<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jabar Genjot Penambahan Lahan Sawah Baru</title><description>Lahan sawah di Jawa Barat semakin berkurang. Karena itu, pemerintah propinsi sudah menerapkan berbagai cara untuk meningkatkan  produksi beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/17/320/577664/jabar-genjot-penambahan-lahan-sawah-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2012/02/17/320/577664/jabar-genjot-penambahan-lahan-sawah-baru"/><item><title>Jabar Genjot Penambahan Lahan Sawah Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2012/02/17/320/577664/jabar-genjot-penambahan-lahan-sawah-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2012/02/17/320/577664/jabar-genjot-penambahan-lahan-sawah-baru</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2012 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/17/320/577664/NJv0n8nF7g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/17/320/577664/NJv0n8nF7g.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: okezone)</title></images><description>DEPOK - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengakui lahan sawah di Jawa Barat semakin berkurang. Karena itu, kata dia, pemerintah propinsi sudah menerapkan berbagai cara untuk meningkatkan produksi beras.Caranya yakni dengan membuka lahan sawah baru serta intensifikasi pertanian. Sehingga, setiap tahun produksi beras akan terus meningkat.&amp;ldquo;Lahan sawah berkurang, diantisipasi dengan sawah baru dan diantisipasi dengan intensifikasi pertanian, jadi yang asalnya per hektare (ha) hanya 4-6 ton sekarang sudah 6-9 ton per ha, jadi meskipun lahan sedikit berkurang sudah ada antisipasi berupa pencetakan lahan sawah baru di beberapa kawasan yang masih mungkin, yang kedua intensifikasi tanaman Jabar tiap tahun meningkat produksinya,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (17/02/12).Heryawan mengklaim ketersediaan beras setiap tahunnya di Jabar tergolong cukup. Jatah dari Bulog Jabar setiap tahun yakni sebanyak 100 ton beras. &amp;ldquo;Dari Bulog gubernur punya 200 ton, kita punya cadangan 500 ton, jadi 700 ton,&amp;rdquo; tegasnya.Belum lagi, pihaknya juga mengantisipasi lahan persawahan dari bencana banjir. &amp;ldquo;Sehingga musim tanam bergeser, harga beras naik, jangan-jangan nanti Rp8.500 harga beras paling murah, karena itu kita antisipasi, salah satunya juga dengan kampanye One Day No Rice,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>DEPOK - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengakui lahan sawah di Jawa Barat semakin berkurang. Karena itu, kata dia, pemerintah propinsi sudah menerapkan berbagai cara untuk meningkatkan produksi beras.Caranya yakni dengan membuka lahan sawah baru serta intensifikasi pertanian. Sehingga, setiap tahun produksi beras akan terus meningkat.&amp;ldquo;Lahan sawah berkurang, diantisipasi dengan sawah baru dan diantisipasi dengan intensifikasi pertanian, jadi yang asalnya per hektare (ha) hanya 4-6 ton sekarang sudah 6-9 ton per ha, jadi meskipun lahan sedikit berkurang sudah ada antisipasi berupa pencetakan lahan sawah baru di beberapa kawasan yang masih mungkin, yang kedua intensifikasi tanaman Jabar tiap tahun meningkat produksinya,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (17/02/12).Heryawan mengklaim ketersediaan beras setiap tahunnya di Jabar tergolong cukup. Jatah dari Bulog Jabar setiap tahun yakni sebanyak 100 ton beras. &amp;ldquo;Dari Bulog gubernur punya 200 ton, kita punya cadangan 500 ton, jadi 700 ton,&amp;rdquo; tegasnya.Belum lagi, pihaknya juga mengantisipasi lahan persawahan dari bencana banjir. &amp;ldquo;Sehingga musim tanam bergeser, harga beras naik, jangan-jangan nanti Rp8.500 harga beras paling murah, karena itu kita antisipasi, salah satunya juga dengan kampanye One Day No Rice,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
