<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Bentuk Asosiasi Ground Handling, RI Antisipasi Penerbangan Bebas</title><description>Para pelaku ground handling bersiap mengantisipasi persaingan global dan penerbangan bebas Open Sky Policy. </description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/14/320/575212/bentuk-asosiasi-ground-handling-ri-antisipasi-penerbangan-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/14/320/575212/bentuk-asosiasi-ground-handling-ri-antisipasi-penerbangan-bebas"/><item><title> Bentuk Asosiasi Ground Handling, RI Antisipasi Penerbangan Bebas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/14/320/575212/bentuk-asosiasi-ground-handling-ri-antisipasi-penerbangan-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/14/320/575212/bentuk-asosiasi-ground-handling-ri-antisipasi-penerbangan-bebas</guid><pubDate>Selasa 14 Februari 2012 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/14/320/575212/eG1C8lUy0G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/14/320/575212/eG1C8lUy0G.jpg</image><title>Ilustrasi. Foto: Okezone</title></images><description>DENPASAR - Para pelaku ground handling bersiap mengantisipasi persaingan global dan penerbangan bebas Open Sky Policy dengan membentuk Asosiasi Groud Handling Indonesia (AGHI).Untuk pertama kali, sedikitnya 10 pelaku ground handling berhimpun membentuk wadah bersama yang disebut Indonesian Ground Handling Association (IGHA).Wadah AGHI ini melahirkan kepengurusan dengan Ketua A Soebagyo, Wakil Ketua Soeroyo Hadi dan Sekjen Hatoshi Nababan.&amp;nbsp; &quot;Kami berinisiatif mengambil langkah partisipasi dan kontribusi dalam melahirkan mutu layanan, keselamatan dan keamanan bidang transportasi udara,&quot; ujar Ketua AGHI A Soebayo, saat deklarasi di Kuta, kemarin malam.Dia menambahkan, program kerja selama tiga tahun ke depan telah menjadi pertimbangan oleh para pengurus asosiasi tersebut.&quot;Asosiasi dibutuhkan agar memperhatikan nasib kami yang tidak hanya melayani ground hadling dalam negeri namun juga asing,&quot; katanya dalam deklarasi yang dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susanto dan jajaran Direksi PT Gapura Angkasa, PT JAS dan pejabat lainnya.Selain itu, kelahiran AGHI sebagai antisipasi persaingan bebas yang sudah di depan mata. Dinamika usaha di bidang ini, berkembang cepat dengan bertambahnya armada pesawat yang menuntut peningkatan kualitas layanan.Pembentukan wadah IGHA, bukan sekadar untuk gagah-gagahan atau penamilan semata, namun karena tuntutan dunia penerbangan masih memerlukan image dan pencitraan.Dalam pandangan mereka, ada isu yang perlu dibenahi terkait regulasi UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan.&amp;nbsp; Regulasi tersebut, perlu dilengkapi dan diperbaruhi dalam merespon perkembangan dan tuntutan dunia penerbangan. (mrt)</description><content:encoded>DENPASAR - Para pelaku ground handling bersiap mengantisipasi persaingan global dan penerbangan bebas Open Sky Policy dengan membentuk Asosiasi Groud Handling Indonesia (AGHI).Untuk pertama kali, sedikitnya 10 pelaku ground handling berhimpun membentuk wadah bersama yang disebut Indonesian Ground Handling Association (IGHA).Wadah AGHI ini melahirkan kepengurusan dengan Ketua A Soebagyo, Wakil Ketua Soeroyo Hadi dan Sekjen Hatoshi Nababan.&amp;nbsp; &quot;Kami berinisiatif mengambil langkah partisipasi dan kontribusi dalam melahirkan mutu layanan, keselamatan dan keamanan bidang transportasi udara,&quot; ujar Ketua AGHI A Soebayo, saat deklarasi di Kuta, kemarin malam.Dia menambahkan, program kerja selama tiga tahun ke depan telah menjadi pertimbangan oleh para pengurus asosiasi tersebut.&quot;Asosiasi dibutuhkan agar memperhatikan nasib kami yang tidak hanya melayani ground hadling dalam negeri namun juga asing,&quot; katanya dalam deklarasi yang dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susanto dan jajaran Direksi PT Gapura Angkasa, PT JAS dan pejabat lainnya.Selain itu, kelahiran AGHI sebagai antisipasi persaingan bebas yang sudah di depan mata. Dinamika usaha di bidang ini, berkembang cepat dengan bertambahnya armada pesawat yang menuntut peningkatan kualitas layanan.Pembentukan wadah IGHA, bukan sekadar untuk gagah-gagahan atau penamilan semata, namun karena tuntutan dunia penerbangan masih memerlukan image dan pencitraan.Dalam pandangan mereka, ada isu yang perlu dibenahi terkait regulasi UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan.&amp;nbsp; Regulasi tersebut, perlu dilengkapi dan diperbaruhi dalam merespon perkembangan dan tuntutan dunia penerbangan. (mrt)</content:encoded></item></channel></rss>
