<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Citra Pertamina Dinilai Kurang Baik</title><description>Selama ini citra terhadap PT Pertamina (Persero) itu kurang baik di mata masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573328/citra-pertamina-dinilai-kurang-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573328/citra-pertamina-dinilai-kurang-baik"/><item><title> Citra Pertamina Dinilai Kurang Baik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573328/citra-pertamina-dinilai-kurang-baik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573328/citra-pertamina-dinilai-kurang-baik</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2012 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/10/19/573328/dknE5QcAoc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/10/19/573328/dknE5QcAoc.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sangat kental akan kepentingan pihak asing.Hal ini disampaikan Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam acara seminar &quot;Opsi dan Harga BBM&quot;, di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).&quot;Kalau pemerintah tetap memaksakan pembatasan BBM bersubsidi itu sangat kental kepentingan asingnya, artinya akan ada kompetisi di antara SPBU dan ada kekhawatiran masyarakat akan berpindah kepada SPBU asing,&quot; ujar Tulus.Menurutnya, selama ini citra terhadap PT Pertamina (Persero) itu kurang baik di mata masyarakat. &quot;Kualitasnya dan pelayanannya kurang bagus sehingga ramai-ramai akan berpindah ke SPBU asing,&quot; tegasnya.Lebih lanjut dia menambahkan, kebijakan ini sangat diincar kepentingan asing dengan cara memalsukan pasal agar SPBU bisa sama-sama menjual BBM nonsubsidi. &quot;Jadi saya curiga pasal yang mengunci kenaikan harga BBM itu karena ada kepentingan perusahaan asing dengan oknum pejabat pemerintah karena merealisasikan pembatasan BBM besubsidi saja,&quot; pungkasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sangat kental akan kepentingan pihak asing.Hal ini disampaikan Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam acara seminar &quot;Opsi dan Harga BBM&quot;, di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (10/2/2012).&quot;Kalau pemerintah tetap memaksakan pembatasan BBM bersubsidi itu sangat kental kepentingan asingnya, artinya akan ada kompetisi di antara SPBU dan ada kekhawatiran masyarakat akan berpindah kepada SPBU asing,&quot; ujar Tulus.Menurutnya, selama ini citra terhadap PT Pertamina (Persero) itu kurang baik di mata masyarakat. &quot;Kualitasnya dan pelayanannya kurang bagus sehingga ramai-ramai akan berpindah ke SPBU asing,&quot; tegasnya.Lebih lanjut dia menambahkan, kebijakan ini sangat diincar kepentingan asing dengan cara memalsukan pasal agar SPBU bisa sama-sama menjual BBM nonsubsidi. &quot;Jadi saya curiga pasal yang mengunci kenaikan harga BBM itu karena ada kepentingan perusahaan asing dengan oknum pejabat pemerintah karena merealisasikan pembatasan BBM besubsidi saja,&quot; pungkasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
