<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kenaikan Premium Dikaji di Rp6.200/Liter</title><description>Kementerian ESDM sedang mengkaji  kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp6.200 per liter.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573367/kenaikan-premium-dikaji-di-rp6-200-liter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573367/kenaikan-premium-dikaji-di-rp6-200-liter"/><item><title> Kenaikan Premium Dikaji di Rp6.200/Liter</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573367/kenaikan-premium-dikaji-di-rp6-200-liter</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/10/19/573367/kenaikan-premium-dikaji-di-rp6-200-liter</guid><pubDate>Jum'at 10 Februari 2012 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Saugi Riyandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/10/19/573367/NW4PB5Fjin.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/10/19/573367/NW4PB5Fjin.jpg</image><title>Ilustrasi. Corbis.</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp6.200 per liter. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengkaji pengurangan terhadap subsidi BBM dari sebelumnya Rp3.700 per liter, menjadi Rp2.000 per liter.Menurutnya, usulan sebelumnya dari Kementerian Keuangan dengan memberi subsidi sebesar Rp3.000 per liter. Artinya, dari harga keekonomian premium sebesar Rp8.200 per liter BBM bersubsidi akan naik menjadi Rp5.200 per liter. &quot;Tapi biasanya Menteri Keuangan enggak sebaik itu. Orang-orang kan ingin seperti harga pertamax, berarti enggak ada subsidi. Nah kalau saya ada subsidi tapi Rp2.000 per liter supaya enggak terlalu enak itu yang bawa mobil,&quot; kala ditemui usai melaksanakan Salat Jumat di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/2/2012).Dia menambahkan, penggunaan Radio Frequency Identification (RFID) dan smart card akan dipakai untuk mengetahui konsumsi nasional. Lebih jauh dia mengatakan, saat ini tidak dapat menaikkan harga BBM daerah Jakarta, pasalnya di luar negeri, para pengguna kendaraan mau membeli BBM meskipun harganya mahal. &quot;Ini kan opsinya kita memberi pendapat apa yang paling buat kita. Tapi apa yang baik buat kita belum tentu baik buat DPR. Kalau menurut studi dari UI bilang ini nomor satu, ini nomor sekian. Kemudian pakai subsidi tetap atau tidak. Yang disubsidi itu dampak sosial dan dampak politik,&quot; jelasnya.Namun, lanjut dia, kajian tersebut juga menyebutkan adanya cash back untuk transportasi umum dan kendaraan operasional UMKM. &quot;Ada yang pakai cash back ada yang enggak. UMKM itu untuk pake cash back. Kalau cash back jelas, barangnya jelas, kalau Rp6.000 harganya Rp4.000 ya cash backnya itu Rp2.000,&quot; pungkasnya. (mrt)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp6.200 per liter. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengkaji pengurangan terhadap subsidi BBM dari sebelumnya Rp3.700 per liter, menjadi Rp2.000 per liter.Menurutnya, usulan sebelumnya dari Kementerian Keuangan dengan memberi subsidi sebesar Rp3.000 per liter. Artinya, dari harga keekonomian premium sebesar Rp8.200 per liter BBM bersubsidi akan naik menjadi Rp5.200 per liter. &quot;Tapi biasanya Menteri Keuangan enggak sebaik itu. Orang-orang kan ingin seperti harga pertamax, berarti enggak ada subsidi. Nah kalau saya ada subsidi tapi Rp2.000 per liter supaya enggak terlalu enak itu yang bawa mobil,&quot; kala ditemui usai melaksanakan Salat Jumat di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/2/2012).Dia menambahkan, penggunaan Radio Frequency Identification (RFID) dan smart card akan dipakai untuk mengetahui konsumsi nasional. Lebih jauh dia mengatakan, saat ini tidak dapat menaikkan harga BBM daerah Jakarta, pasalnya di luar negeri, para pengguna kendaraan mau membeli BBM meskipun harganya mahal. &quot;Ini kan opsinya kita memberi pendapat apa yang paling buat kita. Tapi apa yang baik buat kita belum tentu baik buat DPR. Kalau menurut studi dari UI bilang ini nomor satu, ini nomor sekian. Kemudian pakai subsidi tetap atau tidak. Yang disubsidi itu dampak sosial dan dampak politik,&quot; jelasnya.Namun, lanjut dia, kajian tersebut juga menyebutkan adanya cash back untuk transportasi umum dan kendaraan operasional UMKM. &quot;Ada yang pakai cash back ada yang enggak. UMKM itu untuk pake cash back. Kalau cash back jelas, barangnya jelas, kalau Rp6.000 harganya Rp4.000 ya cash backnya itu Rp2.000,&quot; pungkasnya. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
