya juga rendah. Sangat masuk akal ketika para petani beralih menaman komuditas yang memiliki nilai tambah,&quot; kata Subiyono kepada Wartawan di Surabaya, Kamis (9/2/2012).Dia juga mengatakan, sebelumnya memang harga gula dua kali lipat dibanding harga beras. Tentunya kondisi itu berbeda saat ini. Saat ini harganya tidak jauh beda, kemungkinan selisihnya hanya Rp1500 per kilogram. Seharusnya, kata Subiyono, harga gula saat ini mencapai dua kali lipat dari harga beras.Sementara itu, data Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur menunjukkan, dari total lahan tebu di Jawa Timur yang mencapai 197 ribu hektare (ha), lahan sawah yang ditanami tebu hanya tinggal 40 persen, terbesar dari lahan kering yang mencapai 60 persen.Padahal beberapa tahun lalu, lahan tebu dari sawah mencapai 60 persen, sisanya 40 persen lahan kering.</content:encoded></item></channel></rss>
